29.1 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 23

Tanah Bergerak Di Kedungoleng, “Butuh Penanganan ” Di Khawatirkan Rumah Warga Terdampak Ambruk

0

Beritaistana.com

BREBES | – Pergerakan tanah yang terjadi, dan lama dibiarkan mengakibatkan amblasnya jalan kabupaten didesa kedungoleng rt 08 rw 05 kadus 2, kecamatan paguyangan, Selatan kabupaten Brebes,

“Jalan Amblas inipun adalah jalan penghubung Dua kabupaten, yang menghubungkan kabupaten Brebes dan kabupaten Banyumas,

Dengan curah hujan yang tinggi,jalan yang tadinya amblas sekarang makin parah dengan adanya pergerakan tanah.

“jalan penghubung antar kabupaten ini amblas dengan kedalaman satu sampe satu setengah meter,dan berdampak ke dua rumah warga” jelas Imam Khambali Anggota DPC YBI kab brebes,yang dimintai tolong oleh kroban terdampak, sabtu 12 april 2025.

Makin parahnya jalan poros yang amblas, dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya hal hal yang tidak di inginkan Seperti “kecelakaan pengguna jalan,dan robohnya rumah warga.

Dari pihak desa sudah mengajukan permohonan bantuan dan penanganan tanah bergerak ke dinas PU, Dinperwaskim dan Dinas sosial kab Brebes sebulan lalu.

“saya mohon kepada ibu bupati brebes untuk membantu saya dan keluarga karena adanya tanah bergerak rumah saya makin parah dan takut roboh,

semakin hari makin parah kondisi rumah saya” pinta sekhun (warga yang rumahnya nyaris roboh) terdampak tanah bergerak” ke Bupati Brebes, Saat ditemui awak media beritaistana.com dirumahnya
.

Dengan penanganan yang lambat,pergerakan tanah akan makin meluas dampaknya,bisa mengakibatkan putusnya jembatan penghubung rt 01 dengan rt 08 rw 05,

Terjadinya kecelakaan pengguna kendaraan bermotor,dan makin parah dua rumah yang terdampak,tidak mustahil mengakibatkan robohnya salah satu rumah warga.

“Dari dinas dinperwaskim,PU,Dinas sosial dn BPBD sudah cek lokasi,tapi sampe hari ini belum ada penanganan,sudah hampir satu bulan belum ada tindakan apapun,

Akibathya jalan makin parah,rumah sudah pada retak mau roboh”jelas imam.

Semoga pemkab brebes cepat dan sigap dalam penanganan bencana sebelum adanya korban jiwa yang diakibatkan oleh pergerakan tanah,yang semakin hari semakin melebar dan dalam.

Saat BPBD turun cek lokasi,harus diturunkan ahli geologi,dan rumah yang terdampak kalo bisa relokasi,tapi sampe hari ini,belum ada tindaklanjut,baru sekedar bincangan”pungkas imam.

“Pemerataan pembangunan dan hak mendapatkan kehidupan yang layak adalah hak warga negara yang sudah diatur dalam undang undang.

Pemerintah harus cepat dan sigap dalam penanganan bencana alam,yang bisa mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Tim Beritaistana.com
Kabiro Brebes: (Suritno BM)

Bupati Tasikmalaya, Laporkan Wakilnya Atas Dugaan Pemalsuan,

0

Beritaistana.com

TASIKMALAYA | – Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Ade Sugianto, melaporkan Wakil Bupati Cecep Nurul Yakin atas dugaan pemalsuan dokumen surat, termasuk kop surat dan stempel, kepada para camat dan kepala desa pada Jumat (11/4/2025).

Melalui pengacaranya, Ade Sugianto mengeklaim bahwa terdapat sekitar 30 surat yang dipalsukan oleh wakilnya.

Diduga, dalam setiap surat yang dipalsukan, Cecep Nurul Yakin mendapatkan keuntungan setoran berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

Tim Pengacara Bupati, Bambang Lesmana, menjelaskan bahwa pemalsuan surat melibatkan kop surat dan stempel yang mengatasnamakan Bupati Tasikmalaya.

“Laporan ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana Pasal 263 tentang pemalsuan surat dan kop surat beserta isinya
, termasuk penggunaan stempel bupati yang tidak sah. Jika terbukti, ancaman hukumannya enam tahun penjara,” ungkap Bambang kepada wartawan di Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto

Bambang menambahkan, isi surat yang dipalsukan seolah-olah meminta bantuan biaya kepada camat dan kepala desa untuk kepentingan Bupati Tasikmalaya.

Namun, ia menegaskan bahwa Bupati tidak pernah mengeluarkan imbauan atau meminta bantuan biaya kepada para camat dan kepala desa.

“Jadi hasil surat itu yang disetor digunakan oleh wakil bupati tanpa persetujuan bupati atau tanpa konsultasi dengan bupati,” jelasnya.

Bambang juga menyerahkan bukti berupa surat undangan untuk camat dan kepala desa yang dilaksanakan pada 25 Maret lalu.

Ia menekankan bahwa surat atas nama Bupati Tasikmalaya tersebut tidak pernah dikeluarkan dan tidak ada rekomendasi dari bupati.

“Itu kan dalam suratnya atas nama bupati, padahal bupati tidak pernah tahu atau merekomendasikan,” kata Bambang.

Tak sesuai stempel resmi
Berdasarkan penelusuran, Bambang mengungkapkan bahwa stempel pada surat yang dipalsukan tidak sesuai dengan stempel resmi yang digunakan oleh Bupati Tasikmalaya,

yang dipalsukan tidak sesuai dengan stempel resmi yang digunakan oleh Bupati Tasikmalaya.

Cecep Nurul yakin, wakil Bupati Tasikmalaya di laporkan Atas dugaan pemalsuan

“Berdasarkan keterangan dan analisis, pemalsuan ini sudah terjadi sekitar dua tahun, dengan yang terbaru adalah kop surat dan surat undangan kepada camat dan kepala desa,” ungkapnya.

Selama ini, Bupati Tasikmalaya telah memberikan teguran lisan kepada wakil bupati, namun tidak diindahkan.

Bahkan, teguran resmi secara tertulis juga telah disampaikan tetapi tidak mendapatkan respons.

“Untuk membuktikan apakah tanda tangannya asli atau dicetak, nanti akan dikembangkan oleh penyidik kepolisian. Yang jelas, indikasi pemalsuan stempel ada, karena berbeda dengan stempel asli,” tambah Bambang.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap stempel memiliki peraturan bupati (perbup) yang mengatur penggunaannya.

“Stempel yang digunakan oleh wakil bupati adalah stempel yang lama, padahal dalam perbup itu stempel yang lama sudah tidak berlaku dan sudah dimusnahkan,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin belum memberikan tanggapan terhadap konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan melalui pesan WhatsApp. (Red/Iqbal)

Kepala BNN – RI Bahas Isu Narkoba Kawasan Bersama Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik

0

Beritaistana.com | JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, melakukan pertemuan virtual dengan Jeremy Douglas, Perwakilan Regional United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) untuk Asia Tenggara dan Pasifik, pada Selasa (8/4/2025).
Pertemuan ini membahas secara mendalam isu peredaran gelap narkoba di kawasan, khususnya yang bersumber dari wilayah segitiga emas (Golden Triangle).

Dalam diskusi tersebut, Kepala BNN RI menekankan bahwa “pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan pada bagian hilir, yakni melalui tindakan pencegahan dan penindakan di dalam negeri. Namun, strategi juga harus diperkuat pada bagian hulu, yaitu di jalur masuk dan sumber utama peredaran narkoba ke Indonesia.

“Kami terus berupaya memetakan dan memahami jalur-jalur masuk narkoba ke Indonesia, termasuk melalui kerja sama dan pertukaran informasi dengan pihak internasional seperti UNODC,” ujar Marthinus Hukom.

Keduanya mendiskusikan situasi terkini terkait kejahatan narkotika lintas negara, peluang kolaborasi, serta pentingnya membangun basis data dan informasi bersama guna meningkatkan efektivitas deteksi dini terhadap aktivitas penyelundupan narkoba di kawasan.

Marthinus juga menyampaikan ketertarikannya untuk melanjutkan dialog secara langsung dengan tim UNODC, guna memperkuat kerja sama regional dalam memerangi peredaran narkoba.

“Saya tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Anda dan tim secara langsung terkait berbagai isu penyelundupan narkoba ke Indonesia yang berasal dari kawasan Golden Triangle,” ujarnya.

Lebih lanjut, BNN RI berharap dapat memperkuat sinergi dalam pencegahan penyelundupan narkoba melalui kerja sama internasional.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dan penanganan peredaran narkoba ilegal sebelum masuk dan tersebar di wilayah Indonesia.

Dengan komitmen kuat dan koordinasi lintas negara, Indonesia terus mempertegas posisinya dalam memerangi kejahatan narkotika yang bersifat trans nasional dan terorganisir. (Red/ Iqbal)

Priguna Si Dokter Cabul ” Coba Lari Ke “Akhirat ” Saat Di tangkap

0

Beritaistana.com | BANDUNG – Dokter PPDS Unpad Pemerkosa Keluarga Pasien Coba Bunuh Diri Saat Ditangkap, Priguna Anugerah P “Si Dokter Cabul” merupakan dokter residen anestesi dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

Kasus tak biasa dan agak lain, di luar nalar “pelecehan seksual” yang dilakukan pelaku dilaporkan oleh korban pada 18 Maret 2025.

Dokter residen anestesi dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) Priguna Anugerah P atau PAP kini mendekam dibalik jeruji tahanan.

Ia harus mempertanggungjawabkan ulahnya memerkosa keluarga pasien di RSHS Bandung, Jawa Barat,

Tersangka menyuntik korban hingga tak sadar lalu memerkosanya.

Sebelum ditangkap,si dokter ” Cabul ” bernama Priguna Anugerah P sempat nekat akan akhiri hidup.

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengatakan, pelaku ditangkap di apartemennya yang berada di Kota Bandung lima hari setelah pelaku melakukan aksi bejatnya.

Diketahui, aksi bejat itu dilakukan pelaku pada Selasa, 18 Maret 2025 lalu.

Surawan menyebut, saat tersangka mengetahui korban melaporkan perbuatannya ke Polda Jabar,

Priguna si “Cabul” sempat melakukan percobaan bunuh diri.

Ditangkap di apartemen, pelaku sempat mau bunuh diri juga, sempat memotong mencoba memotong nadi,” kata Surawan di Mapolda Jabar, Rabu (9/4/2025).

Upaya nekat yang dilakukan Priguna berbuntut panjang. Dia pun sempat dirawat di rumah sakit akibat aksi nekatnya itu.

Menurut Surawan, modus yang dilakukan pelaku mengambil darah korban karena kondisi sang ayah kritis.

“Dalih pelaku ambil darah, karena ayahnya kritis jadi darah anaknya saja,” tuturnya.

Aksi pelecehan seksual yang dialami korban terjadi usai pelaku mengambil darah dari tangan korban. Usai berdalih diambil darahnya korban diajak ke sebuah ruangan dan disana dibius hingga tak sadarkan diri.

“Enggak tahu tujuannya apa, lalu dibawa ke ruangan itu, setelah ambil darah dan kejadian itu,” imbuhnya.

Korban Dibius Sang Dokter Belasan Kali Hingga Tak Sadar

Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengungkapkan kasus pemerkosaan terjadi di ruang UGD di MCHS Lantai 7 RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada tanggal 18 Maret pukul 01.00 WIB.

“Untuk TKP di gedung MCHC lantai 7 RSHS Bandung. PAP adalah dokter pelajar dari salah satu universitas di Kabupaten Sumedang yang sedang mengambil spesialis anestesi di RSHS,” kata Hendra dalam konferensi pers sebagaimana dilansir dari detikJabar, Rabu (9/5/2025).

Sebelum melakukan aksi bejatnya, Priguna melakukan pengecekan darah kepada korban, yang merupakan anak salah satu pasien yang dirawat di RSHS.

Menurut Hendra, tersangka meminta korban berinisial FH diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke gedung MCHC lantai 7 RSHS Bandung pada 18 Maret 2025 pada pukul 01.00 WIB.

Setelah sampai di gedung MCHC, tersangka meminta korban mengganti pakaian dengan baju operasi warna hijau. Pakaian korban diminta tersangka. Pada saat itu, tersangka memasukkan jarum ke bagian tangan kiri dan kanan korban kurang lebih 15 kali.

Kemudian Tersangka menghubungkan jarum tersebut ke selang infus. Setelah itu, Tersangka menyuntikkan cairan bening ke selang infus tersebut dan beberapa menit kemudian korban merasakan pusing lalu tidak sadarkan diri,” ungkapnya.

“Setelah sadar, korban diminta mengganti pakaian kembali. Setelah kembali ke ruang IGD, korban baru sadar bahwa pada saat itu sudah pukul 04.00 WIB,” tambahnya.

“Kekecewaan RSHS Bandung”

RSHS Bandung menyatakan kekecewaannya setelah salah satu calon dokter yang menjalani pendidikan profesi di rumah sakit tersebut tersandung kasus kriminal.

Kejadian ini dianggap tidak hanya mencoreng nama baik institusi, tetapi juga dunia pendidikan kedokteran.

Dirut RSHS Bandung Rachim Dinata Marsidi mengaku sangat kecewa dengan tindakan pelaku.
Menurut Rachim, perbuatan kriminal tidak bisa ditolerir dan yang bersangkutan telah dikeluarkan dari rumah sakit sebagai calon dokter spesialis.

“Jelas lah (sangat kecewa), itu kan kalau sudah ke kriminal,” kata Rachim saat dihubungi, Rabu (9/4/2025).
Unpad Buka Suara

Universitas Padjadjaran (Unpad) angkat bicara terkait dugaan pemerkosaan yang dilakukan dokter residen anestesi dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Unpad. Dugaan pemerkosaan terjadi di RSHS Bandung.

Unpad dan RSHS mengecam keras segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan dan akademik,” kata Dekan FK Unpad Yudi Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima beritaistana.com

Yudi menegaskan jika pihaknya dan RSHS akan terus mengawal kasus ini. Tindakan tegas akan diambil Unpad.

“Unpad dan RSHS berkomitmen untuk mengawal proses ini dengan tegas, adil, dan transparan,

serta memastikan tindakan yang diperlukan diambil untuk menegakkan keadilan bagi korban dan keluarga serta menciptakan lingkungan yang aman bagi semua,” ungkapnya.
(Red/ Iqbal)

Gubernur Ahmad Luthfi Kumpulkan Legislator Asal Dapil Jateng, Ini Yang di Bahas..

0

SEMARANG | beritaistana.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengumpulkan para legislator di DPR RI asal daerah pemilihan Jawa Tengah. Pertemuan bertajuk Forum Senayan itu digelar untuk kali perdana.

Adapun pertemuan itu dilakukan hari ini Rabu 9/4/2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Sejumlah legislator terlihat hadir di acara tersebut, seperti Bambang ‘Pacul’ Wuryanto dari F-PDIP, Novita Wijayanti dari Fraksi Gerindra, serta Muhammad Haris dan Abdul Fikri Faqih dari F-PKS.

Luthfi mengatakan Forum Senayan sengaja dibentuk dengan tujuan membangun sinergi konkret antara pemerintah pusat dan daerah dengan menyatukan visi, mendorong kolaborasi lintas sektor.

Memang forum ini sebelumnya belum ada ya. Forum ini tidak hanya untuk forum DPR RI Senayan, Forum Berlian kita punya, Forum Rektor, Forum Wirausaha.

Artinya membangun Jawa Tengah itu tidak sebatas provinsi kabupaten berdiri sendiri,” kata Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja,

“Kita harus menyertakan seluruh komponen untuk bersama-sama secara serentak membangun Jawa Tengah.

Di antaranya adalah para Bapak Ibu Dewan, DPRD dari pusat. Kita undang ke sini untuk melakukan brainstorming program-program kami 5 tahun ke depan,” lanjutnya.

Ia berharap forum tersebut menumbuhkan rasa memiliki terhadap program pembangunan daerah.

Terlebih para anggota dewan mendengar langsung permasalahan dan potensi wilayah.

Komunikasi dengan para legislator itu menurutnya sangat penting disamping koordinasi dengan sesama lembaga eksekutif di tingkat pusat.

“Meskipun saya sudah ketemu dari 21 kementerian, tetapi dengan forum-forum ini akan mempermudah bagaimana kita melakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Adapun legislator asal PDIP, Bambang Pacul mengapresiasi gagasan soal Forum Senayan itu. Dia menilai forum itu akan menjadi langkah awal penting dalam membangun sistem kerja sama yang jelas antara pusat dan daerah.

“Forum ini kasih jempol. Nanti musti kita bicarakan kepada kotanya. Ini kan Jawa Tengah baru terlihat bahwa dia ingin infrastruktur semua halus, itu baik,” jelasnya.

Dia menyebut forum itu akan mendorong para legislator untuk ikut membangun daerah pemilihannya.

“Bisa ditanya, ‘Kamu kasih kontribusi apa ke Jawa Tengah Pacul?’ apakah itu real seperti yang diharapkan Gubernur?
‘Aku bawa sodetan (air),’ misalnya, atau ‘aku bisa nyalakan listrik desa di sini. Kami bisa bawa dari pusat untuk melistriki satu-dua desa yang belum ada’,” tegasnya (Red/Iqbal)

Lanjutkan Misi Perdamaian, Panglima TNI Kirim Satgas Konga UNIFIL TA. 2025

0

Beritaistana.com | JAKARTA -“Misi ini telah menjadi saksi, kiprah beragam Kontingen dari berbagai negara, dengan prestasi dan pencapaian yang beragam”

Ucap Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya saat menjadi Inspektur Upacara Pemberangkatan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA. 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, (9/04/2025).

Lebih lanjut dikatakan Panglima TNI, pelibatan Indonesia dalam misi UNIFIL dimulai dengan pengiriman kontingen Garuda ke-23 di Lebanon pada tahun 2006 dan sejak saat itu Kontingen Garuda telah membangun tradisi, sebagai kontingen pasukan perdamaian berprestasi di misi UNIFIL..

“Kepercayaan yang diberikan oleh PBB kepada Indonesia untuk secara berkelanjutan mengirimkan Satgasnya dalam operasi perdamaian dunia adalah bukti pengakuan dunia terhadap profesionalisme, disiplin, dan dedikasi prajurit TNI”

Selain sebagai penjaga perdamaian di daerah konflik, TNI juga berperan menjadi Duta Bangsa Indonesia di kancah lnternasional yang memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia, namun tetap mengedepankan tugas pokoknya sebagai Peacekeeper.

Komandan Kontingen Garuda UNIFIL TA 2025 Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, S.I.P., M.H.I., sekaligus Dansatgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL, Satgas TNI Konga tahun ini berjumlah 1090 personel, yang akan bertugas sampai dengan tahun 2026.

Usai acara, ditempat yang sama Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han) memberi keterangan kepada Media ” beritaistana.com” bahwa Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia ini sesuai Mandat UNSCR 2749 tahun 2024.

Satgas UNIFIL yang dikirimkan ke Lebanon sudah 19 Kontingen dari 2006 sampai dengan 2025 yang dikirim, “kita melaksanakan mandat atau Chapter yang sudah diberikan sebagai penjaga perdamaian misal diperbatasan agar tidak ada insiden-insiden pelanggaran lintas batas dari Lebanon, pungkasnya.

Adapun Satgas yang diberangkatkan, terdiri dari :
Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-S UNIFIL,
Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-Q UNIFIL,
Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXV-Q UNIFIL,
Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-O UNIFIL,
Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXX-O UNIFIL,
Satgas Tim Kesehatan TNI Konga XXIX-P Level 1+ Hospital UNIFIL TA 2025, dan Satgas Milstaff Seceast TNI Konga UNIFIL,

Dengan di berangkatkan nya Kontingen Tugas TNI ” Membuktikan bahwa TNI kita Benar benar di butuhkan dan di perhitungkan di mata dunia internasional, (Red/Iqbal)

Dansatgas Yonzipur 5/ABW : Upacara Tradisi Kenaikan Pangkat Wujud Penghormatan dan Dedikasi

0

beritaistana.com
Kapuas hulu,Kalbar – Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian prajurit, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW menggelar upacara tradisi kenaikan pangkat di Komando Taktis (Kotis) Sebanyak 10 personel menerima kenaikan pangkat dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini di Kotis Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kamis (3/4/2025).

Upacara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penghormatan kepada Pimpinan Acara serta Pelaporan kenaikan pangkat. Selanjutnya, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW menerima laporan resmi dan secara simbolis menyematkan pangkat baru kepada perwakilan prajurit yang naik pangkat.

Dalam sambutannya, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonzipur 5/ABW, Letnan Kolonel Czi Shobirin Setio Utomo, S.H., “menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab”.

lanjutnya, “Kenaikan pangkat ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan profesionalisme, loyalitas, serta dedikasi dalam setiap tugas yang diemban, momentum ini tidak semua prajurit dapat memilikinya, dimana Kenaikan pangkat ini di laksanakan di Medan tugas Pamtas RI-Malaysia”. ujar Dansatgas.

Sebagai bagian dari tradisi, para prajurit yang naik pangkat menjalani prosesi khas satuan, seperti siraman air dan tradisi lainnya. Tradisi ini melambangkan kesiapan dan komitmen prajurit dalam mengemban tugas di pangkat yang baru.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Dansatgas dan rekan sejawat serta foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan semangat korps.

Dengan adanya kenaikan pangkat ini, diharapkan para prajurit semakin termotivasi untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh disiplin, loyalitas, serta semangat juang yang tinggi.

Sumber: Pen Satgas Pamtas RI-Mly
Yonzipur 5/ABW
Editor: (Iqbal)

Kasdam XII/Tpr Pimpin Upacara Pemberangkatan Satgas Yonif 644/Wls Latihan Pratugas di Batujajar

0

Media istana.Com
Pontianak,Kalbar – Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, S.E., M.B.A., mewakili Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., memimpin Upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 644/Wls dalam rangka Latihan Pratugas dan Penugasan Operasi ke Wilayah Papua TA. 2025. Upacara pemberangkatan berlangsung di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Rabu (2/4/2025)

Sebanyak 450 prajurit Satgas Pamtas Yonif 644/Wls dibawah pimpinan Danyonif 644/Wls Letkol Inf Tiertona Arga sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) akan melaksanakan pergeseran pasukan ke daerah latihan Pusdiklatpassus Batujajar untuk melaksanakan Latihan Pratugas yang akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan. Setelah itu akan langsung berangkat menuju ke daerah operasi.

Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, S.E., M.B.A., saat membacakan amanat Pangdam XII/Tpr menyampaikan, selaku Pangdam XII/Tpr dan atas nama pribadi dengan rasa bangga menyampaikan salam hormat kepada segenap Batalyon Inf 644/Wls yang telah mendapatkan kepercayaan dan kehormatan dalam melaksanakan tugas yang mulia yang tidak semua prajurit memperoleh kesempatan ini.

Untuk itu, perintah dari Panglima TNI, KASAD dan Pangdam XII/Tpr agar tugas dan kehormatan ini dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Lanjut mengatakan, kepada prajurit Satgas Pamtas Yonif 644/Wls tujuan latihan Pratugas ini adalah untuk menguji kesiapan satuan tugas yang telah diorganisir selama ini, agar mampu menguasai serta mahir mengaplikasikan materi-materi yang telah diajarkan baik materi Teritorial, materi Pendukung, Intelijen, Prosedur Hukum dan Prosedur komplek TNI, pada pelaksanaan operasi perbantuan kepada Pemerintah Daerah di Papua.

Latihan ini diaplikasikan bagaimana cara menghadapi penyerangan Personel, Pos TNI, Perusahaan, Fasilitas Umum dan pengibaran bendera Bintang Kejora dihadapkan dengan hal-hal menonjol di lapangan, membekali prajurit bagaimana menciptakan kolaborasi dengan unsur-unsur terkait baik Polri, Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Tekankan kembali tentang protap-protap operasi tertutama protap keamanan dalam semua latihan, pedomani protokol kesehatan serta selalu berdoa semoga pelaksaan latihan dapat berjalan denga aman dan lancar,” terangnya.

Kasdam XII/Tpr menambahkan, kepada seluruh prajurit agar tetap memelihara jati diri sebagai prajurit Tanjungpura, selalu mengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara.

“Berangkat dari sini dalam keadaan siap siaga dan waspada, hilangkan perasaan-perasaan masih di daerah aman, dengan demikian akan menimbulkan naluri tempur. Pastikan berangkat 450 pulang 450,” pungkasnya.
Sumber: (Pendam XII/Tpr)

Penulis : Siti Nurjana

Kepala Sekolah SD HI Lal Batu Lei Bantah Tudingan Berita Tidak Benar

0

Dobo, Maluku, Mediaistana.com – Kepala Sekolah SD Al-HI Lal Desa Batuley, Kecamatan Aru Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Ibu Abida Djandjan, S.Pd, membantah pemberitaan di media online KPK SIGAP yang menyebut dirinya tidak menjalankan tugas selama tiga bulan dan sekolah ditutup. Berita tersebut disampaikan oleh seorang warga Desa Batuley yang berdomisili di Kompleks Sipur Pantai, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, yang dikenal sebagai Abang Nyong Jonler.

Terkait dengan hal tersebut Kepala Desa Batuley, Abudali Djonler, membenarkan adanya koordinasi terkait perubahan status sekolah dari yayasan menjadi negeri. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kepulauan Aru. Kades Djonler menegaskan bahwa klaim Jonler tentang Ibu Djandjan meninggalkan tugas selama tiga bulan adalah tidak benar. Pertemuan umum telah dilakukan, dan para guru, termasuk guru bantu, telah menerima SK sebagai guru negeri. Meskipun demikian, mereka tetap menjalankan tugas di Desa Batuley.

Menurut kades keberadaan kepala sekolah di Dobo bukan hanya untuk mengurus satu urusan saja, melainkan kepsek juga berkoordinasi dengan ketua yayasan untuk berbicara terkait bagaimana merubah status sekolah dari yayasan menjadi Negeri, dan ini sudah yang kedua kalinya kepsek bertemu ketua yayasan sekolah Islam yaitu pa Dahlan, tetapi belum ada respon positif dari yayasan, sehingga kepsek langsung berkoordinasi dengan  dinas pendidikan Kepulauan Aru dalam hal ini dengan kepala dinas Bapak Olop Pukar, dan pada hari itu kadis pendidikan mengatakan semua persyaratan yang disampaikan harus disiapkan, dan kades menjawab bahwa semua persyaratan yang disampaikan kadis pendidikan sudah kami siapkan.

Kades Djonler menilai pernyataan Jonler sebagai opini sepihak dan tidak bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya koordinasi dalam menyampaikan kritik terkait pendidikan dan menolak tudingan provokasi terhadap wartawan untuk menyebarkan berita negatif. Kades juga menambahkan bahwa selama kepemimpinannya, tidak pernah ada pengaduan masyarakat terkait kinerja kepala sekolah dan guru. Ia menduga adanya motif pribadi di balik penyampaian informasi yang tidak benar tersebut.

Selama dua tahun menjabat, Kades Djonler menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di SD Al-HI Lal berjalan normal.

Kejari Kabupaten Bogor Bikin Iri, tidak Pernah Tangkap Kadis,Camat dan Kades di Bogor

0

 

Www.istana.com

Bogor – Dalam situasi yang relatif tenang dan jauh dari hiruk-pikuk pemberitaan penangkapan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor justru menjadi bahan perbincangan positif. Lembaga hukum ini seolah melenggang adem-ayem tanpa banyak sensasi, namun tetap menunjukkan kinerja yang patut diteladani.
Tidak seperti daerah lain yang kerap ramai oleh berita OTT terhadap kepala dinas, camat, kepala desa, hingga kepala sekolah.

Kejari Kabupaten Bogor malah seperti “hantu baik” yang senyap tapi bekerja. Tak ada gebrakan heboh, tak ada jumpa pers pamer barang bukti, namun hasilnya: bersih, tenteram, dan minim kegaduhan publik.

Menurut Ketua Front Revolusi Rakyat Anti Korupsi (FRRAK), Duel Syamason Sambarnyawa, SH, MH, pendekatan yang digunakan oleh Kejari Kabupaten Bogor adalah pendekatan yang lebih elegan dan membangun. “Jangan salah tafsir, suasana adem bukan berarti mereka tidur atau mandul penindakan. Justru ini menandakan pendekatan mereka sangat dialogis dan humanis,” ungkap Duel saat menjadi narasumber dalam diskusi publik bertema “Membangun Integritas Lembaga Hukum dari daerah, Minggu (6/4/2025).

“Kejari Kabupaten Bogor itu tidak pernah terdengar minta jatah proyek, tidak ada cerita meras dinas atau minta upeti dari kepala desa. Mereka tidak menciptakan rasa takut, tapi malah menumbuhkan rasa hormat. Ini lho wajah penegakan hukum yang cerdas: bukan takut karena bisa ditangkap, tapi segan karena dihormati. Saya berani jamin, kalau dicek harta kekayaan mereka di LHKPN atau ditelusuri aliran uang lewat PPATK, kemungkinan besar tidak akan ditemukan kejanggalan.

Gaya hidup pun sederhana, tidak ada aliran dana mencurigakan pakai nama istri, anak, apalagi keponakan,” jelas Duel panjang lebar.
Bahkan, ia menyentil kondisi di sejumlah Kejari lain yang justru sibuk memburu panggung dan ‘membakar’ citra lewat penangkapan demi penangkapan yang belum tentu menyentuh akar masalah.

“Di banyak tempat, Kejari malah seperti jadi tukang palu: semua masalah dipukul pakai OTT. Tapi di Bogor, pendekatannya seperti dokter. Mereka rawat sebelum pasiennya kritis. Itulah kenapa di sini tidak terdengar kepala dinas ditangkap, camat diciduk, atau kepala sekolah digiring. Bukan karena tidak ada kasus, tapi karena dicegah sebelum jadi masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang kepala dinas yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku merasa nyaman menjalankan tugas tanpa tekanan atau ketakutan akan intervensi hukum yang tidak proporsional.
“Kami justru sering diajak diskusi hukum sebelum proyek berjalan. Mereka datang bukan untuk menakut-nakuti, tapi memberi arahan agar kegiatan tidak menabrak aturan. Tidak pernah ada permintaan jatah, tidak ada pungutan diam-diam, apalagi intimidasi. Kejari seperti mitra kerja, bukan seperti bayangan gelap yang siap menerkam,” ucapnya.

Dengan gaya kerja yang senyap tapi mengakar ini, Kejari Kabupaten Bogor dinilai sukses membangun sistem yang bersih tanpa perlu hiruk-pikuk. Dan tanpa perlu menyebut nama, banyak daerah yang mungkin merasa tertampar. ( Toni )