26.6 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 12

HUT Bhayangkara Ke 79, Polsek Paguyangan Gelar Tasyakuran di tengah Kebun Jagung, Desa Kedungoleng

0

Beritaistana.com

BREBES Selatan| – Memperingati hari jadi Bhayangkara ke 79,Polsek Paguyangan mengadakan tasyakuran dengan Tampil beda diadakan di tengah kebun jagung didesa Kedungoleng,Rabu 2/7/2025,

Acara tasyakuran dihadiri,oleh Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin,S,H.M,H.beserta jajarannya,Muspika kecamatan Paguyangan,kelompok tani dan Masyarakt desa Kedungoleng,juga hadir perwakilan dri kades kades se Kecamatan Paguyangan.

“Dipilihnya acara tasyakuran ditengah kebun jagung merupakan simbol kedekatan POLRI dengan masyarakat petani sebagai ujung tombak atau garda terdepan ketahanan pangan”Jelas Kapolsek paguyangan.(Red/ Imam Khambali)

Post Views: 2.506

Miris, Dana Desa Ratusan Juta “di Garong’ Perangkat nya” Ini Pengakuan Kades Pangebatan.?

0

Beritaistana.com

BREBES Selatan | — Diberitakan Sebelumnya, Ratusan Massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Desa Pangebatan, Bantarkawung Selatan kabupaten Brebes, Melakukan Demo Menuntut Transparansi Pengunaan dana desa’ yang diduga “digarong” oleh Perangkat desa,

Dalam audiensi terbuka pada Senin (30/6/2025) yang dihadiri warga, perangkat desa, Camat Bantarkawung, dan Inspektorat Brebes,

Kepala Desa Pangebatan Lukman Hakim secara terbuka membenarkan bahwa Kaur Keuangan desanya, Riyan Faturahman, telah meng “garong” dana desa senilai kurang lebih Rp570 juta.

Dalam forum itu, Kepala Desa Pangebatan, Lukman Hakim, secara terbuka membenarkan bahwa salah satu perangkatnya, Riyan Faturahman yang menjabat sebagai Kaur Keuangan, telah melakukan pembobolan Dana Desa.

Benar, yang bersangkutan telah menyalahgunakan Dana Desa 2024 dan Dana Desa 2025 ratusan juta. Laporan sudah kami teruskan ke Camat dan Inspektorat,” tegas Lukman di hadapan warga.

Perwakilan Inspektorat Brebes, Ahmad Sodikin, juga menyatakan pihaknya sudah menerima laporan dan akan segera melakukan audit menyeluruh pada awal Juli mendatang untuk memastikan jumlah kerugian negara serta potensi keterlibatan lainnya.

Kami akan turun langsung ke Desa Pangebatan. Audit investigasi ini penting agar jelas berapa jumlah pasti dan bagaimana modusnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, perangkat Desa Pangebatan melalui pernyataan sikap yang dibacakan dalam forum, juga mendesak agar pelaku diusut tuntas dan diproses hukum tanpa pandang bulu.

Tindakan ini mencoreng citra kami semua sebagai perangkat desa. Kami sepakat, pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” bunyi pernyataan tersebut.

“Akhirnya terbuka semua di depan warga. Kami minta proses hukum jalan terus sampai tuntas. Jangan sampai pelaku lolos atau ada yang ditutupi,” tegasnya.

Sementara Kaur Keuangan Riyan Faturahman yang diduga meng “garong” Dana Desa, tidak nampak batang hidungnya pada saat dilakukan audiensi tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat, Nafi Mardiyanto, mempertanyakan mengapa tidak ada tindakan tegas terhadap oknum bendahara desa yang diduga menjadi pelaku penyalahgunaan anggaran sejak tahun lalu.

“Kenapa ketika kasus pertama terjadi di 2024 tidak langsung ditindak tegas? Sekarang terulang lagi. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan. Kami minta pelaku dihukum setimpal,” tegas Nafi.

Dari informasi yang dihimpun, awak media beritaistana.com, dugaan kebocoran dana desa di tahun 2024 mencapai sekitar Rp 400 juta, sementara tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp 194 juta.

Tak hanya dana desa, warga juga menyoroti tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belum disetor padahal warga mengaku sudah membayar, serta polemik program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang tak kunjung menghasilkan sertifikat meski warga telah menyetor biaya.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Pangebatan, Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui pengambilan dana tersebut karena dilakukan secara diam-diam oleh oknum bendahara dengan memalsukan tanda tangannya.

“Saya tidak tahu, dan tidak pernah menyetujui pencairan itu. Bahkan tanda tangan saya dipalsukan,” ujar Lukman.

Namun, pernyataan tersebut tak sepenuhnya meredakan kekecewaan warga. Beberapa warga menganggap kades terlalu pasif dan gagal mencegah terulangnya kasus serupa.

Lukman mengklaim sudah melaporkan kejadian itu ke camat, Polsek, dan Inspektorat, serta pernah dilakukan mediasi dengan pelaku yang berjanji mengembalikan uang, meski hingga kini belum terealisasi.

“Saat ini kami menunggu hasil audit resmi dari Inspektorat untuk mengetahui jumlah pasti dana yang bocor. Kasus ini akan kami proses sesuai hukum demi menjaga stabilitas desa,” tambahnya.

Audiensi akhirnya ditutup oleh pernyataan tegas dari Irban Khusus Inspektorat Bumiayu, Ahmad Sodikin, yang menyatakan bahwa audit akan segera dilakukan dan kasus ini menjadi prioritas pengawasan pihaknya.

“Kami akan segera tindak lanjuti, dan hasil audit akan menjadi dasar untuk langkah hukum berikutnya,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan transparansi dana desa yang kerap mencuat di berbagai daerah, dan menjadi sinyal kuat pentingnya pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat agar dana publik tidak disalahgunakan,

Tim Investigasi Berita Istana.com Selatan kabupaten Brebes,

Post Views: 5.973

HUT Bhayangkara Ke -79, Presiden Prabowo : Jadilah Polisi Yang Dicintai Rakyat.

0

Beritaistana.com

JAKARTA | – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengimbau seluruh anggota kepolisian agar profesional dalam menjalankan tugasnya dan menjadi polisi yang bersih serta membela rakyat. Hal itu disampaikan saat menghadiri Upacara Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara yang berlangsung di Pelataran (MoNas) Monumen Nasional,

Bangsa dan negara kita membutuhkan kepolisian yang tangguh, unggul, bersih, dan dicintai rakyat. Polisi yang berada di tengah rakyat, membela rakyat, melindungi rakyat, khususnya mereka yang paling lemah, paling tertindas, dan paling miskin,” jelas Presiden Prabowo, Selasa (1/7/25).

Menurut Presiden Prabowo, hal itu demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia agar rakyat dapat menikmati kemerdekaan dan kesejahteraan tanpa kemiskinan, kelaparan, serta mendapatkan keadilan sepenuhnya.

Cita-cita kita adalah membangun sebuah negara di mana seluruh rakyat dapat menikmati kemerdekaan dan kesejahteraan. Cita-cita para pendiri bangsa adalah Indonesia tanpa kemiskinan, Indonesia tanpa kelaparan, dan Indonesia yang penuh keadilan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan kepada seluruh jajaran anggota kepolisian agar selalu berada di tengah masyarakat, melayani sepenuh hati, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Kepercayaan rakyat pun diharapkan dapat bisa terus dijaga.

Lebih lanjut presiden menekankan agar Polri selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Polri pun senantiasa mengabdikan diri untuk kejayaan nusa dan bangsa serta menjadi polisi yang dicintai rakyatnya.

Jangan sekali-kali mengecewakan rakyat kita. Selamat Hari Bhayangkara ke-79. Jadilah insan Bhayangkara sejati, Rastra Sewakottama, polisi yang mengabdikan dirinya untuk kejayaan nusa dan bangsa. Sekali lagi, jadilah polisi yang dicintai rakyat,” (Red/ Elang08)

Post Views : 4.295

Hari Bhayangkara Ke 79, TNI Berikan Hadiah Spesial Untuk Polres Brebes.

0

Beritaistana.com

 
BREBES | – Mako Polres Brebes mendadak riuh, lantaran puluhan anggota TNI yang dipimpin langsung oleh Kasdim 0713/Brebes Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo menyerbu masuk Halaman Mapolres Brebes. Selasa (01/07/2025).

Kejadian tersebut ternyata merupakan bentuk sinergitas antara TNI- Polri Kabupaten Brebes dalam rangka memperingati hari Bhayangkara yang ke 79,

Anggota TNI dari Kodim 0713/Brebes Korem 071/Wijayakusuma mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke 79 ditandai dengan pemberian Surprise nasi tumpeng dan kue bertuliskan angka 79 oleh Kasdim 0713/Brebes Drs. Abdul Asis Lallo beserta para perwira dan anggota di ruang lobi utama Mapolres Brebes.

Dalam kesempatan tersebut mewakili Komandan Kodim (Dandim) Kasdim 0713/Brebes Drs. Abdul Asis Lallo mengucapkan selamat Hari Bhayangkara Ke 79 tahun 2025

Semoga Polri, khususnya Polres Brebes semakin jaya, semakin di cintai masyarakat dan semakin presisi sesuai tema pada peringatan Hari Bhayangkara kali ini “Polri Untuk Masyarakat.” Ucap Kasdim.

Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Achmad Oka Mahendra, S.I.K., M.M. mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0713/Brebes beserta jajaran dan berharap semoga kekompakan serta sinergitas kebersamaan yang sudah dibangun semakin hari kita jaga dan ditingkatkan.

“Sinergitas antara jajaran TNI Khususnya Kodim 0713/Brebes dan Polres selama ini juga terwujud dalam berbagai kegiatan dalam menciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Brebes, sekali lagi kami ucapakn terima kasih jajaran TNI.” Ucap Kapolres.
(Red/Suritno)

(Sumber : pendim 0713 Brebes)

Dinilai Ada Kejanggalan’ Ratusan Warga Pangebatan Bantarkawung ” Geruduk Balai Desa’

0

Beritaistana.com

BREBES Selatan | — Aliansi Masyarakat Peduli Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Selatan Kabupaten Brebes, menggelar Longmarch dari titik kumpul pasar Buaran menuju Balaidesa, untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran Senin (30/6/2025).

Aksi ini dipicu oleh “Dugaan” penyelewengan Dana Desa (DD) yang dilakukan oleh salah satu perangkat desa pangebatan,

Sekira pukul 09.00 wib Sambil Menyuarakan yel-yel tuntutan massa bergerak dari kawasan Pasar Buaran dengan membentangkan sejumlah spanduk bernada protes.

M Fardhani Wirawan, salah satu koordinator Aksi Menegaskan,”unjuk rasa ini adalah bentuk kekecewaan warga atas dugaan penyalahgunaan anggaran desa yang terjadi sejak tahun 2024 hingga 2025. Serta carut marutnya pelayanan publik di desa kami, ungkapnya,

Kami menuntut transparansi pengelolaan Dana Desa, khususnya terkait dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa. Jangan ada lagi praktik korupsi di desa kami!” tegasnya.

Senada, Malawi salah satu peserta aksi mengatakan,”Kami ingin transparansi soal dana desa 2024 dan 2025, program PTSL juga belum jelas. Ada yang sertifikatnya jadi, ada yang tidak, padahal uang sudah masuk,” ujar Malawi di hadapan warga.

Ia juga menyoroti pelayanan pajak dan pengelolaan BUMDes yang dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa.

Ini bukan soal politik. Kami hanya ingin desa ini diperbaiki. Desa Pangebatan ini kaya, tapi tidak kelihatan kemajuannya,” lanjutnya

Informasi yang dihimpun, dugaan penyelewengan itu melibatkan pembobolan Dana Desa untuk kepentingan pribadi.

Puluhan personel dari Kepolisian dan TNI tampak bersiaga untuk mengamankan jalannya aksi agar tetap kondusif.

Aksi ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga pihak desa memberikan penjelasan resmi kepada warga.

Hingga berita ini diturunkan Ratusan Warga masih melakukan Audensi dengan pihak Pemerintah Desa pangebatan,
(Red/ Sukir)

Post Views: 3.947

Tanam 500 Bibit Pohon, Babinsa Dan Mahasiswa Perbaiki Kualitas Hutan di Sirampog,

0

Beritaistana.com

BREBES Selatan |- Menjaga kelestarian alam, Koramil 10/ Sirampog Kodim 0713/Brebes Korem 071/Wijayakusuma bersama Mahasiswa pecinta alam (Mapala) dibantu Perangkat Desa Dawuhan melaksanakan gerakan tanam bibit pohon di Hutan Lindung Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, Minggu (29/06/2025).

Sebanyak 500 bibit pohon terdiri dari pohon Mangga, Rambutan, Nangka, Alpukat dan Pinus yang masing – masing berjumlah 100 bibit pohon di tanam di area Petak 16 a-1 RPH Dawuhan,

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kehidupan yang seimbang antara alam dengan manusia, memperbaiki kualitas lingkungan hutan, serta upaya untuk menanggulangi bencana alam dan pemanasan global.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 10/Sirampog Serma Agus Susilo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi media kontrol secara langsung terhadap lingkungan.

Disamping itu juga harus berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dengan menanamkan pengertian, membangun dan jangan merusak.

500 bibit dari berbagai jenis pohon sudah kita tanam bersama 40 Mahasiswa dari 4 Perguruan tinggi, semoga nantinya 2 – 3 tahun pohon yang ditanam akan tumbuh rindang, menghasilkan oksigen (O2) dan memperbaiki kualitas hutan lindung di Dawuhan.,” ungkap Serma Agus.

“Harapannya kegiatan ini akan terus berlanjut secara bertahap dan dapat ditingkatkan secara terus menerus.”, pintanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Dawuhan Iwan Budi Siswanto, S.E., mengucapkan terimakasih kepada Babinsa Koramil 10/Sirampog beserta unsur masyarakat dan para mahasiswa dari Universitas UMUS, Peradaban, Al-Hikmah, STAI yang telah bahu membahu menanam 500 bibit pohon.

“Gerakan peduli lingkungan ini dapat menyelamatkan bumi dari pemanasan global, sehingga tetap menjaga dan mempertahankan Desa kita yang sejuk, asri dan aman dari bencana,” harapnya.

Sumber :(Pen0713) Brebes
Pewarta : Berita istana.com
(jaenul Arifin)

Post Views: 2,154

Tradisi Sedekah Bumi dan Pelestarian Budaya di Rajawetan Tonjong Untuk Sambut 1 Suro

0

Beritaistana.com

BREBES Selatan | – Masyarakat Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong, Selatan kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi tahunan bertajuk “Sedekah Bumi” menjelang tanggal 1 Suro pada hari Kamis (26/6/2025).

Acara ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya untuk melestarikan budaya lokal.

Dalam acara tersebut, terlihat berbagai macam Hasil bumi,

Kepala Desa Rajawetan Suparjo, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk sedekah bumi, yang merupakan ungkapan syukur atas hasil bumi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Kami ingin menjaga tradisi leluhur ini agar tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Rajawetan. Dimana memang Rajawetan terkenal akan daerah yang subur dan penghasil Durian di selatan kabupaten Brebes,

Harapannya, acara ini bisa membawa kemakmuran dan kesejahteraan,” ujarnya

Dari pantauan awak media Beritaistana.com acara ini berlangsung meriah dengan beragam kegiatan adat dan budaya, termasuk arak-arakan, doa bersama, serta pertunjukan seni tradisional. Ronggeng,

Mengenai tradisi Ronggeng, Suparjo Selaku kepala desa Rajawetan menjelaskan, di Rajawetan ini Leluhur desa Menyiarkan ajaran agama di barengi dengan kesenian Ronggeng,

Pada Kegiatan Sedekah Bumi kali ini, Kami juga Mengadakan Pergantian “Juru Kunci” dimana juru kunci Sebelumnya Sudah Sepuh, dan mengangkat juru kunci yang baru Ustad Apip Purohman yang di tunjuk sebagai juru kunci yang baru untuk masa bakti 2025- 2030,

“Kami bersyukur, acara berjalan lancar dan kondusif, ini tidak terlepas dari Dukungan Sesepuh Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa Serta masyarakat Rajawetan yang sangat luar biasa,kekompakan yang kuat,” dan Silaturahmi yang begitu terjaga,

Ia juga menekankan pentingnya tradisi Sedekah Bumi untuk terus diwariskan. “Acara ini bukan hanya tentang ritual, tetapi juga cara kita mempererat persaudaraan dan rasa syukur atas karunia Tuhan. Semoga tradisi ini semakin lestari,” ungkapnya.

“Dengan rasa syukur,saya optimis bahwa masyarakat Rajawetan akan hidup lebih sejahtera dan makmur,”

Acara Sedekah Bumi 2025 ini kembali mengukuhkan komitmen masyarakat Rajawetan untuk menjaga adat istiadat, yang tidak hanya memperkuat ikatan sosial tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang unik di Desa Rajawetan” tukasnya, (Red/ Heru Mustofa)

Post Views: 3.712

Bukan Alergi, Rocky Gerung: Jokowi Alami Gangguan Kejiwaan.

0

Beritaistana.com

JAKARTA | – Pengamat politik Rocky Gerung bicara terkait penyakit yang saat ini dialami oleh Jokowi.

Sebelumnya, Penampilan dan kondisi fisik mantan Presiden Jokowi Widodo mendadak mendapatkan banyak perhatian publik.

Bukan karena gaya berpakaiannya yang kasual atau aktivitas barunya sebagai warga negara biasa.

Tapi karena kondisi fisiknya khususnya wajah dan rambut yang terlihat mengalami perubahan drastis.

Dalam tampilan terbarunya, muncul flek hitam yang menyebar di wajah hingga tampilan pucat dan sembab.

Melihat hal ini, Rocky Gerung justru menyebut Jokowi tengah mengalami semacam psikosomatik dan justru bukan alergi.

Sepertinya bukan alergi ada semacam psikosomatik. Kalau alergi itukan Kimia,” kata Rocky Gerung.

Dimana, psikosomatik ini menurutnya adalah gangguan kejiwaan yang gagal dibendung oleh tubuh.

Ini psikosomatik artinya gangguan kejiwaan itu tidak mampu diatasi oleh tubuh,” tuturnya.

“Kita mulai lihat bagaimana ketagihan Jokowi terhadap kamera itu terus membuatnya mencandu,” tambahnya.

Jokowi disebutnya mengalami tekanan, selain isu terkait dirinya juga ada sang anak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang juga mendapat serangan.

Hal inilah yang disebut Rocky Gerung membuat mantan Presiden RI itu mengalami psikosomatik.

“Pada saat mencandu yang terus terjadi justru efek negatifnya. Dia terus melayani pada saat yang sama anaknya dipereksekusi oleh netizen dan itu yang terjadi,” terangnya. (Rdh)

Post Views: 2,981

Miris, Kerja di Eropa dengan Gaji Fantastis”Bohong Belaka” Warga Brebes Jadi korban Sindikat TPPO,

0

Beritaistana.com

SEMARANG | – Carmadi, warga Kabupaten Brebes. Mengalami Nasib Tragis, Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan bekerja di Spanyol sebagai kru kapal ikan, justru berubah jadi mimpi buruk.

Alih-alih mendapat gaji €3.000 per bulan, Carmadi malah dijadikan pelayan restoran Cina di sana dengan upah tak sampai seperempatnya.

Cerita pilu Carmadi menghebohkan publik setelah video pengakuannya di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, viral di media sosial dan grup-grup WhatsApp.

Dalam video itu, Carmadi menceritakan bagaimana ia dan 83 korban lainnya dijebak sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) internasional.

“Saya terima kasih bisa pulang. Tapi teman-teman saya masih banyak di sana. Ada yang belum jelas nasibnya,” kata Carmadi sambil menahan haru di hadapan Gubernur dan Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Subagio, Jumat (20/6/2025).

Sindikat ini dikendalikan KU asal Tegal dan NU dari Brebes. Mereka merekrut korban dari berbagai daerah di Jawa Tengah dengan tawaran kerja legal di Spanyol. Modusnya, korban diminta setor Rp65 juta untuk biaya dokumen dan keberangkatan.

Namun setiba di sana, para korban dipaksa kerja serabutan, sebagian bahkan ditempatkan di negara-negara seperti Portugal, Polandia, hingga Yunani.

“Awalnya dijanjikan kerja di kapal. Begitu sampai malah di restoran Cina. Gajinya cuma 900 euro, ada yang 700 euro. Jauh dari janji mereka,” ungkap Carmadi.

Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp5,8 miliar. Barang bukti berupa paspor, bukti transfer, tiket, hingga percakapan digital kini diamankan Polda Jateng.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dengan tegas menyatakan akan terus mengawal kasus ini.

“Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk memulangkan korban yang masih di luar negeri dan membantu mereka dapat pekerjaan legal di Jawa Tengah,” tegasnya.

Luthfi juga mengingatkan masyarakat agar tak mudah tergiur tawaran kerja bergaji besar di luar negeri.

“Jangan percaya iming-iming gaji fantastis kalau prosedurnya saja tidak jelas” imbuhnya,

Kasus ini kini masih dikembangkan, sementara dua tersangka utama terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

Pemprov Jateng bersama Disnaker dan Kemenlu juga telah bergerak menelusuri korban-korban lain yang diduga masih berada di Eropa dalam kondisi rentan,
(HMH)

Post Views: 4.362

Skandal Seleksi Perangkat Desa Terbongkar Polisi OTT 3 Kades dan Sita Rp1.1 Miliar

0

Beritaistana.com

SIDOARJO | – Praktik curang dalam proses seleksi perangkat desa di Kota “Delta” Sidoarjo akhirnya terbongkar. Petugas dari Satreskrim Polresta Sidoarjo mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan 3 kepala desa aktif, dan seorang mantan kepala desa, dengan barang bukti uang tunai senilai lebih dari Rp1,1 miliar.

Dalam konferensi pers di Mapolresta Sidoarjo, Senin (23/6/2025), Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan pengaturan kelulusan dalam seleksi perangkat desa di Kecamatan Tulangan.

Petugas kami dari Unit Tipidkor melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi adanya pertemuan mencurigakan di salah satu restoran cepat saji di Gedangan. Dari situlah kami lakukan pemantauan dan berhasil menangkap tangan para pelaku,” paparnya.

Ketiga tersangka adalah MAS (40), Kepala Desa Sudimoro; S (54), Kepala Desa Medalem; dan SY (55), mantan Kepala Desa Banjarsari. Pertemuan mereka terjadi pada Selasa dini hari, 27 Mei 2025 pukul 01.30 WIB di McDonald’s Puri Surya Jaya, Gedangan, diduga untuk membahas pengaturan kelulusan seleksi perangkat desa yang digelar hari itu di BKD Provinsi Jawa Timur.

Petugas lalu menghentikan mobil yang ditumpangi MAS dan S di wilayah Tebel, Gedangan. Di dalam kendaraan ditemukan uang tunai Rp185 juta yang disimpan dalam plastik hitam.

“Saat kami lakukan pemeriksaan, mereka tidak bisa mengelak. Dari pengembangan kasus, kami berhasil menyita total uang Rp1,1 miliar dari berbagai rekening para tersangka,” kata Kapolresta Sidoarjo.

Adapun rincian barang bukti adalah Rp185 juta dari kendaraan tersangka, Rp230 juta dari rekening BCA atas nama MAS, Rp80 juta dari rekening BRI atas nama MAS, dan Rp604,83 juta dari rekening SY termasuk rekening perusahaan miliknya.

Modus operandi para tersangka adalah meminta uang antara Rp120-170 juta kepada peserta seleksi dengan janji kelulusan. SY berperan sebagai penghubung dengan panitia seleksi, meminta Rp100 juta dari masing-masing peserta kepada para kades, kemudian membagikan Rp10 juta kepada masing-masing kepala desa dan menyetorkan Rp50 juta kepada pihak berinisial SSP.

Sisanya sekitar Rp40 juta dinikmati SY sendiri. Total keuntungan SY ditaksir Rp720 juta, sementara MAS dan S masing-masing memperoleh Rp150 juta,” ucap Kapolresta Sidoarjo.

Disebutkan olehnya, ketiga tersangka dijerat Pasal 12 huruf a dan b serta Pasal 12B Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar.

“Kami tegaskan, proses hukum akan kami jalankan secara tegas dan transparan. Ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba merusak integritas rekrutmen perangkat desa,” pungkasnya.

Saat ini, ketiga tersangka ditahan di Mapolresta Sidoarjo untuk pemeriksaan lanjutan. Penyidik masih terus mengembangkan kasus guna menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dugaan aliran dana ke tingkat provinsi. (Tbl)

Post Views: 3.245