Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Rapat Kordinasi Pembangunan Manusia (PPKM) di Desa Sukorejo Mertoyudan

IMG-20210813-WA0543

MAGELANG,-Mertoyodan Pemerintah Desa Sukorejo Mengadakan Kegiatan Rapat Kordinasi PEMDES.Membentuk RDS (Rumah Desa Sehat) Bertempat Di Desa Sukorejo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang Jawa Tengah Jum’at (13/8/021).

“Kepala Desa Sukorejo Slamet Widjayani menyampaikan maksud dan tujuan ,RDS dibentuk berdasarkan hasil musyawarah Desa, anggota RDS yang berasal dari unsur pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan Desa
Pembentukan RDS ditetapkan dengan surat keputusan Kepala Desa.

Kemudian Membentuk KPM KPM adalah kader di Desa yang dipilih & ditetapkan melalui Musdes serta telah mendapatkan Bantuan Insentif Bulanan dari APBDesa TA. 2021.Minimal terdapat 1 orang KPM di Desa-Desa yang menjadi lokasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

KPM memiliki peran memastikan tersedianya kegiatan pelayanan sosial dasar bidang kesehatan dan pendidikan di Desa, serta memastikan masyarakat, terutama Ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (Baduta) memperoleh layanan tersebut secara konvergen (terpadu) KPM ditetapkan dengan surat keputusan Kepala Desa.(ucap Slamet)

“FUNGSI.Tidak ada lembaga atau individu yang dapat,menyelesaikan persoalan PSDM, terutama dalam pemenuhan 5 Paket Layanan Pokok secara mandiri;Untuk menyelesaikan persoalan tersebut dibutuhkan wadah atau forum konvergensi (intervensi terpadu), terutama dalam pencegahan stunting.Forum atau wadah ini diharapkan dapat membuka ruang dialog (perbincangan publik) masyarakat dan pemerintah Desa terkait realitas masalah dan kebutuhan pemenuhan layanan sosial dasar (khususnya bid. kesehatan) di Desa.

5 (lima) Paket Layanan Pokok (Tujuan poin 3):
1. Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
2. Konseling Gizi Terpadu.
3. Perlindungan Sosial.
4. Sanitasi dan Air Bersih.
5. Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

FUNGSI, 1 Pusat informasi pelayanan sosial dasar di Desa khususnya bidang kesehatan;
2. Ruang literasi kesehatan di Desa.
3. Wahana komunikasi, informasi dan edukasi tentang kesehatan di Desa;
4. Forum advokasi kebijakan pembangunan Desa di bidang kesehatan;dan
5. Pusat pembentukan dan pengembangan kader pembangunan manusia.

TUGAS
1. RDS sebagai Sekretariat bersama bagi para pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan Desa di bidang kesehatan, yang berfungsi sebagai ruang literasi kesehatan, pusat penyebaran informasi kesehatan dan forum advokasi kebijakan di bidang kesehatan.
2. Pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembanguan Desa adalah Kader Posyandu, Guru PAUD, kader kesehatan, unit layanan kesehatan, unit layanan pendidikan, kader PKK, Karang Taruna, Tomas, dan berbagai kelompok masyarakat yang peduli dalam upaya pencegahan stunting.

KADER PEMBANGUNAN (KPM)
KPM adalah kader di Desa yang dipilih & ditetapkan melalui Musdes serta telah mendapatkan Bantuan Insentif Bulanan dari APBDesa TA. 2021
Minimal terdapat 1 orang KPM di Desa-Desa yang menjadi lokasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

KPM memiliki peran memastikan tersedianya kegiatan pelayanan sosial dasar bidang kesehatan dan pendidikan di Desa, serta memastikan masyarakat, terutama Ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (Baduta) memperoleh layanan tersebut secara konvergen (terpadu).

TUGAS
1. Mensosialisasikan kebijakan konvergensi pencegahan Stunting di desa serta Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap stunting melalui pengukuran tinggi badan baduta untuk mendeteksi dini stunting dengan tingkat pertumbuhan;
2. Mengidentifikasi sasaran 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui peta sosial desa dan Pengkajian Kondisi Desa (PKD);
3. Memfasilitasi desa untuk mengoptimalkan penggunaan Dana Desa dalam RKPDesa dan APBDesa untuk intervensi stunting;

4. Mendukung desa dan masyarakat untuk memantau dan memastikan konvergensi lima paket layanan pada rumahtangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menerima dan melaporkan hasilnya;

5. Bekerjasama dengan PLD, PD dan TPID dalam mengidentifikasi kegiatan-kegiatan inovatif di bidang PSD dan upaya penanggulangan stunting; termasuk dengan bidan desa, petugas puskesmas, guru paud dll
6. Melengkapi data-data yang dibutuhkan dalam rangka capturing awal.

POLA KERJA
1. Tidak bisa kerja sendirian
2. Wajib bekerjasama dengan kader posyandu, guru PAUD, Bidan desa, petugas puskesmas, dll.
3. Wajib berkoordinasi dengan kepala dusun/RT/RW dan Aparat Desa (Pemerintahan Desa), BPD, serta Tokoh Masyarakat/Agama dan lainya.

4. Penting untuk terlibat dalam RDS dan sangat disarankan menjadi penggerak di dalam RDS

PERAN PD DAN PLD.1Memastikan terjadinya Sosialisasi Stunting untuk membangun kepedulian masyarakat tentangg stunting.

2. Memberikan Peningkatan Kapasitas kepada Desa termasuk KPM 3.Memfasilitasi Proses perencanaan Kegiatan Konvergenti Stunting di
Desa.4.Menjadi mediator Desa dengan Supra Desa
5. Melakukan Monitoring dan evaluasi atas proses konvergensi stunting di Desa.

 

Terkait

Dana PKH Bu Toina Raib 5 Bulan, Pendamping PKH dan Aparat Desa Simojayan Kurang Responsif

September 12, 2021

Dana PKH Bu Toina Raib 5 Bulan, Pendamping PKH dan Aparat Desa Simojayan Kurang Responsif Malang - (beritaistana.id); Masih di Desa Simojayan RT 07/RW 04 Kecamatan Ampelgading, seorang penerima...

Danyonarmed 11 Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Prajurit Berprestasi

September 11, 2021

Danyonarmed 11 Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Prajurit Berprestasi Magelang - Brita Istana Negara.Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan semangat para Prajurit Guntur Geni, Danyonarmed...

Baru Dibangun Talud Desa Kletekan Sudah Mulai Retak Retak

September 10, 2021

Baru Dibangun Talud Desa Kletekan Sudah Mulai Retak Retak Berita istana Ngawi, berbekal informasi masyarakat yang menyebut proyek bangunan TPT atau talud penahan tanah di desa Kletekan kecamatan...

Disaat Pencairan Dana BPNT E-Warung Desa Simojayan Ampelgading Malang Menaikan Harga Berlebihan

September 9, 2021

Disaat Pencairan Dana BPNT E-Warung Desa Simojayan Ampelgading Malang Menaikan Harga Berlebihan MALANG,- Media beritaistana.id dan Anggota Reclasseering Indonesia mengklarifikasi terkait...

Presiden Minta Kredit UMKM Ditingkatkan hingga 30 Persen

September 9, 2021

JAKARTA,-Presiden Joko Widodo mengapresiasi penambahan penyaluran kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) oleh perbankan yang terus mengalami peningkatan. Namun, Presiden berharap...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments