Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

TAMPILNYA GIBRAN Demi Memakmurkan Rakyat Bukan Untuk Diri Sendiri

SOLO,-Tercatat dalam sejarah bahwa Nusantara sejak zaman kerajaan Sriwijaya sudah disegani banyak kerajaan di dunia karena kemampuannya mengelola sumber dayanya dan hubungan baiknya dengan kerajaan besar lainnya.

Begitu juga kemegahan sejarah Majapahit sebagai BUKTI kuatnya kemampuan Nusantara di kancah dunia. Majapahit pernah punya KAPAL HANTU yang ditakuti armada perang di seluruh kerajaan dunia saat itu, karena besar dan kuatnya kapal tersebut, kapal lawan sekali ditabrak saja tenggelam rusak parah, saking kuatnya kapal tersebut.

Jika Kapal Hantu sudah melaut, kapal-kapal kerajaan luar pada menyingkir, takut berhadapan. Bahkan kapal perang Tiongkok yang juga besar pun tidak berani melawannya. Saking hebatnya armada perang lautnya Majapahit itu.

Padahal Kapal Hantu itu semua bahannya dari KAYU hasil bumi sendiri, tanpa ada besi sebagai kekuatannya, bisa dibongkar pasang bila ada kayunya yang lapuk.

Dan tebalnya tidak ada meriam (saat itu) yang mampu menembusnya. Kerajaan mana pun jadi KEDER untuk melawannya. Belum kapal-kapal pengiringnya yang lebih kecil, yang selalu siap menerjang pertahanan lawan.

Begitulah bukti KEKUATAN/KECERDASAN bangsa ini di masa lampau, jadi buat apa kita takut dengan kemampuan bangsa luar?

KERIS dan GAMELAN sebagai bukti juga atas kemampuan TEKNOLOGI orang Nusantara yang tak tertandingi saat itu, dengan bahan baku dari buminya sendiri nyatanya mampu membuat barang yang UNIK dan menjadi ciri khas penemuan bangsa ini. Siapa yang ngajari? GAIB!
.
.
Kini Indonesia sejak era Soekarno hingga SBY masih “dijajah” bangsa asing, dengan strategi yang tidak semuanya melalui perang terbuka, tapi dengan cara NYOGOK pejabat korup agar HASIL BUMI Indonesia bisa dikeruk dan dibeli SANGAT MURAH. Jika begini terus kapan rakyat Indonesia bisa menikmati kemakmuran dari buminya sendiri?
.
.
Banyak rakyat yang TIDAK TAU jika Presiden Jokowi saat ini sedang “PERANG HEBAT” dengan bangsa asing. Perang tidak terbuka dengan angkatan perang, melainkan adu strategi dengan mengandalkan KEJENIUSAN otak bangsa ini.

Presiden Jokowi sedang mengikuti jejak Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit dalam sikon dan strategi kekinian, agar Indonesia disegani bangsa lainnya, karena ada kemampuan dan pernah berjaya dalam sejarahnya.
.
.
Bacalah beritanya, bangsa Arab sudah menipis cadangan minyak buminya, mengharapkan devisa dari orang yang naik haji tentu terbatas, walau ini (orang naik haji) tidak bakalan habis, tapi hasilnya mungkin hanya bisa untuk makan bangsa Arab. Tapi bagaimana jika minyak buminya habis? Tentu mereka tidak bisa membangun negaranya dengan maksimal.

Akhirnya para Pangeran Arab dan para pengusahanya ekspansi ke luar negrinya dengan TANAM SAHAM dimana-mana demi masa depan bangsanya, sebelum minyak buminya kelak kering.
.
.
Amerika yang terkenal sebagai Polisi Dunia, toh baru kena Covid-19 langsung nyungsep perekonomiannya karena salah ambil kebijakan. Utangnya yang lebih besar dari utang Indonesia sampai ngos-ngosan buat membayarnya bahkan gagal bayar.

Mau cetak uang DOLLAR sebanyak-banyaknya, sudah dilawan dengan YUAN Tiongkok, dan negara lain ancang-ancang akan melakukan cara yang sama. Nasib Dollar pun tinggal nunggu waktu untuk tidak laku atau tidak bisa mendominasi keuangan dunia lagi.
.
.
Dan UNI EROPA pun mulai kelimpungan dengan masa depan negaranya, apalagi saat ini sedang menghadapi “kebandelan” Jokowi, yang tidak bisa diatur demi kepentingannya. Segudang EURO pun tak mampu membuat Jokowi berpaling demi keuntungan pribadi.

Segala MOBIL LISTRIK buatan luar negri di seluruh dunia pun bakalan MANGKRAK jika tidak mau menuruti kesepakatan dengan maunya pemerintah Indonesia.

Sebab bahan baku utama mobil listrik paling melimpah ada di Indonesia yaitu NIKEL.
.
.
Saat ini Presiden Jokowi SUDAH membangun dari hulu ke hilir dalam mengelola kekayaan bumi Indonesia ini. Nanti tidak perlu lagi MENJUAL MURAH bahan mentahnya, tapi dijual mahal bahan jadinya.

Yang tidak setuju, biar mobil listrik mereka jadi BESI TUA atau ditarik Kuda saja.

Mangkanye, bos-bos Uni Eropa bergerilya dengan modal duit buat mengusik Indonesia. Caranya dengan mencari peluang untuk BIKIN GADUH negara kita.

Salah satunya diam-diam membiayai DEMO-DEMO apa saja yang perlu dibiayai, tujuan utamanya biar Presiden Jokowi lengser secepatnya. Biar mereka bisa PESTA PORA lagi dengan mengeruk hasil bumi kita serta MENYOGOK pejabat korup di negeri ini agar jalan penjajahan ekonominya mulus.

Apakah rakyat Indonesia mau dijajah dan dimiskinkan dengan cara seperti itu lagi?

Jika ingin rakyat Indonesia cepat makmur dan melunasi utang negara, ya LAWAN MEREKA dan mendukung kebijakan pemerintah yang sudah benar ini. Artinya JANGAN MAU di adu domba yang ujung-ujungnya membuat kerusakan di negeri kita sendiri.

Masak susah payah membangun mau dirusak sendiri?

Bisa diketawain bangsa asing sambil mencibir “Wong Indonesia banyak yang GOBLOK yo?”

Piye jal yen ngono?
.
.
Apakah Gibran tau persoalan negara saat ini? Mustahil tidak tau, karena tau makanya harus ikut berjuang untuk memakmurkan rakyat Indonesia dari level bawah, yang musti ditata sejak sekarang. Jadilah dia terjun ke dunia politik, agar dengan kebijakannya bisa menjangkau lebih luas.

Kalo hanya jadi pengusaha ruang lingkupnya lebih kecil dalam membantu masyarakat, begitu alasan Gibran yang sudah sering dilontarkan saat ditanya wartawan tujuannya terjun ke politik.

Semoga pembaca bisa memahami BENANG MERAHNYA kenapa Gibran tertarik dan serius terjun ke rimba politik ini.

Secara garis besar seharusnya para pejabat daerah mulai menata daerahnya masing-masing seturut program pemerintah pusat.

Sebab pemerintah pusat sudah menyiapkan dan menata LUMBUNG BESAR masa depan untuk kemakmuran rakyat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote dengan teliti dan hati-hati. Makanya jangan mau diobok-obok negeri kita dengan isu-isu hoax-hoax yang merugikan kita semua. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh!(TP/StefanusToni)

#OGO
#Nikel
#PilkadaSolo
#Gibran_Teguh

Terkait

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...

Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga

Februari 28, 2021

SOLO, -Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga . Gibran Rakabuming Raka menyambangi Sekretariat sementara DPP Pasoepati, di Laweyan....

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments