Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Pelaksanaan Proyek DAK SMP Tidak Mengindahkan K3 dan Juga Teknis Pembesian Diduga Menyimpang

IMG-20210831-WA0236

 

Berita istana Ngawi, tahun 2021 proyek dana alokasi khusus atau DAK yang digelontorkan untuk sekolah menengah pertama atau SMP sudah dimulai pengerjaanya,dan dilaksanakan secara kontraktual atau dikerjakan oleh rekanan pelaksana alias pemborong.

Namun sayang hasil temuan lapangan dibeberapa lokasi SMP, ada dugaan penyimpangan, mulai tidak melakukan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3,dan tidak memakai alat pelindung diri ( APD).

Seperti contoh yang di SMPN 2 Widodaren kecamatan Widodaren Ngawi jawa-timur ini, tertera di papan proyek DAK untuk rehabilitasi senilai Rp. 1.252.593.301.18. dan dikerjakan oleh CV.

Arahman jaya dengan konsultan perencana dan pengawas CV. Graha citra selaras.

Jelas – jelas hampir semua pekerja tidak melaksanakan K3 dan tidak memakai APD, terbukti semua tidak bermasker, tidak memakai helm kepala, sarung-tangan, rompi, dan tidak ada yang memakai sepatu bot.

Jekri konsultan pengawas dan perencana disitu ketika dikonfirmasi wartawan berita istana terlihat enggan berkomentar, ” itu yang bekerja diatas semua memakai, ujarnya singkat. Namun ternyata pekerja yang bekerja memasang baja ringan pada atap juga terlihat tidak memakai APD sama sekali alias sikonsultan tadi berbohong.

Pun pada item pembesian ditemukan dugaan penyimpangan seperti penyambungan pembesian yang tidak ditekuk, dan pengelasan penuambungan atap pada baja ringan terlihat dilas tanpa ada plat, yang demikian jelas kekuatan tidak maksimal dan bila ada beban genting dan air hujan bisa patah.

Ketika ditanya terkait hal tersebut si Jekri bilang memang belum dilaksanakan, ” ada kok sertifikat keahlian tukang baja ringan dari pabrik, ” kelitnya sambil berlalu tanpa menunjukan salinan sertifikasi.

Setali tiga uang pengerjaan DAK di SMPN 3 ngrambe senilai 2,037 M, yang dikerjakan oleh Cv. Khurnia bakti, pekerja tidak melaksanakan K3, juga tidak memakai APD, pekerjaan pemasangan gavalum penyambungan juga langsung dilas ujung dengan ujung tanpa ada plat, akankan gedung untuk bernaung anak bangsa ini mengalami nasip sama dengan gedung SDN Ngacar pitu atau gedung TK di wilayah Paron yang beberapa waktu lalu roboh ketika sedang KBM, siapa nanti yang bertanggung -jawab ketika jatuh korban pada anak didik? ( Budi).

Biro Pers Jakarta, Media, dan Informasi Sekretariat PT. Berita Istana Negara Website: https://www.beritaistana.id / https://www.beritaistana.com YouTube: https://youtu.be/0s5aUejNHpo
Biro Pers Jakarta, Media, dan Informasi Sekretariat PT. Berita Istana Negara
Website: https://www.beritaistana.id / https://www.beritaistana.com
YouTube: https://youtu.be/0s5aUejNHpo

 

Terkait

Dana PKH Bu Toina Raib 5 Bulan, Pendamping PKH dan Aparat Desa Simojayan Kurang Responsif

September 12, 2021

Dana PKH Bu Toina Raib 5 Bulan, Pendamping PKH dan Aparat Desa Simojayan Kurang Responsif Malang - (beritaistana.id); Masih di Desa Simojayan RT 07/RW 04 Kecamatan Ampelgading, seorang penerima...

Danyonarmed 11 Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Prajurit Berprestasi

September 11, 2021

Danyonarmed 11 Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Prajurit Berprestasi Magelang - Brita Istana Negara.Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan semangat para Prajurit Guntur Geni, Danyonarmed...

Baru Dibangun Talud Desa Kletekan Sudah Mulai Retak Retak

September 10, 2021

Baru Dibangun Talud Desa Kletekan Sudah Mulai Retak Retak Berita istana Ngawi, berbekal informasi masyarakat yang menyebut proyek bangunan TPT atau talud penahan tanah di desa Kletekan kecamatan...

Disaat Pencairan Dana BPNT E-Warung Desa Simojayan Ampelgading Malang Menaikan Harga Berlebihan

September 9, 2021

Disaat Pencairan Dana BPNT E-Warung Desa Simojayan Ampelgading Malang Menaikan Harga Berlebihan MALANG,- Media beritaistana.id dan Anggota Reclasseering Indonesia mengklarifikasi terkait...

Presiden Minta Kredit UMKM Ditingkatkan hingga 30 Persen

September 9, 2021

JAKARTA,-Presiden Joko Widodo mengapresiasi penambahan penyaluran kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) oleh perbankan yang terus mengalami peningkatan. Namun, Presiden berharap...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments