Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

MoU Bukan Seremonial, Eks GAM Siap Tuntut Pemerintah Pusat

MoU Bukan Seremonial, Eks GAM Siap Tuntut Pemerintah Pusat

Lhokseumawe – Momentum MoU Helsinki, 15 Agustus 2020 diharapkan bukan sekedar seremonial belaka. Karena momentum tersebut merupakan hari bersejarah untuk Aceh dan bangsanya.

“Rakyat Aceh harus bersatu dalam rangka terwujudnya pemerintahan rakyat Aceh sesuai dengan amanat MoU Helsinki,” ujar mantan kombatan GAM Wilayah Samudera Pase, Misbahuddin Ilyas alias Marcos, melalui rilis persnya, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Menurut Marcos, semua rakyat Aceh tahu bahwa kewenangan Indonesia di Aceh hanya enam bagian saja, selebihnya milik Aceh secara penuh. “Maka dari itu semua pihak harus bertanggung jawab terhadap apa yang selama ini tidak berjalan di Aceh sesuai MoU Helsinki tapi Pemerintah Indonesia tidak serius dalam perjanjian internasional di Helsinki,” ujarnya.

Sebut Marcos lagi, para kombatan berharap juru runding harus bersatu dulu agar semua cita-cita bangsa Aceh tercapai. Selain itu, katanya, diplomat Aceh jangan bercerai-berai, jika ingin persoalan Aceh terlaksana sesuai isi perjanjian internasional.

“Juga, sekali lagi kami himbau pada Pemerintah Indonesia untuk betul-betul serius dalam merealisasikan butir perjanjian internasional ini. Kalau pemerintah Indonesia juga masih mempersulit masalah isi perjanjian internasional maka kami generasi bangsa Aceh akan melaporkan persoalan ini pada dunia internasional,” ungkapnya.

Maka dari itu, kata Marcos, Pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab atas pembunuhan umat muslim Aceh dalam beberapa dekade sebelumnya.

“Kami akan menuntut Indonesia ke mahkamah internasional berdasarkan bukti bahwa tidak komit dengan perjanjian internasional,” tuntutnya.

Kedua, pihaknya juga akan menuntut Indonesia atas pembunuhan muslim Aceh beberapa dekade sebelumnya ke mahkamah internasional.

“Jika Indonesia tidak komit dengan perjanjian internasional dan berlarut-larut maka kami tidak bertanggung jawab jika kondisi Aceh memburuk dan itu murni kesalahan Indonesia atas ketidakpastian terhadap perjanjian internasional untuk Aceh,” pungkasnya. (MU)

Terkait

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...

Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga

Februari 28, 2021

SOLO, -Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga . Gibran Rakabuming Raka menyambangi Sekretariat sementara DPP Pasoepati, di Laweyan....

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments