Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Ketua KPU Supiori Usir Wartawan, Ketua Umum PPWI Angkat Bicara

IMG-20201023-WA0581

SUPIORI, Ketua KPU Kabupaten Supiori mengusir beberapa awak media yang hendak melakukan peliputan pada kegiatan debat kandidat Pilkada yang diselenggarakan di Gedung Kesenian, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua. Eksekutif Producer Tifa Cenderawasih, Darmawan, yang akrab disapa Bang Joe yang berada di lokasi saat itu mengatakan bahwa pihaknya hendak mempertanyakan terkait identitas peliputan pers untuk wartawannya agar diperbolehkan meliput kegiatan debat kandidat 23 Oktober 2020. Namun, Ketua KPU Supiori tidak memperbolehkannya masuk.

Joe menjelaskan, seketika Ketua KPU Kabupaten Supiori, Selvia Mundoni, dengan nada keras mengusir mereka dan mengatakan bahwa media yang tidak bekerjasama dengan KPU Kabupaten Supiori tidak boleh masuk. “Silahkan di luar dan setelah kegiatan kami persilahkan untuk masuk mengambil keterangan,” ungkapnya di hadapan awak media dan Polisi.

Tidak hanya itu, Selviapun mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan aparat kepolisian untuk menghalau di depan pintu. “Media online ini terkadang pelintir, dan tidak bisa dipercaya,” ujar Selvia.

Tak hanya kepada pimpinan Media Tifa Cenderawasih, hal serupa juga dialami oleh Desi, wartawan Kawattimur.id, yang diusir keluar ruangan saat hendak meliput kegiatan. Desi mengatakan bahwa, pihaknya masih disuruh keluar meskipun ia sudah memiliki id card peliputan. “Karena yang boleh meliput hanya media TVRI dan RRI saja, di luar dari itu semua di luar,” ungkapnya.

Menaggapi hal tersebut, Ketua Umum PPWI Nasional Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA angkat bicara dan turut memberikan komentar. “Pelarangan wartawan untuk meliput dapat diancam 2 tahun penjara, demikian ketentuan dalam UU No. 40 tahun 1999,” tegas Wilson.

Pejabat bermental “buruk rupa cermin dibelah”, lanjutnya, tidak boleh dibiarkan seenaknya menghina dan/atau menghakimi media dan wartawan manapun. Hal ini disampaikan Ketum PPWI melalui Whatsapp saat dikonfirmasi oleh Direktur Tifacenderawasih.com.

Dengan tegas wilson mengatakan, “Mereka itu tidak lebih dari pecundang.”

Usai kegiatan, Ketua KPU berdalih bahwa pihaknya hanya menjalankan aturan. “Boleh meliput tapi di luar, sesuai dengan PKPU Nomor 13 tahun 2020,” katanya. (Red)

Terkait

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

Oknum Polri Berpangkat Kompol Jadi Kurir Narkotika

Oktober 25, 2020

Pekanbaru, |Dirresnarkoba Polda Riau Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri dengan barang bukti sebanyak 16 kilogram, dan mengamankan dua tersangka, pengungkapan...

Pemdes Arse Simatorkis Tentukan Titik Rencana Pembangunan Jembatan Gantung

Oktober 24, 2020

Sabtu, 24 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas,-Pemerintahan Desa Arse (Pemdes) Simatorkis Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) tentukan titik rencana pembangunan jembatan gantung...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments