Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Haccit Memang Haccit " Kalimat yang Tercetus dari Tokoh dan Pejuang Pemekaran di Acara HUT Padang Lawas ke 13

” Haccit Memang Haccit ” Kalimat yang Tercetus dari Tokoh dan Pejuang Pemekaran di Acara HUT Padang Lawas ke 13.

Jum’at, 17 Juli 2020 | Penulis : Bonardon

BERITAistana.id Padang Lawas,-Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 13 terbentuknya Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang di prakarsai para Tokoh dan Pejuang Pemekaran terlaksana cukup mengharukan, Jum’at 17 Juli 2020.

Perjuangan pemekaran yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah beranjak dari tahun 1992 dan kemudian di tindak lanjuti tahun 2005 hingga berhasil resmi menjadi Kabupaten Padang Lawas di tahun 2007.

Keluh kesah dan tantangan sumbangsih pemikiran juga materi yang di curahkan para tokoh dan pejuang pemekaran saat itu tidak terhingga, namun harapan demi harapan dari para tokoh dan pejuang setelah roda pemerintahan Kabupaten Padang Lawas ini berjalan tidak seperti yang mereka harapkan, sehingga kluar dan tercetuslah kalimat ” Haccit memang haccit ” namun kita semua harus tetap istiqomah dan ikhlas.

Acara HUT Padang Lawas ke 13 di tandai dengan pemberian cenda mata kepada keluarga tokoh dan pejuang pemekaran yang telah meningggal.

 

Seperti yang di sampaikan dianta para tokoh dalam acara HUT jadinya Padang Lawas, Haji Risim Harahap menyampaikan bila kita bandingkan dengan Kabupaten tetangga Labuhan batu Selatan dan Labuhanbatu Utara yang lahir belakangan, masih adek dari Padang Lawas mekarnya, namun kita telah melihat keadaan sekarang kedua Kabupaten tersebut sudah lebih maju , lebih mapan daerah kita tertinggal dari mereka, jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Palas yang di wakili Sahrul Hasibuan dalam sambutannya juga menyampaikan, berbicara tentang pemekaran beranjak dari tahun 1992 dan baru berhasil tahun 2007 dimana para tokoh dan pejuang menjalani dengan banyak tantangan pemikiran, materi dan lain patut di ucapkan terimakasih dan di beri penghargaan, dalam hal ini harapan saya mari kita membangun bersama Palas ini… Kita kritik Pemerintah demi kemajuan Daerah kita tapi dengan kritik sehat.

Saran dan harapan salah satu Tokoh Masyarakat Padang Lawas Imran Jonni Hasibuan memohon agar tidak terjadi diskomunikasi antara Pemerintah dengan para tokoh dan pejuang pemekaran, sebaiknya kedepan sama sama bergandeng tangan membangun Padang Lawas, dalam acara peringatan ini selaku masyarakat kita wajar mengevaluasi kinerja pemerintah, sudah sejauh mana yang telah selesai terbangun dan hal prioritas mana yang belum terlaksana, intinya aspirasi sumbang pemikiran masyarakat harus di tampung oleh Pemerintah agar tujuan Pemekaran tersebut dapat capai.

H. Ibrahim Daulay tidak ketinggalan, sambutannya dalam acara Hari Ulang Tahun jadinya Kabupaten Palas yang ke 13, juga menyampaikan banyak dilema yang telah dirasakannya setelah roda pemerintahan berjalan hingga ke 13 tahun ini, hanya ungkapan kepedihan ” Hacciit ohh memang hatciiit do boto..”

Justru dari pengalaman tersebut sehingga di Usia ke 13 Palas memang baru pertama kali tergugah untuk melaksanakan acara seperti ini, para tokoh dan pejuang pemekaran mengadakan acara seperti ini yang tujuan utk menggugah pemikiran seluruh kalangan masyarakat juga pemerintah,

Harapan saya bagi Anggota DPRD yang berhadir mohon lah di Perda kan inilah orang nya yang sudah capek berjuang menangis perasaan kami.. maaf kalian mungkin tidak dapat kesempatan jadi Dewan klo daerah ini belum Kabupaten, disamping itu kami tetap siap bergandeng tangan dengan pemerintah, sekalipun di acara ini tidak satu pun orang pemerintah yang bisa datang untuk sekedar menghargai, pungkas H. Ibrahim.

Rasyid Nasution, Haccit memang haccit molo hita ingot sejarah perjuangan pemekaran dan sangat memprihatinkan bila kita lihat keadaan saat ini hasil pemekaran pemegang kekuasaan daerah ini Pemerintahnya tidak bisa di kritik , bagaimana mau maju daerah ini, saya akui ada pembangunan jelas ada namun belum sesuai harapan jelasnya.

H. Soduguron Hasibuan dari Sosa, tohoh dan pejuang pemekaran tidak memintak Upah jerih, tidak mintak uang, hanya sediki yang kami mintak kepada Pemerintah tolong lah kami dihargai itu saja, dan jujur melihat acara ini tak satupun perwakilan pemerintah yang datang sekedar menghargai, namun jelas tidak ada yang hadir wahh terharu,, kenapa pemerintah itu begitu benci dengan para tokoh dan pejuang ini…? jelasnya. (Bonardon)

editor : umy

Terkait

Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang

April 25, 2021

Jawa Timur, -Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang. Anggota DPR RI Dapil V Malang Raya Fraksi PDIP yang juga merupakan Diva Indonesia,...

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

April 24, 2021

BALI- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri akan memberikan yang terbaik dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Saat ini, kata Sigit, Polri...

Terima Uang Sogokan Ratusan Juta Ditresnarkoba Bebaskan AMR Tumbalkan RUS

April 12, 2021

KALTENG - Penangkapan terhadap berinisial RUS oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng, disoal pihak keluarga karena dianggap janggal. ‎ Menurut Triyono, kepada media .........

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja

Maret 18, 2021

TORAJA_Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut meresmikan secara virtual Bandara Pantar di Nusa Tenggara Timur_ Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi penting artinya untuk...

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments