Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Geger, Pasien Penyakit Jantung Divonis Covid -19 Oleh Rumah Sakit Islam Klaten

Geger, Pasien Penyakit Jantung Divonis Covid -19 Oleh Rumah Sakit Islam Klaten

Berita Istana Klaten,- Masyarakat Dukuh Genengan, RT 02 Rw 01, Desa Tambonganwetan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten geger lantaran adanya salah seorang warganya yang didatangi tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Klaten dengan membawa mobil Ambulance dengan mengenakan sragam APD (Alat Pelindung Diri) lengakap yang tujuannya akan menjemput paksa Pasian Rumah Sakit ISLAM Klaten, ibu Tukinem alias Gito lantaran rapites swab yang keluar dari RSI Klaten, keluar hasil bahwa ibu Tukinem positif terjangkit virus Corona atau Covid-19.

Hal itu membuat pihak keluarga ibu Tukinem marah dan terjadi argumentasi antara petugas gugus tugas dan pihak keluarga. Karena Pasien atas nama Tukimen tersebut sebelum dirawat di RSI Klaten sebelum nya sudah keluar masuk PKU dan RSI Cawas lantaran menderita penyakit jantung yang sudah di deritainya selama 2 tahun. berawal kurang lebih tanggal 19 Agustus 2020 ibu Tukinem mengalami sesak nafas dan priksa ke PKU dan RSI Cawas sehubungan dengan kondisi terakhir Tukinem pada waktu itu buruk dan dokter meminta agar pasien atas nama Tukimen agar Si opnam kemudian pihak keluarga memutuskan membawa Tukinem ke RSI Klaten agar dirawat disana, (8/9/20).

Setelah beberapa hari dirawat di RSI Klaten Pasian dibawa pulang oleh pihak keluarga. Setelah sesampainya dirumah pada tanggal 27 Agustus 2020 bakda magrib datanglah petugas Gugus tugas kerumah Tukinem tanpa membawa surat tugas. Karena tidak membawa surat tugas pihak tim Gugus tugas dilarang membawa paksa Tukinem. Dengan kejadian tersebut pihak keluarga berinisiatif melakukan tes swab ke beberapa rumah sakit yang ada di Jogja dan pada tanggal 3 September keluarlah hasil tes swab yang menandakan non reaktif atau negatif.

Sementara saat Yunanto selaku anak menantu Tukimen dihubungi media ini 7 September 2020 memalui pesan singkat WhatsApp meluapkan kekecewaan nya kepada RSI Klaten atas tindakannya yang dinilai ngawur ceritanta begini mas Simbah saya sakit sudah menahun sekitar 2 tahun yang lalu, sakitnya jantung dan sesek napas keluar masuk rumah sakit terdekat sudah langganan seperti
PKU dan RSI tugu
tindakan dokter di haruskan opnam dan di lakukan pemeriksaan lanjut di karenakan Simbah sesek dan jantung nya tak beraturan detaknya saya tidak di mintai tanda tangan rafittes” tapi saya paginya di panggil ke bangsal dan di beri tahu
bahwa simbah tesnya negatif.

Dan hasil rongsennya simbah menunjukan ke arah covid
dan simbah di anjurkan di isolasi sebelum itu di beri keterangan bahwa ginjal simbah bermasalah di anjurkan cuci darah saya menolaknya dan langsung minta pulang
karena simbah keadaanya sehat dan tidak sesak lagi
dan perwatnya menelpon kan dokternya. Sebelum itu saya menceritakan simbah kumat di karenakan
ada masalah keluarga dan banyak pikiran dan akhirnya Simbah kumat.

Dengan tindakan yang dilakukan oleh RSI Klaten yang kami nilai sembrono itu kami pihak keluarga berinisiatif melakukan tes swab ke beberapa rumah sakit lain yang ada di Jogyakarta dan alhamdulillah pada tanggal 3 September 2020 hasilnya sudah keluar dengan hasil Non reaktif tetapi dengan sudah adanya peristiwa pada tanggal 27 Agustus 2020 lalu kami pihak keluarga menanggung beban sosial di masyarakat yang luar biasa bahkan kami sempat dikucilkan oleh masyarakat, oleh karena itu kami pihak keluarga sudah sepakat untuk menggandeng Pak Arif K Syaifulloh S.H sebagai Lawyer kami untuk melakukan upaya hukum.tutupnya.

Terpisah saat Arief K. Syaifulloh S.H dihubungi media ini 7 September 2020 menerangkan saya sangat prihatin dengan masalah yang dialami oleh Ibu Gito yang diduga akan dijemput paksa oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Klaten padahal diketahui hasil Rapid Test dan Swap Test dengan hasil Non Reaktif Covid- 19 dan Negatif Covid-19

Saat ini kami telah menerima kuasa dari Klien kami anak dari Ibu Gito namun dikarenakan banyak hal yang masih perlu kami dalami dan kami kaji secara hukum maka kami dari Kantor Hukum “ADIL” AHP ADIL & Co. Tidak gegabah dalam menindaklanjuti perkara yang diadukan klien kami untuk menindaklanjuti secara hukum lebih jauh.

Karena selain Covid-19 tersebut merupakan virus yang sangat berbahaya namun dampak secara sosiologis kepada pasien yang berstatus positif Covid-19 sangat luas bahkan bisa sampai pada kehidupan nya yang dikucilkan dimasyarakat.

Karena sebenarnya ada hak pasien yang harus dirahasiakan dan dilarang untuk dipublikasikan demi hak-hak kemanusiaannya.

Pada dasarnya, setiap pasien mempunyai hak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 32 huruf i Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Hak serupa juga diatur dalam Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Kesehatan dan Pasal 17 huruf h angka 2 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang pada pokoknya mengatur bahwa setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan dan setiap badan publik wajib membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali, salah satunya, mengenai riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang, karena bila dibuka dan diberikan kepada pemohon informasi publik dapat mengungkapkan rahasia pribadi.

Apalagi dalam hal ini telah melakukan perintah perbuatan penjemputan dengan protokol Covid-19 pada pasien yang salah. Tegasnya.

Selasa 8 September 2020
Penulis : Bowo Hariyanto
Editor : Warsito (Wnp)

Terkait

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments