Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Dana PKH Diduga Disunat, Belasan Emak-Emak Grudhuk Dinsos Aceh Utara

Dana PKH Diduga Disunat, Belasan Emak-Emak Grudhuk Dinsos Aceh Utara

Lhokseumawe,-Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indone­sia telah melaksanakan PKH. ProgramPerlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.(27/7/20)

Namun beda yang terjadi di wiyalah gampong diduga Terjadi Pengutipan dana dari para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) warga dari berapa gampong di Kecamatan Sawang, (Grudhuk) Kantor Dinas Sosial, Kabupaten Aceh Utara.

Kehadiran mereka ke instansi pemerintah itu untuk melaporkan terkait dugaan pengutipan dana yang dilakukan oleh koordinator PKH Gampong sebesar 10 persen pada setiap penarikan dana bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Pemotongan itu terjadi sejak tahun 2012 hingga tahun 2017. Puluhan emak-emak dari tujuh Gampong dalam Kecamatan Sawang mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, untuk melaporkan kejadian tersebut.

Adapun masyarakat yang datang Disos Aceh Utara diantaranya, dari Gampong Riseh Tunoeng, Riseh Baroeh, Gampong Sawang.

Rumah Penerima PKH di Kecamatan Blang Mangat Ditempeli Stiker Oleh Muspika dan Dinas

Ketua Kelompok PKH Dusun Lhokdrin Barat, Gampong Riseh Tunong, Murni (40), saat diwawancarai awak media ini, Senin (27/7’20), membenarkan hal tersebut, bahkan dirinya mengaku melakukan pengutipan dana sebesar 10 persen pada setiap anggota atau penerima atas perintah oknum pendamping PKH Kecamatan Sawang.

Menurutnya, pengutipan itu dilakukan sejak tahun tahun 2012 hingga 2017. Namun pengutipan itu bukan hasil kesepakatan bersama, tetapi secara sepihak.” Oknum pendamping kecamatan memerintahkan saya untuk mengutip uang setiap penarikan sebesar 10 persen. ujar Murni yang juga anggota PKH

“Semua dana yang saya kutip saya serahkan kepada oknum pendamping kecamatan, saya hanya di berikan 2 ratus hingga 250 Ribu saja” sebut Murni yang juga anggota PKH Gampong Lhokdrin Barat.

Rumah Penerima PKH di Matangkuli ditempeli Stiker Keluarga tidak mampu disebutkan, mereka menjadi anggota Program Keluarga Harapan sejak tahun 2012 hingga 2017. Namun selanjutnya kami tidak kami tidak lagi menerima bantuan tersebut.” Kami sudah tidak terdaftar lagi sebagai peserta.” demikian jelas Murni.

Pantauan awak media ini, kehadiran belasan emak-emak ke Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, diterima Kepala Seksi Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial, Hasbalah yang oleh Kordinator PKH Kabupaten Aceh Utara, Amru. Pertemuan warga dan pihak dinas di gelar di Mussallah di lingkungan kantor tersebut.

Dalam pertemuan itu para warga juga memaparkan maksud kehadiran mereka, terkait dugaan pengutipan dana oleh oknum koordinator dari tahun 2012 hingga 2017. Selain itu mereka juga memaparkan terkait pemberhentian mereka dari daftar penerima secara sepihak. Padahal mereka masih membutuhkan dana itu untuk biaya hidup dan pembelian keperluan sekolah putra putri mereka, Ucapnya.

Rumah Keluarga Peneriman Manfaat PKH di Lhoksukon ditempeli Stiker Dalam pertemuan itu, Pihak Dinas dan Koordinator PKH Kabupaten, berjanji akan turun ke daerah untuk melakukan pendataan kembali terkait kelayakan penerima bantuan tersebut, sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemensos dan perundang-undangan yang berlaku.

Editor : Umy

Terkait

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments