Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Warga Kandangsapi Sragen Laporkan Oknum Petugas Tagih Listrik Ke Pihak Yang Berwajib

Warga Kandangsapi Sragen Laporkan Oknum Petugas Tagih Listrik Ke Pihak Yang Berwajib

SRAGEN, -Warga Desa Kandangsapi Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen Melaporkan AW seorang oknum petugas tagihan listrik kepada pihak berwajib. Rabu(24/6/2020).

AW dilaporkan atas dugaan pemalsuan struk pembayaran listrik warga.

Menurut warga kronologi bermula sekira bulan Mei 2017 warga telah melakukan pembayaran melalui AW yang disebut warga sebagai petugas. Namun berjalan beberapa bulan warga justru malah menerima surat dari kantor pos yang berisi perihal tagihan yang belum dibayar oleh warga.

Diketahui ada warga sebanyak Empat Dusun yang mendapatkan surat yang sama dari kantor pos.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan bahwa saat itu warga benar-benar sudah membayar lunas dan mendapatkan struk sebagai bukti pembayaran. Hal itu tentu mengejutkan warga, sedangkan apa yang menjadi kewajiban untuk membayar tagihan listrik sudah dipenuhi. “Warga mendapatkan surat dari kantor pos mengenai tagihan yang belum dibayar oleh warga, padahal warga sudah membayar semua dengan lunas. Warga kaget mendapati itu,”. Papar P.

Bukti laporan ke Polres Sragen

Salah satu warga saat ditemui awak media ini ia menjelasakan Untuk melaporkan ini didampingi Sugiyanto Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Lidik Krimsus RI dan rekan alamat” Jalan Kelud Raya Nomor 21 Sampangan Semarang jateng.

Sementara Sugiyanto saat ditemui media ini ia menyampaikan barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukan sebagai bukti dari pada suatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam bulan.

Lebih lanjut Sugiyanto menjelaskan jika AW terbukti melakukan tindakan tersebut maka iya dapat terjerat pasal 264 KUHP pidana adalah Pemalsuan surat diancam dengan pidana penjara paling lama delapan tahun, tegasnya. (Ws)

Editor : Umy

Terkait

Sadis! Bupati Dogiyai Diduga Menikam Istrinya Sendiri

November 2, 2021

Nabire, Papua – Baru-baru ini Nabire dihebohkan dengan kasus penganiayaan terhadap Makdalena Tebai (28), yang diketahui merupakan istri Bupati Dogiyai. Penganiaayaan terhadap Makdalena tersebut...

Dana PKH Bu Toina Raib 5 Bulan, Pendamping PKH dan Aparat Desa Simojayan Kurang Responsif

September 12, 2021

Dana PKH Bu Toina Raib 5 Bulan, Pendamping PKH dan Aparat Desa Simojayan Kurang Responsif Malang - (beritaistana.id); Masih di Desa Simojayan RT 07/RW 04 Kecamatan Ampelgading, seorang penerima...

Danyonarmed 11 Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Prajurit Berprestasi

September 11, 2021

Danyonarmed 11 Kostrad Berikan Penghargaan Kepada Prajurit Berprestasi Magelang - Brita Istana Negara.Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan semangat para Prajurit Guntur Geni, Danyonarmed...

Baru Dibangun Talud Desa Kletekan Sudah Mulai Retak Retak

September 10, 2021

Baru Dibangun Talud Desa Kletekan Sudah Mulai Retak Retak Berita istana Ngawi, berbekal informasi masyarakat yang menyebut proyek bangunan TPT atau talud penahan tanah di desa Kletekan kecamatan...

Disaat Pencairan Dana BPNT E-Warung Desa Simojayan Ampelgading Malang Menaikan Harga Berlebihan

September 9, 2021

Disaat Pencairan Dana BPNT E-Warung Desa Simojayan Ampelgading Malang Menaikan Harga Berlebihan MALANG,- Media beritaistana.id dan Anggota Reclasseering Indonesia mengklarifikasi terkait...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments