Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

SEPENGGAL CERITA DI LERENG BAGOR

Foto Oleh: Warsito (Wnp)

Joko Mulyono

BERITAISTANA.COM SRAGEN- Setelah beberapa hari berjibaku mencari sosok inspiratif, kembali saya bersama tim menuju arah kabupaten Sragen. Kami memang berkomitmen mencari orang yang bisa menularkan prestasinya kepada masyarakat. Setidaknya orang itu punya cita cita ingin merubah daerahnya.

Desir angin AC mobil yang kami kendarai, mencoba meredam panas dari hantaman sinar matahari yang masih sangat menyengat. Kami hanya ingin menemui pemuda yang konon cerita memiliki keinginan untuk merubah kehidupan di desanya.

Wilayah ini perbukitan, dalam berkendara kami harus hati hati karena jalan tidak begitu lebar. Tujuan kami ke arah Dusun Tegal Rejo RT 4 Desa Bagor, Kec Miri, Kab Sragen, Menuju dukuh Tegal Rejo kami disuguhi pemandangan yang sangat rupawan, kanan kiri jalan ditumbuhi pohon jati yang tersusun rapi. Ada bukit dan lembah yang seandainya diperdayakan akan memiliki dampak ekonomi.

Melihat pemandangan elok dukuh Tegal Rejo pikiranku menjadi liar, ” mungkin suatu saat bisa dibangun wisata berbasis alam seperti flying Fox, outbound” dan masih banyak lagi.

Tidak berapa lama kami tiba di lokasi, namun rumah yang kami tuju keliru, sang pemilik rumah memberikan arahan bahwa rumah yang seharusnya kami tuju masih sekitar seratus meter.

Benar saja rumah berpenampilan sederhana menyambut kedatangan kami. Tak selang lama pemilik rumah keluar beliau memperkenalkan diri yang ternyata bernama Joko Mulyono. Mas Joko adalah sosok pemuda yang konon ingin merubah desanya menjadi desa yang kreatif dan mandiri sehingga yang mampu bersaing dengan desa yang lainnya. Ditemani beberapa warga ternyata apa yang saya pikirkan tentang konsep wisata berbasis alam beliau pun juga berfikir sama, menurutnya wilayah Desa Bagor Dusun Tegal Rejo berpotensi menjadi tempat wisata berbasis alam. Pemuda ini cerdas juga pikirku dalam hati.

Sama seperti wilayah lain di bekas karisidenan Surakarta, gaya bahasanya memiliki diksi yang natural. Ayah dari satu anak ini adalah memiliki kegiatan sehari-hari sebagai pekerja serabutan. Semangatnya mengubah pola pikir masyarakat sangat tinggi. Dahulu kala beliau sempat melanjutkan sekolah ke tingkat atas namun apa daya kondisinya sudah tidak memungkinkan hingga Beliau harus puas belajar sampai tingkat SMP.

Menurut mas Joko Mulyono, sebenarnya Desa Bagor selain wisata banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari wilayah penghasil palawija hingga potensi makanan olahan. Namun sayang banyak pemuda yang kurang berminat tinggal di desa, menurutnya mereka lebih suka merantau ke kota daripada membangun Desa.

Banyak ide yang sangat masuk akal yang kami dengar dari pemuda yang hanya lulusan SMP ini. Memang benar adanya pendidikan tinggi tidak menjamin orang berfikir kritis. Sebaliknya orang yang berpendidikan rendah justru menginspirasi orang. Mendengar cerita yang sangat lugas dari mas Joko sampai kami lupa untuk menyantap suguhan diatas meja. Lemper hangat dan tahu susur dipadu dengan kopi hitam kental menambah riang suasana.

Bagi pemuda ini walaupun dilahirkan di keluarga yang sederhana dengan kondisi alam yang kurang mendukung namun semangat meraih cita-citanya patut didukung. Bukit Bagor yang tandus ternyata tidak menjadikannya angkuh, sebaliknya sopan dan santun kepada masyarakat yang ia lakukan selama ini. Suasana menjelang sore riang warga menemani langkah kami menuju mobil, kali ini saya tindak injak gas namun duduk di jok depan sebelah kiri. Pikiran masih melayang, andaikata banyak pemuda berfikir seperti mas Joko Mulyono ini alangkah cepatnya kemajuan di Indonesia.

Jadi ingat kalimat Bung Karno” Berikan Aku sepuluh pemuda niscaya akan Ku guncang Dunia”. Memang benar, Pemuda harus berani menjadi agen perubahan, tentunya ini adalah Pemuda yang cerdas idealis dan siap berada di tengah-tengah rakyat.

Sragen 12 September 2019

Penulis: Gatotkoco Suroso

Editor: Warsito ( Wnp )

Terkait

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

Oknum Polri Berpangkat Kompol Jadi Kurir Narkotika

Oktober 25, 2020

Pekanbaru, |Dirresnarkoba Polda Riau Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri dengan barang bukti sebanyak 16 kilogram, dan mengamankan dua tersangka, pengungkapan...

Pemdes Arse Simatorkis Tentukan Titik Rencana Pembangunan Jembatan Gantung

Oktober 24, 2020

Sabtu, 24 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas,-Pemerintahan Desa Arse (Pemdes) Simatorkis Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) tentukan titik rencana pembangunan jembatan gantung...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Ndhika insan
Ndhika insan
1 year ago

Mari kita bangun desa bagor kec miri kab sragen menjadi yang baik

Alexandria
Alexandria
1 year ago

Semoga tercapai cita-citamu