Rombongan Korupsi Kabupaten Kudus Prov Jateng

Sel, 4 Feb 2020 08:22:57am [update-viewer] author Berita Istana
IMG_20200204_080704

Selasa 4 februari 2020| Sumber : Antarajateng | Editor : Umy

Dahulu semboyan kota Kudus adalah “Semarak” (sehat, elok, maju, aman, rapi, asri, konstitusional), semboyan tersebut tidak sepopuler dengan julukan Kudus Kota Santri dan Kota Kretek. Dua julukan tersebut sudah melekat bagi Kota Kudus.

SEMARANG, BERITAistana.com– Pengusaha bus asal Kudus, Hariyanto, disebut sering menagih utang kepada Bupati Nonaktif M.Tamzil yang didukungnya melalui pendanaan dalam Pilkada 2018.

Hal tersebut diungkapkan mantan PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kudus Heru Subiyantoko saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap Bupati Kudus di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin 3 Februari 2020.

Menurut dia, Bupati Tamzil pernah menyampaikan sering ditagih oleh Hariyanto dan kalau ada uang agar diberikan.

 

Ia mengaku tidak tahu jumlah uang yang ditagihkan Hariyanto kepada Tamzil.

Namun, Heri mengaku memberi Hariyanto uang dengan total Rp.850 juta.

“Tidak tahu utang apa. Setahu saya Pak Hariyanto yang membiayai pasangan Tamzil-Hartopo saat pilkada,” kata Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus itu dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sulistyono itu.

Adapun sumber uang yang diberikannya kepada Hariyanto, kata dia, berasal dari para pelaksana proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Kudus.

“Saya minta bantuan para rekanan yang mengerjakan proyek di Kudus,” katanya.

Selain uang untuk keperluan membayar utang bupati, lanjut dia, para rekanan juga diminta menyetor uang untuk keperluan THR menjelang Lebaran.

Ia menyebut pemberian uang THR menjelang Lebaran dari para pengusaha itu sebagai hal yang lumrah.

Sementara itu, salah satu kontraktor yang juga diperiksa sebagai saksi, Direktur CV Bangkit Santoso, M.Sariyun, mengakui para kontraktor sering memberikan uang kepada Kepala Dinas PUPR.

Selain kepada Heru, saksi juga pernah menyetorkan uang kepada Kepala Dinas PUPR sebelum Heru Subiyantoko yang saat ini menjabat sebagai Sekda Kudus Samani Intakoris.

Dan sekda SAMANI juga menerima fee proyek sebelum menjabat sekda dan masih menjabat di PUPR dan itu di akui di persidangan kami warga Kudus berharap agar kudus di bersihkan dari kotoran2 koroptor.

“Hampir semua kontraktor memberi uang ke Pak Samani,” katanya.[*]

COPYRIGHT © ANTARAJATENG 2020

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]

Diduga Putus Cinta, Pemuda Sayur Matua Cari Jalan Pintas

Sab, 22 Feb 2020 06:25:57pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Monitoring Komisi A DPRD Palas, Disambut Panitia SKD CPNS

Sab, 22 Feb 2020 03:30:44pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Ganjar Lepas Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh

Sab, 22 Feb 2020 09:44:40am [myexcerpt]
[bigthumb]

Dankodiklatau Lantik 480 Bintara Baru TNI AU

Jum, 21 Feb 2020 01:21:46pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Ini Pesan Dandim Solo di Acara Talk Show MTA TV

Jum, 21 Feb 2020 01:12:40pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor