Ricuh di Gondai, Wartawan Ditendang, Kamera Dirampas

Rab, 5 Feb 2020 05:18:56pm [update-viewer] author Berita Istana
IMG-20200205-WA0165

Ricuh di Gondai, Wartawan Ditendang, Kamera Dirampas

Rabu 5 Februari 2020

Pelalawan,Beritaistana.com – Kericuhan kembali terjadi di lokasi lahan plasma warga di Desa Gondai, Kecamayan Langgam, Pelalawan, Riau, menyebabkan sejumlah warga terluka dan seorang wartawan MNC Media Indra Yoserizal ditendang dan dipukul pihak security PT Nusa Wana Raya (NWR).

“Saya ditendang, dipukul hingga diseret,” kata Indra Yoserizal, reporter MNC Media kepada pers di lokasi kejadian, Rabu siang (5/2/2020).

Selain itu, perangkat kerja berupa kamera milik Indra juga dirampas dan sampai sekarang belum dikembalikan oleh security NWR.

Indra berniat melaporkan insiden itu ke kepolisian dan meminta perlindungan ke Dewan Pers.

“Saya berniat melaporkan kejadian ini ke Polres Pelalawan atau Polda,” katanya.

Di lokasi kejadian, Indra datang bersama rekan media lainnya pada pukul 10.00 WIB.

Ketika itu situasi sedang memanas, antara warga dengan security perusahaan NWR saling lempar batu hingga kemudian terjadi pengejaran oleh ratusan security NWR terhadap warga.

“Ketika itu saya sedang mendokumentasikan peristiwa, berlindung di areal perkebunan. Sudah saya jelaskan saya wartawan, tapi tetap dipukul dan kamera dirampas, dirusak juga,” kata Indra.

Indra menjelaskan, saat itu dia sedang merekam aksi pemukulan terhadap sejumlah warga yang berlarian.

Indra menjelaskan, setelah sempat dianiaya, pihaknya juga sempat disekap oleh segerombolan security hingga diintervensi.

Dikatakannya, sampai sekarang kameranya belum dikembalikan, padahal ada rekaman peristiwa pada saat itu.

Humas Polres Pelalawan Iptu Edy yang ditemui di lokasi kejadian mengakui prihatin atas insiden yang menyebabkan luka jurnalis MNC Media.

“Kami sangat menyayangkan kejadian inj, dan saya berharap teman-teman pers lebih hati-hati dalam menjalankan tugasnya,” kata dia.

Ketika peristiwa bentrok berlangsung, aparat kepolisian belum berada di lokasi kejadian.

Ratusan personel polisi baru tiba di lokasi setelah insiden bentrok mereda, namun hingga siang pukul 11.45 WIB situasi di Gondai masih mencekam.

Ratusan masyarakat terus berdatangan dengan membawa benda tumpul dan benda tajam.

“Kami tidak takut mati untuk mempertahankan kebun yang menjadi matapencaharian kami,” kata Siti, seorang ibu pemilik kebun plasma di Desa Gondai.

Sejumlah Warga Terluka

Dilaporkan dalam peristiwa bentrok lanjutan pada Rabu (5/2/2020) di Desa Gondai, Pelalawan, selain wartawan juga ada sebanyak 5 orang warga yang mengalami luka akibat dianiaya, satu di antaranya luka robek di bagian kepala.

“Warga yang terluka parah ada satu, kepalanya robek,” kata Ariya, saksi mata.

Akibat peristiwa itu, sebanyak lima unit kendaraan warga juga dirusak.

Sementara, sebelumnya, masyarakat juga membakar tiga unit alat berat yang di datangkan NWR untuk mengeksekusi lahan plasma yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Gondai.

“Pak Jokowi, tolong kami sebelum kami mati,” kata warga.(rls)

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]
[bigthumb]

Diduga Putus Cinta, Pemuda Sayur Matua Cari Jalan Pintas

Sab, 22 Feb 2020 06:25:57pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Monitoring Komisi A DPRD Palas, Disambut Panitia SKD CPNS

Sab, 22 Feb 2020 03:30:44pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Ganjar Lepas Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh

Sab, 22 Feb 2020 09:44:40am [myexcerpt]
[bigthumb]

Dankodiklatau Lantik 480 Bintara Baru TNI AU

Jum, 21 Feb 2020 01:21:46pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Ini Pesan Dandim Solo di Acara Talk Show MTA TV

Jum, 21 Feb 2020 01:12:40pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor