Pungutan Liar (PUNGLI) PTSL Desa Karangpelem Kedawung Sragen, Sesuai Arahan Bupati

Sen, 13 Jan 2020 03:23:04pm [update-viewer] author Berita Istana
IMG_20200113_151414

Pungutan Liar (PUNGLI) PTSL Sragen, Sesuai Arahan Bupati

Senin 13 Januari 2020 | Penulis : Suhendra | Editor ; Tri Widodo jam 15; 22 : WIB

SRAGEN, BERITAistana.com-Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), jadi ladang empuk pungutan liar. Kendati, Ratusan kepala desa yang sudah masuk BUI. Namun tidak memberi efek jera. Di duga, masih ada banyak oknum yang bermain untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Salah satu dugaan pungutan liar lainnya terjadi di Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen Provinsi Jateng. Dari informasi yang didapat, kegiatan pungutan liar (PUNGLI) ini, disebut-sebut sudah sesuai kesepakatan bersama. Termasuk Bupati, BPN, Kejaksaan dan pihak kepolisian setempat.

Pada hari Kamis tanggal 25 Januari 2018 bertempat di balai desa karangpelem telah diadakan rencana anggaran biaya penyelenggaraan program pemerintah tentang PTSL (Pendaftaran Tanah sistematis lengkap)

Dari musyawarah tersebut menghasilkan keputusan kesepakatan sebagai berikut :
1.Rencana anggaran biaya (RAB) penyelenggaraan PTSL untuk setiap bidang / orang dikenakan biaya sebesar Rp. 800 ribu rupiah.

Adapun rincian sebagai berikut:

Metode PTSL ini merupakan inovasi pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat: sandang, pangan, dan papan. Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018.

Dikatakannya, pungutan dilakukan oleh Panitia PTSL dengan mendatangi dirinya. Namun, beberapa warga ada yang menyetor di kantor desa dan rumah pribadi Panitia PTSL.

Menurut keterangan, uang yang ditarik untuk kepengurusan PTSL jumlahnya relatif tidak sama. Sementara dia sendiri, diminta untuk membayar Rp. 800 ribu. Sedangkan, jika orang yang memiliki lahan di desa karangpelem, namun tinggal di daerah lain, bisa mencapai Rp. 1 juta lebih.

“Untuk jumlah uang yang ditarik oleh panitia, harus dilakukan penyelidikan lebih mendalam. Artinya, informasi ini masih sebatas pembicaraan dilapangan. Bisa lebih besar. Berkemungkinan juga lebih kecil dari itu,” .Dan yang pasti, menurut keterangan sumber, dirinya ditarik dana Rp. 800 ribu.

Padahal, dalam program PTSL ada keputusan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor: 25/SKB/V/2017, Nomor: 590-3167A Tahun 2017, Nomor: 34 Tahun 2017 tentang pembiayaan persiapan PTSL, keputusan ketujuh nomor 5 yang bertuliskan Kategori V (Jawa dan Bali) sebesar Rp.150.000,-

Sementara itu, Kepala Desa Karangpelem, bernama Wanto S.TP . Ketika dikonfirmasi, mengaku memang ada penarikan biaya Rp. 800 Namun itu digunakan untuk pemberkasan, untuk BPN Namun jumlahnya hanya Rp. 650 ribu per personal yang mengurus sertifikat. Dan itu sesuai dengan kesepakatan kabupaten.

Awalnya, memang Rp. 800 ribu rupiah. Namun karena adanya arahan dari Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dalam rapat di pemerintah kabupaten, disaksikan dari Kejaksaan, Kepolisian dan BPN sendiri, disepakati hanya Rp. 650 ribu.

“Ini arahan dari Bupati dan kesepakatan dari berbagai pihak,” ungkap Wanto.

Sebenarnya, sebelum keputusan ini, awalnya masyarakat bisa mengurus pemberkasan sendiri. Dan akhirnya keluarlah kesepakatan ini, Ucapnya.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika dihubungi awak media ini belum menjawab.

Terpisah Camat Kedawung Bowo ketika dihubungi media BERITAistana.com menjelaskan, Tadi saya juga ketemu Pak Lurah di apel Kecamatan, Infonya… pungutan tersebut sudah sesuai MOU bupati dengan jajaran Rp. 600, Besok kami akan klarifikasi ke desa Untuk kevalidan data.Ucapnya.

 

Bersambung..!!!

 

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]

Orang yang Pintar dan Hebat Sering Kalah Dengan Orang Penjilat

Sel, 21 Jan 2020 07:17:29pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Ganjar Larang Rumah Sakit Tolak Pasien Miskin

Sel, 21 Jan 2020 06:03:29pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Ganjar Lantik 14 Pejabat, Setahun Tidak Perform Langsung Copot

Sen, 20 Jan 2020 09:19:57pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Anggota DPRD Jabar Kunjungi Ganjar, Saling Lempar Pujian

Sen, 20 Jan 2020 07:41:03pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor