Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Proyek DD Di Desa Mojokerto Kedawung Ini Bakal Berbuntut Panjang

Senin 23 Desember 2019: Editor: Warsito Nusantoro Pamungkas

SRAGEN —BERITAistana.com– Pembangunan jalan desa di Dusun Kawis, Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung dikeluhkan warga. Pasalnya, proyek jalan dengan anggaran dari Dana Desa (DD) malah menimbulkan debu. Baru dua pekan selesai dibangun, banyak bagian yang retak dan mengelupas. Sehingga warga menuding, proyek jalan dengan anggaran Rp 135 Juta itu diduga kualitasnya buruk.

Salah satu warga setempat, Supardi (53), mengungkapkan pengecoran jalan di kampungnya tak sesuai harapan, lantaran kualitasnya buruk.

“Sehingga banyak batu kerikil yang terlihat menonjol, karena kerekatan campuran semen mungkin tidak seimbang,” kata Supardi, kemarin.

Dia mengungkapkan, sejak pengecoran kelar dua pekan ini, jalan malah berdebu hingga banyak warga yang mengeluh. Anehnya lagi, kondisi jalan baru sudah banyak yang retak-retak dan mengelupas.

Menurut Supardi, saat pengerjaan pihaknya melihat campuran pasir, semen maupun kerikil tak seimbang. Misalnya, satu sak semen, untuk pasir tak ada takaran. Parahnya lagi, semen yang digunakan kelas dua, sehingga kualitasnya jelek, Kemudian ketebalan seharusnya di atas 10 cm, ternyata hanya 9 cm.

“Melihat kondisi itu jelas, proyek jalan tersebut tak sesuai dengan harapan warga,” tandas Supardi.

Sementara Sekretaris Desa Mojokerto Surono menjelaskan, pihaknya memastikan proyek jalan desa kebayanan Kawis sudah sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB). Soal munculnya debu, mungkin karena semen yang sempat ditaburkan ke pengecoran jalan, pasca diratakan.

Sehingga bila taburan semen kering, merekat dengan cor otomatis nanti tak berdebu. Begitu juga soal ketebalan jalan, pihaknya memastikan lebih dari 10 cm. Bahkan karena kontruksi jalan yang tidak rata, beberapa bagian ketebalan malah lebih tinggi.

“Soal semen dalam aturan tidak menyebutkan merek, sehingga semua bisa digunakan. Kami pastikan proyek jalan kualitasnya sesuai dengan RAB yang ada,” terang Surono.

Sedangkan untuk pengerjaan jalan itu, kata Sekdes Surono, meski di lapangan sebagai pelaksanana Kadus setempat, namun semua dalam pengawasan TPK maupun pihak desa. Sehingga dinilai secara aturan juga tak ada masalah.

Kontributor : Tiam BI

Terkait

Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang

April 25, 2021

Jawa Timur, -Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang. Anggota DPR RI Dapil V Malang Raya Fraksi PDIP yang juga merupakan Diva Indonesia,...

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

April 24, 2021

BALI- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri akan memberikan yang terbaik dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Saat ini, kata Sigit, Polri...

Terima Uang Sogokan Ratusan Juta Ditresnarkoba Bebaskan AMR Tumbalkan RUS

April 12, 2021

KALTENG - Penangkapan terhadap berinisial RUS oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng, disoal pihak keluarga karena dianggap janggal. ‎ Menurut Triyono, kepada media .........

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja

Maret 18, 2021

TORAJA_Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut meresmikan secara virtual Bandara Pantar di Nusa Tenggara Timur_ Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi penting artinya untuk...

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...