Pimred Berita istana Angkat Bicara: Wartawan Diancam Dibunuh Kok Belum Memenuhi Unsur!

Sel, 4 Feb 2020 09:29:19pm [update-viewer] author Berita Istana
FB_IMG_15578198308879500(1)

Pimred Berita istana Angkat Bicara: Wartawan Diancam Dibunuh Kok Belum Memenuhi Unsur!

BERITAISTANA.COM

ACEH TAMIANG,-BERITAistana.com .Pimred BERITAistana.com angkat bicara terkait ancaman terhadap dua wartawan di Aceh Tamiang. Ancam Membunuh, Termasuk Tindak Percobaan Pembunuhan? Selasa 4 februari 2020.

Dalam MoU itu tercantum para pihak berkoordinasi terkait perlindungan kemerdekaan pers menyangkut pelaksanaan tugas di bidang pers sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam Pasal 8 UU Pers menyatakan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum. Merujuk pada KUHP dan Pasal 18 UU Pers, pelaku kekerasan terancam hukuman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Warsito Nusantoro Pamungkas selaku pimpinan redaksi BERITAistana.com meminta polisi untuk bertindak tegas terhadap pelaku yang sudah mengancam mau mebunuh dua wartawan di Aceh Tamiang yakni, Muhammad Hanafiah dan Zulfadli, terlepas dari siapapun pelakunya harus ditindak tegas jangan sampai hukum ini mandul.

“Saya minta polisi mengusut dan menindak pelakunya secara hukum, tanpa peduli si A atau si B, karena Indonesia sudah memilih sistem demokrasi dan kritik sosial itu menjadi bagian dari demokrasi juga,” Tegas Warsito.

Terpisah Pimred Media Online LintasAtjeh.com turut mengomentari kasus pengancaman dua wartawan di Aceh Tamiang yang tidak ditindaklanjuti oleh pihak Polres Aceh Tamiang.

Hal itu diketahui berdasarkan SP2HP atau Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan yang diterima pelapor Muhammad Hanafiah. Surat bernomor SP2HP/07/I/Res 1.24/2020/Reskrim dari Satreskrim Polres Aceh Tamiang, perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan tersebut diterima pada Senin kemarin, 3 Januari 2020.

Sebelumnya kasus dugaan pengancaman terhadap dua wartawan, yakni Muhammad Hanafiah alias Bang Agam dan Zulfadli Idris alias Bang Iyong dilakukan oleh oknum pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang, berinisial Z Alias WL, yang dilaporkan pada 13 Agustus 2019 lalu.

“Jangan pula kita datangkan ahlinya ahli, intinya inti yang tenar kayak Mbah Ndul untuk menunjukkan unsur pidananya,” ujar Pimred LintasAtjeh.com, Ari Muzakki melalui siaran persnya, Selasa (04/02/2020).

Kata dia, sudah jelas dalam keterangan Muhammad Hanafiah sebagai pelapor menegaskan pihaknya diancam mau dibunuh oleh pelapor. “Jadi unsur mana yang tidak dipenuhi untuk ditindaklanjuti. Jangan biarkan orang jadi korban baru ada unsur,” sebutnya.

Lanjut Pimred, wartawan Lintas Atjeh juga jadi korban pengancaman pembunuhan itu. “Jadi, saya minta Polres Aceh Tamiang bertindak profesional dan proporsional. Jangan sampai hilang kepercayaan warga untuk melapor karena ketidakadilan aparat kepolisian,” harapnya sembari menyampaikan dukungan agar pihak Polres Aceh Tamiang meninjau ulang SP2HP itu.

Pimred Lintas Atjeh juga menyarankan agar kedua wartawan Aceh Tamiang kembali membuat laporan ulang dengan kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan di muka umum.

“Coba buat laporan ulang dengan bukti-bukti tambahan, kita tunggu hasilnya,” demikian sarannya. [AMZ/Red]

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]

Diduga Putus Cinta, Pemuda Sayur Matua Cari Jalan Pintas

Sab, 22 Feb 2020 06:25:57pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Monitoring Komisi A DPRD Palas, Disambut Panitia SKD CPNS

Sab, 22 Feb 2020 03:30:44pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Ganjar Lepas Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh

Sab, 22 Feb 2020 09:44:40am [myexcerpt]
[bigthumb]

Dankodiklatau Lantik 480 Bintara Baru TNI AU

Jum, 21 Feb 2020 01:21:46pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Ini Pesan Dandim Solo di Acara Talk Show MTA TV

Jum, 21 Feb 2020 01:12:40pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor