Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Pemukulan Jurnalis Bakal Dijerat Pidana

BEKASI – Pokja (Kelompok Kerja) wartawan Bekasi raya mengecam adanya dugaan pemukulan terhadap cahyono seorang jurnalis mutiara indo tv yang sedang melaksanakan tugasnya.

Diduga pemukulan yang di lakukan oleh salah satu Pekerja pelaksanaan kegiatan contraktor berinisial A, peristiwa kejadian dekat lokasi pekerjaan tepat pukul 00:30 Wib di perumahan regensi 2 blok CC RT 7/8 RW 18 kelurahan Wanasari kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Ketua Pokja wartawan Bekasi raya, Ari G misar, mengatakan, Jurnalis menjadi korban pemukulan saat menjalankan tugas, dalam kasus ini,

“pelaku bakal terjerat pasal 18 ayat 1, Undang-undang Pers, Nomor 40, Tahun 1999 tentang pers, isinya adalah, ‘Barang siapa dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat atau menghalangi tugas pers nasional dipidana dengan penjara paling lama dua tahun dengan denda paling banyak Rp 500 juta,”sementara pelaku dengan asas praduga tak bersalah itu bakal terjerat pidana

Pokja wartawan Bekasi raya geram dan menyesalkan yang telah dilakukan oleh Pekerja contraktor, pemukulan dari belakang yang dialami jurnalis itu, Hal ini terjadi ketika korban masih melaksanakan tugasnya

“Menyadari bahwa ini adalah masalah kriminal, kami dari Pokja memohon kepada pihak yang berwajib Agar segera menindaklanjuti tindak pidananya terhadap pemukulan jurnalis yang sedang bertugas,” demikian lanjut ketua Pokja.

Kasus-kasus seperti ini jangan diabaikan karena ini adalah kriminal bahkan mutlak Pidana, sebagai bagian dari interaksi sehari-hari antara jurnalis dan sumber berita

“Pokja percaya bahwa dengan munculnya suara dari beberapa jurnalis yang berani, berarti ini saatnya bagi kantor media untuk merespons kasus tersebut dengan serius, dan mempertimbangkan membuat kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut,” ucapnya

Pokja berpendapat mesti ada batasan hubungan baik dengan narasumber, Perlu ada saluran yang jelas agar masalah semacam ini tidak terulang pemukulan terhadap jurnalis yang sedang bertugas, tegasnya.

Sebagai Pokja wartawan yang memperjuangkan kemerdekaan pers dan hak-hak praktisi media, Pokja wartawan sepakat pelecehan tersebut harus segera ditindaklanjuti, menekankan pentingnya bagi jurnalis dan membangun narasumber secara profesional dengan didasarkan pada prinsip saling menghormati, imbuhnya ( fj ) /Umy

Bekasi 19 September 2019

Kontributor: Fj

Editor: Warsito (Wnp)

Terkait

Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang

April 25, 2021

Jawa Timur, -Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang. Anggota DPR RI Dapil V Malang Raya Fraksi PDIP yang juga merupakan Diva Indonesia,...

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

April 24, 2021

BALI- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri akan memberikan yang terbaik dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Saat ini, kata Sigit, Polri...

Terima Uang Sogokan Ratusan Juta Ditresnarkoba Bebaskan AMR Tumbalkan RUS

April 12, 2021

KALTENG - Penangkapan terhadap berinisial RUS oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng, disoal pihak keluarga karena dianggap janggal. ‎ Menurut Triyono, kepada media .........

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja

Maret 18, 2021

TORAJA_Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut meresmikan secara virtual Bandara Pantar di Nusa Tenggara Timur_ Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi penting artinya untuk...

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments