PEMBAGIAN BROSUR TOKO TABLET DIRUMAH MAKAN HAJAH MAIMOEN DIPERTANYAKAN

Rab, 29 Jan 2020 01:00:40pm [update-viewer] author Berita Istana
IMG-20200129-WA0092

KS PANA SDN WONOREJO 1 menunjukan brosur toko Ladang yang dibagi waktu rapat di rumah makan Maimoen

PEMBAGIAN BROSUR TOKO TABLET DIRUMAH MAKAN HAJAH MAIMOEN DIPERTANYAKAN

Rabu 29 Januari 2020| Penulis : Bd | Editor ; Tri Widodo | Foto Oleh : Budi

BERITA ISTANA.COM

Berita Istana.Com Ngawi, dugaan amburadul dan indikasi diarahkan ke salah satu toko tablet kompiuter juga piranti komputer lainya semakin mengemuka saja, setelah ada pengakuan dari kepala sekolah penerima bantuan BOS AFIRMASI.

Tiam media Berita Istana.Com Rabu 29/1/2020 mencoba menelusuri beberapa pejabat terkait didinas pendidikan kabupaten Ngawi, Sumiati kabid sekolah dasar ketika diklarifikasi terkait hal tersebut menyatakan tidak mengetahui, ” memang waktu itu kalau gak salah bulan nopember 2019 saya diajak rapat sosialisai dirumah makan tersebut membuka rapat, namun saya tidak mengetahui hal itu, ” jelas mantan kepala UPTD pendidikan Ngawi kota.

Lebih jauh Sumiati ketika ditanya tentang program BOS Afirmasi menyatakan banyak tidak mengetahui, ” itu yang ngurusi bagian perencanaan, kalau gak salah jumplah SD penerima aekitar 140 an lebih, itu saja saya taunya malah dari teman luar dinas, ” jlentrehnya sambil menerangkan kalau tidak dikasih data sekolah dasar penerima.

Sumiati kabid Dikdas pendidikan Ngawi

Diwaktu yang sama, sekdin pendidikan Fachrudin saat dikonfirmasi diruang kerjanya terlihat sedikit irit dalam memberikan keterangan.

Namun diungkapkan bahwa memang benar ada rapat itu dirumah makan hajah Maimoen, namun setelah sambutan kemudian meninggalkan acara, “jadi tidak tau kalau ada kegiatan pembagian brosur salah-satu toko, kalau gak salah yang bertugas membagi nasi kotak 2 orang, “jelas Sekdin pendidikan ini.

Terpisah Gembong pramono satyo SH, pengacara senior Ngawi menangggapi sangat prihatin adanya program BOS AFIRMASI dan KINERJA yang seperti itu, “kalau seperti masyarakat jadi yang rugi, khususnya murid – murid yang harusnya sudah bisa menikmati pembelajaran lewat tablet kompiuter jadi gigit jari, apalagi ada teknis pembagian brosur Salah satu toko tertentu di ruang rapat, bisa dicium ada aroma ketidakberesan, ” jlentreh Gembong pada awak media, sambil mewanti-wanti untuk terus mengawal program pemerintah yang tentunya bertujuan baik tersebut.

Untuk diketahui bahwa BOS AFIRMASI dan BOS KINERJA merupakan bantuan pemerintah pusat melaui kementrian pendidikan berupa dana kemasing masing sekolah dengan peruntukan pembelian tablet kompiuter 2 juta Rupiah kali persiswa penerima ditambah 24 juta Rupiah untuk penyedian aplikasi rumah belajar termasuk proyektor, labtop, flasdist. Namun dalam perjalananya barang-barang yang dipesan sekolah banyak yang belum datang padahal program tahun 2019.

Diduga penyebab belum datangnya barang toko penyedia yaitu toko Ladang yang brosurnya dibagi ketika rapat dirumah makan Maimoen tidak bisa mencukupi.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan program yang ada di SMK, pengadaan tablet kompiuter si tingkat sekolah menengah kejuruan di Ngawi sudah beres tahun 2019,karena sekolah leluasa memilih toko online SIPLAH yang memang sangat banyak. Bersambung ( Bd)

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]

Diduga Putus Cinta, Pemuda Sayur Matua Cari Jalan Pintas

Sab, 22 Feb 2020 06:25:57pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Monitoring Komisi A DPRD Palas, Disambut Panitia SKD CPNS

Sab, 22 Feb 2020 03:30:44pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Ganjar Lepas Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh

Sab, 22 Feb 2020 09:44:40am [myexcerpt]
[bigthumb]

Dankodiklatau Lantik 480 Bintara Baru TNI AU

Jum, 21 Feb 2020 01:21:46pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Ini Pesan Dandim Solo di Acara Talk Show MTA TV

Jum, 21 Feb 2020 01:12:40pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor