Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Meski Sudah Ditertibkan Polda Jateng PT-Mitra Makmur Karyatama Nekat Beroprasi Lagi

Meski Sudah di Tertipkan Polda Jateng PT-Makmur Karyatama Nekat Beroprasi Lagi

Selasa 4 februari 2020| Penulis : Tiam BERITAistana.com Klaten

KLATEN-, Mitra makmur karyatama berurusan dengan Polisi lagi. Masih tak asing ditelinga masyarakat atas kesalahan fatal yang telah dilakukan PT. Mitra Makmur Karyatama hingga mengakibatkan hilangnya 1 nyawa operator Excavator akibat tertimbun tanah longsor yang menimpa 1 unit Excavator 1unit truck pada bulan November 2019 lalu, dengan keselahan yang telah dilakukan oleh PT MMK tambang yang terletak di Dusun Pucangan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Provinsi Jawa tengah tersebut.

Seperti tak kenal lelah untuk melakukan tindakan pelanggaran-pelanggaran untuk mengeruk keuntungan pribadi nya, PT Mitra Makmur Karyatama, diduga telah melakukan pelanggaran yang lebih tidak kalah gilanya yaitu melakukan penambangan di luar stocpfil yang sudah tersedia. PT tersebut memilih melakukan penambangan di tebingan dan akhiran pada hari Sabtu 1 Febuari 2020 kemarin anggota Krimsus Polda Jawa Tengah berhasil tertipkan tambang PT. MMK dan sudah dipasang garis polisi oleh anggota Polisi.

Sementara saat beritaistana.com bertemu dengan Indrawiyana Aktivis Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten. Senin 3 Februari 2020 ya mas kami masih tetap kawal kegiatan tambang milik PT. Mitra Makmur Karyatama. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Mitra Makmur Karyatama, ini cukup serius harusnya pihak dinas terkait segera memberikan sanksi cabut izin nya karena niat an PT tersebut ini sudah terlihat tidak baik izin nya Perkebunan faktanya justru merusak alam disini unsur perkebunannya dimana orang lokasi izin milik PT MMK ini justru semakin rusak kok malah dia melakukan penggalian di tebing sisi Utara ini emang sudah ilegal mining, kami dari masyarakat Klaten yang cinta Alam sangat mendukung dan terimakasih atas tindakan yang di lakukan Krimsus Polda Jateng semoga dengan tindakan ini bisa jadi peringatan untuk tambang yang lain. Dan dinas jangan saling lempar tanggung jawab izin perkebunan ini.

Tanggung jawab pemkab Karena rekomtek yang di keluarkan dispertan dan DLHK atas persetujuan bupati Klaten.

Terkait

Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang

April 25, 2021

Jawa Timur, -Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang. Anggota DPR RI Dapil V Malang Raya Fraksi PDIP yang juga merupakan Diva Indonesia,...

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

April 24, 2021

BALI- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri akan memberikan yang terbaik dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Saat ini, kata Sigit, Polri...

Terima Uang Sogokan Ratusan Juta Ditresnarkoba Bebaskan AMR Tumbalkan RUS

April 12, 2021

KALTENG - Penangkapan terhadap berinisial RUS oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng, disoal pihak keluarga karena dianggap janggal. ‎ Menurut Triyono, kepada media .........

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja

Maret 18, 2021

TORAJA_Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut meresmikan secara virtual Bandara Pantar di Nusa Tenggara Timur_ Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi penting artinya untuk...

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Anonymous
Anonymous
1 year ago

Aku juga heran izin tambang perkebunan . Lahan sudah bagus .subur kenapa harus di tambang dulu.ada apa dgn semua itu? Dan sekarang banyak lok tambang yg melanggar aturan tambang . Tapi dari dinas terkait kok hanya diam saja.