Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Mega Proyek PUPR Untuk Banjir "Pembangunan Embung Gedebage" Diduga di gelembungkan

Mega Proyek PUPR Untuk Banjir “Pembangunan Embung Gedebage” Diduga di Gelembungkan

Kamis 23 Januari 2020 | Sumber ; Jajang Nurjaman
Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis | Editor : Umy

NASIONAL

Bandung-BERITAistana.com– Hingga saat ini masyarakat masih dihantui bencana banjir, para elite alih-alih kerja cerdas dan cepat malah saling tuding. Kata Pemerintah pusat salah si gubernur anu, kata si anu salah pusat, dan tercapailah kesimpulan dari kedua belah pihak (yang salah adalah hujan), Masya Allah.

Agar masyarakat tidak terbawa silogisme sesat ini, Center for Budget Analysis CBA ingin mengungkapkan salah satu faktor penentu dari bencana banjir ini, bukan hujan melainkan Mega Proyek Kemen PUPR yang seharusnya mengantisipasi banjir malah dijadikan Bancakan oleh oknum Kemen PUPR, proyek yang kami maksud adalah Pembangunan Embung Gedebage dan berikut penjelasannya.

Pembangunan Embung Gedebage, di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kemen PUPR. Adapun perusahaan yang dimenangkan Kemen PUPR adalah PT Hidup Indah Berkah beralamat di Jl. Kol. iman Soeprapto T Jakrajoedha No.14 RT:006 RW:003, Bulusan Tembalang, Kota Semarang.

Nilai kontrak yang disepakati Rp.85.843.734.000, dan mulai dikerjakan 26 Juli 2017 melalui kontak tahun jamak karena masa kerjanya 524 hari harus selesai 31 Desember 2018. Adapun temuan CBA dalam mega proyek ini adalah:

1. Ada perubahan kontrak yang dilakukan Kemen PUPR dan PT HIB pada 14 Februari 2018. Masalahnya adalah nilai kontrak tiba-tiba melambung seperti air bah jadi Rp.94.170.570.000. Kenaikan nilai proyek semakin tidak rasional, perlu dicatat pada saat lelang angka penawar terendah dikisaran Rp 76,7 m.

2. Meskipun ada beberapa pekerjaan yang belum selesai Kemen PUPR membayar penuh seperti “buru-buru”. Contohnya pekerjaan buangan hasil galian sejauh 4.000 sampai 5.000 m, dan pekerjaan timbunan tanah.

3. Terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi di kontrak yakni pekerjaan Sub Base, dan pekerjaan Base Course.

CBA menilai proyek Pembangunan Embung Gedebage melanggar beberapa aturan, 1. Surat Perjanjian Kontrak. 2. Perpres No. 54 tahun 2010 dan perubahaannya sebagaimana pasal 6 point’ f) tentang etika yang menghindari dan mencegah pemborosan dan kebocoran uang negara. 3. PP No. 45 tahun 2013 tentang tatacara pelaksanaan APBN. 4. UU No. 01 tahun 2004 tentang pembendaharaan negara.

Akibatnya proyek Pembangunan Embung Gedebage terdapat potensi kerugian negara sebesar Rp 17,7 miliar.

Berdasarkan catatan di atas CBA meminta Joko Widodo agar bertindak tegas “Memecat Menteri PUPR Basuki Hadimuljono” selaku Kuasa Penggunaan Anggaran. dan KPK segera membuka penyelidikan serta memeriksa PPK ULP terkait, dan memanggil menteri PUPR Basuki untuk dimintai keterangan.

Jajang Nurjaman
Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis
0857-747-565-08

Terkait

Pangkostrad Memberikan Kuliah Umum Taruna -Taruni Jadilah Pemimpin Ing Ngarso Sung Tulodo

Januari 25, 2021

MAGELANG--Pangkostrad Memberikan Kuliah Umum Taruna -Taruni Jadilah Pemimpin Ing Ngarso Sung Tulodo, Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad)  Letnan Jenderal (Letjen) TNI Eko...

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Januari 22, 2021

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

1
Please leave a feedback on thisx
Jakarta –...

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments