Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Lampung Barat Viral Satu Jam di isi, Penampung Air Bersih Langsung Jebol !!!!

Viral :Satu Jam di isi, Penampung Air Bersih Langsung Jebol !!!!

Sabtu 18 Januari 2020 | Penulis ; Agung | Editor ; Gepeng

BERITAistana.Com– Intai Lampung, Lampung Barat, – Peroyek Pembangunan air bersih yang mengambil sumber dari pegunungan setempat, dengan mengalirkan air Bersih dengan pipa paralon ukuran 2inc, untuk mengisi satu bangunan bak (kolam) yang bangunan bak tersebut dibangun dengan cara pengecoran menggunakan bahan matreal pasir seplit dan semen, dengan ukuran volume dua meter persegi, di Pemangku (Dusun) Tiga, Pekon Negri Ratu, Kecamatan Batu Berak, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), terkesan proyek siluman dan asal jadi.

Chanel YouTube Warsito Sragen

Ironisnya, pembangunan Bak penampung air tersebut tanpa papan informasi, sehingga tak jelas asal muasalnya, selain itu proyek tersebut juga diduga asal jadi sebab, hanya mampu bertahan 1 jam saja Bak tersebut telah jebol total.

Menurut beberapa warga pemangku tiga Suhendi, Eri dan Ahmad yang angkat bicara menerangkan bahwa, pembangunan Bak penampungan air bersih tersebut, dikerjakan oleh Wawan selaku kepala tukang, yang juga merupakan bendahara Pekon Negeri Ratu, bersama indra selaku knek.

“Sangat disayangkan karena pembangunan pembuatan bak penampungan air tersebut, hanya mampu bertahan satu jam,” ujar Ahmad dan Eri dan Suhendi.

“Bak baru diisi pada saat sore menjelang magrib dengan aliran paralon ukuran dua inc, begitu penuh langsung jebol pas waktu magrib itulah,” ucapnya sembari senyum dan memutar badan, menunjuk kearah kedua rekannya, sambil berkata “ya kan memang begitu adanya,” kata salah satu rekanya Ahmad.

Dengan begitu, Ketiga warga itu juga mengaku heran kenapa bangunan bak baru bisa serapuh itu, padahal menurut suhedi, pengeringan dari pengecoran telah cukup lama, sekitar satu bulan baru peroses pengisian air.

“Kan sudah kering kalo sudah satu bulan jadi tidak mungkin kalo kurang kering Kalo menurut saya kemungkinan itu paktor karena coran terlalu tipis, cuma 10cm. Itu kemungkinan kalau menurut saya, karena saya juga tidak mengerti urusan Bak (kolam) jebol, tapi kalau sawah jebol saya paham kata suhedi, maklum pak orang bodoh jadi tidak mengerti urusan begituan,” ungkap suhendi.

Ditempat terpisah, ketika dikonfirmasi Wawan selaku tukang, sekaligus bendahara pekon setempat, terkesan bertele-tele sebab, awalnya menyalahkan masyarakat pemangku tiga, “karena sudah membuka dan mengisi bak penampungan, sementara bak (dinding coran) belum kering, kilahnya karena baru selesai sekitar dua Minggu, walaupun akhirnya mengakui dengan sendirinya ketika ditanya awal mulai bekerja,” kilahnya.

Wawan mengatakan, dari bulan November 2019, dan baru selesai terhitung sekitar pertengahan Januari 2020.

Kendati begitu Wawan telah menjelaskan, bahwa masa waktu pengerjaan pembangunan bak penampungan air, memakan waktu sepuluh hari.

Ditempat terpisah, Rabu (16/1/20) tim Lampung Kham mencoba meminta tanggapanbdari Herpin Adya selaku peratin (kades) Negeri Ratu kediamannya, untuk mengkonfirmasi sebagai perimbangan berita masalah hasil kegiatan peroyek tersebut.Karena, peratin selaku penanggung jawab seluruh kegiatan pekon.

Ketika ditanya masalah papan informasi kegiatan (papan plang) dan berapa anggarannya, Herpin Adya dengan tegas menjawab “papan Pelang memang tidak ada, dan anggaran dana saya lupa,” kata Herpin Adya dengan nada entengnya seakan anggaran milik pribadi.

Ironisnya, terkesan dengan nada menantang, kepada awak media mempersilahkan untuk memberitakan, “silahkan beritakan dengan penilaian asumsi kalian menyikapi musibah ini,” tapi yang jelas saya sudah dimonep pihak kecematan, dan mereka menilai ini murni musibah, dan saya siap mengembalikan matrial, tapi kalau untuk upah pekerja silahkan masyarakat swadaya,”Kata herpin.

Itulah ironisnya pemimpin pekon di Lampung Barat, Menahan aliran Air paralon ukuran dua inci dan cuman membangun satu kolam, hasilnya memprihatinkan dan bermacam-macam alasan membela diri dan masih bisa berlaku jumawa.

Harapan Suhartato selaku Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PIN-RI kepada dinas terkait agar bisa memberikan tindakan demi kepentingan masyarakat banyak, karena Pekon Negeri ratu dari tahun 2018 seluruh bangunan diduga mark up, dan disinyalir tidak sesuai dengan RAB, tapi sampai saat ini masih bisa terulang kembali, dan berkata enteng masih berdalih dengan kata musibah, padehal kerugian negara sudah jelas, Ungkap suhartato tegas, jangan sampai menimbulkan kesan negatif dimasyarakat, dengan pertanyaan ADA APA DENGAN LAMPUNG BARAT.

Terkait

Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang

April 25, 2021

Jawa Timur, -Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang. Anggota DPR RI Dapil V Malang Raya Fraksi PDIP yang juga merupakan Diva Indonesia,...

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

April 24, 2021

BALI- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri akan memberikan yang terbaik dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Saat ini, kata Sigit, Polri...

Terima Uang Sogokan Ratusan Juta Ditresnarkoba Bebaskan AMR Tumbalkan RUS

April 12, 2021

KALTENG - Penangkapan terhadap berinisial RUS oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng, disoal pihak keluarga karena dianggap janggal. ‎ Menurut Triyono, kepada media .........

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja

Maret 18, 2021

TORAJA_Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut meresmikan secara virtual Bandara Pantar di Nusa Tenggara Timur_ Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi penting artinya untuk...

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments