Kementan dan Pemda Jawa Timur Akselerasikan Program Prioritas Pertanian

Jum, 14 Feb 2020 08:43:44pm [update-viewer] author Berita Istana
IMG-20200214-WA0204

Kementan dan Pemda Jawa Timur Akselerasikan Program Prioritas Pertanian

Jum’at 14 Februari 2020

Surabaya,BERITAistana.com_Kementerian Pertanian terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengakselerasi dan memastikan capaian kinerja program prioritas Kementan sesuai dengan target pembangunan pertanian nasional 2020-2024.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita selaku Penanggungjawab Program/Kegiatan Kementan Di Provinsi Jawa Timur dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa pada pembukaan Rapat Koordinasi Supervisi Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian Provinsi Jawa Timur di Surabaya, 13/2/2020.

Di depan perwakilan Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian, kepala dinas yang membidangi fungsi pertanian kab/kota se-Jawa Timur, Kepala UPT dan Direktur lingkup Ditjen PKH beserta jajarannya, Ketut menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini akan menjadi faktor kunci dalam mencapai keberhasilan program unggulan Kementerian Pertanian.

“Pembangunan pertanian merupakan agregasi dari seluruh stakeholder, dalam arti ada sinergisme antar para pelaku pembangunan pertanian yakni Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta,” tambahnya.

Oleh karenanya, lanjut Ketut, pertemuan koordinasi supervisi tersebut merupakan langkah awal tercapainya kinerja pembangunan pertanian nasional, yang dimulai dengan adanya kepastian dan komitmen bersama agar target pembangunan pertanian dapat tercapai.

Ketut menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu sentra basis pengembangan pertanian, baik komoditas tanaman pangan (padi dan jagung), komoditas peternakan (sapi potong, sapi perah, kambing/domba, dan unggas), komoditas perkebunan (kopi, tebu, jambu mete, dan kelapa) serta komoditas hortikultura (mangga, pisang, cabe, bawang merah, dan bawang putih).

“Melalui kegiatan koordinasi ini, semua komponen di Subsektor Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Prasarana dan Sarana Pertanian, Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Pertanian, dan Ketahanan Pangan dapat terlibat dalam membangun pertanian khususnya di Provinsi Jawa Timur.” terangnya.

Sementara itu, Khairunas, mewakili Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa pembangunan pertanian 2020 dapat dilakukan melalui implementasi program dan kegiatan utama peningkatan produksi dan produktivitas, mekanisasi dan riset pertanian rendah biaya, serta ekspansi pertanian yang tujuan akhirnya adalah mewujudkan kesejahteraan petani dan menopang pembangunan nasional.

Kementan dan Pemda Jawa Timur Akselerasikan Program Prioritas Pertanian

“Ini menjadi tanggung jawab semua pihak yang bergerak di bidang Pertanian untuk dapat mewujudkan pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern” ungkap Khairunas.

*Program SIKOMANDAN*

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menyampaikan bahwa khusus untuk Ditjen PKH, program utamanya adalah percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau yang diberi nama SIKOMANDAN atau Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri.

“Melalui program SIKOMANDAN, kita akan terus lakukan gerakan inseminasi buatan yang intensif,” ucapnya.

Menurut Nasrullah, pada tahun 2020, akseptor SIKOMANDAN ditargetkan sebanyak 5.862.500 ekor, dan diharapkan pada tahun 2021, jumlah populasi sapi kerbau akan mencapai 23 juta ekor.

Dalam pertemuan itu, Nasrullah juga menyampaikan apresiasinya kepada Provinsi Jawa Timur untuk keberhasilannya dalam pelaksanaan inseminasi buatan (IB), selain itu Jatim merupakan provinsi yang memiliki populasi sapi tertinggi di Indonesia.

“Dukungan dan kontribusi Provinsi Jawa Timur untuk subsektor peternakan memang luar biasa,” pujinya.

Lebih lanjut, Nasrullah menyampaikan bahwa untuk memantau perkembangan data populasi ternak dalam negeri serta kemampuan terlusur, pada tahun 2020 ini sedang dirintis penggunaan “microchip” pada ternak, yang akan dimulai digunakan pada sentra-sentra peternakan.

Narahubung:
Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Ph.D., Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan.

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]
[bigthumb]

Sosialisasi Perbup Tahun 2019 Tentang penyelenggaraan Parkir

Kam, 27 Feb 2020 09:31:37am [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]
[bigthumb]

Menghindari Jalan Berlubang Pelajar Meninggal Dunia

Rab, 26 Feb 2020 11:35:42pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Membedah Motif Gibran Mencalonkan Walikota

Rab, 26 Feb 2020 09:26:09pm [myexcerpt]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor