Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Kasus Seleksi Perdes Trobayan Kalijambe, Suami dan Eks Kades di Tetapkan Jadi Tersangka

Senin 23 Desember 2019| Editor : Warsito Nusantoro Pamungkas

SRAGEN, BERITAISTANA.COM— Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen menetapkan mantan Kepala Desa (Kades) Trobayan, Kalijambe, Suparmi, beserta suaminya, Suyadi, sebagai tersangka kasus suap seleksi penerimaan perangkat desa (perdes) pada 2018.

Informasi yang dihimpun, pasangan suami istri itu ditetapkan sebagai tersangka sejak 25 November lalu. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sragen masih melengkapi berkas perkara sebelum melimpahkannya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen.

“Kemarin rencananya sudah mau dikirim [berkasnya ke Kejari Sragen]. Tapi, perlu saya cek dulu,” jelas Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Supardi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, kemarin.

Suparmi dan Suyadi diduga menerima suap senilai Rp665 juta. Uang suap tersebut dari empat peserta seleksi perdes 2018. Masing-masing peserta ditarik bayaran mulai dari Rp100 juta hingga Rp300 juta sebagai uang pelicin.

Untuk memperlancar penarikan uang itu, Suparmi dan Suyadi melibatkan beberapa orang sebagai kepanjangan tangan. Satu dari empat peserta itu akhirnya lolos seleksi dan diterima sebagai perdes.

Sementara dua peserta lainnya yang sudah membayar namun tak lolos merasa kecewa dan akhirnya melapor ke Polres Sragen. Oleh penyidik, Suparmi dan Suyadi dijerat Pasal 12 huruf e UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Mantan ketua panitia seleksi perdes Trobayan 2018, Muhtarom Faisal Rosyidin, mengaku tidak tahu ada permintaan suap oleh kades kepada para peserta seleksi. Namun dia mendengar ada isu tersebut dan sempat bertanya kepada kades.

“Saya sempat bertanya kepada Bu Kades [Suparmi] apa benar ada tarikan uang kepada peserta seperti isu yang berkembang di masyarakat. Dia menjawab, boten saestu [tidak benar],” jelas Muhtarom yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (LP2MD) Trobayan kepada wartawan, Rabu.

Muhtarom juga sempat bertanya kepada peserta yang diminta bayaran sebelum kasus itu mencuat. Namun para peserta itu juga dijawab tidak ada tarikan uang. “Saat itu saya percaya saja karena memang tidak bisa membuktikan. Tapi, kenyataannya bagaimana saya tidak tahu pada saat itu,” imbuh dia.

Sementara itu, Suparmi dan Suyadi hingga kini belum menyiapkan pengacara untuk mendampingi mereka dalam menjalani proses hukum. Saat dihubungi wartawan, Rabu, Suparmi dan Suyadi mengaku masih berada di Kudus untuk berobat.

“Soal pengacara belum saya siapkan. Saya belum bisa mikir yang berat-berat dulu. Yang penting saya bisa sehat dulu. Saya dan istri datang ke sini [Kudus] untuk berobat,” jelas Suyadi.(*)

Dilansir dari fokuslintas.com

Terkait

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Januari 22, 2021

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan Jakarta –...

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

Oknum Polri Berpangkat Kompol Jadi Kurir Narkotika

Oktober 25, 2020

Pekanbaru, |Dirresnarkoba Polda Riau Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri dengan barang bukti sebanyak 16 kilogram, dan mengamankan dua tersangka, pengungkapan...