Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Kades Mlese Cawas Digruduk Warganya Diduga Menggunakan Uang Untuk Kepentingan Pribadi

Minggu 17 November 2019 | Editor : Warsito Nusantoro Pamungkas

Perwakilan Warga Mlese Mendatangi Kantor Desa Mepertanyakan Penggunan Anggaran Pembangunan Tahap Dua Dari Dana Desa

Klaten- Beberapa orang perwakilan warga desa Mlese didampingi oleh Indrawiyana dan Setyo Basuki dari Lembaga Pemantauan Keuangan Negara (PKN) Klaten mendatangi ke balai desa, kedatangan mereka  mempertanyakan terkait dengan penggunaan dana desa tahap dua 2019 yang telah di cairkan oleh bendahara desa  namun kenyataan dilapangan pekerjaan tersebut masih terbengkalai, Rabu (13/11).

Menurut keterangan warga, dana desa tahap dua tahun 2019 telah dikeluarkan oleh Bendahara desa sejak bulan Agustus, sehingga warga berinisiatif untuk mempertanyakan langsung ke Kepala Desa.

“Pengaspalan jalan parikesit senilai 150 juta, jalan Jangganrejo dan beberapa kegiatan yang sudah masuk dalam kegiatan tahap dua hingga saat ini belum dikerjakan” Ujar Agus Tinus warga Mlese.

Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagi warga, kemana uang sebesar 200 juta lebih itu dialokasikan kemana. untuk itu kedatangan warga ke kantor desa untuk meminta pertanggung jawaban kepala desa.

Selain itu, menurut Agus Tinus, laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dibuat oleh desa diduga fiktif, karena ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan.

Apa yang dinyatakan oleh warga, dibenarkan oleh Nur Yatin selaku anggota TPK Desa Mlese, sepengetahuannya uang sudah dikeluarkan dari kas desa akan tetapi uang tersebut tidak di serahkan ke TPK selaku pelaksanaan kegiatan.

Agus Supangat selaku Bendahara desa membenarkan, bahwa dana desa tahap dua tahun 2019 sudah diserahkan semua ke kepala desa, dan hal tersebut juga sudah disampaikan ke rekan-rekan perangkat desa lainnya.

“Sebanyak Tiga Ratus Enam Puluh Juta lebih sudah saya serahkan langsung ke Kepala desa” Ujarnya, dan ia menyadari apa yang dilakukannya itu sebenarnya menyalahi aturan, seharusnya uang tersebut diserahkan Ke Tim Pengelola Kegiatan (TPK) untuk digunakan sesuai dengan perencanaannya.

Menyikapi hal tersebut Setya Basuki dari PKN menyatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dibenahi terkait  sistem administrasi dilingkungan perangkat desa Mlese. Beberapa tahapan yang tidak dilaksanakan dan minimnya keterlibatan TPK pada pelaksanaan kegiatan Dana Desa bisa menjadi indikasi adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

“Dengan tidak dilalui mekanisme dalam pelaksanaan dana desa tentunya menimbulkan banyak spekulasi di tengah masyrakat” Ujar Setya Basuki dari PKN. Selain itu, ada hal yang perlu mendapat perhatian khusus menurutnya, adanya pengakuan kepala desa secara tertulis terkait penggunaan dana desa sebesar 170 juta untuk kepentingan pribadi sudah menyalahi aturan.

“Kepala desa mengakui telah menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi, hal itu tentunya sudah menyalahi aturan” Ujar Setya Basuki.

Ditambahi oleh Indrawiyana dari PKN, selain permasalahan yang saat ini di tanyakan oleh warga Mlese, Cawas, Klaten . Satu tahun yang lalu PKN telah melaporkan adanya dugaan penyimpangan anggaran yang di lakukan oleh kepala desa Mlese ke Kejaksaan Negeri Klaten.

“Setahun yang lalu PKN telah melaporkan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh kepala desa Mlese”ujar Indrawiyana.

Disisi lain Warsito selaku Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) apabila laporan kejaksaan Negeri Klaten satu tahun yang lalu memang mandul, maka kami akan melaporkan ke KEJATI Jateng, kalau memang oknum kades sudah terbukti menyalahgunakan anggaran dana desa kenapa tidak diproses secara hukum yang berlaku, Maka saya dan rekan – rekan dari Jakarta siap mengawal kasus ini hingga selesai. (Ujarnya) Bersambung……!!!

Sumber : Carakanews.com

Terkait

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...