Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Jeritan Pilu Siswa yang di Kelurkan Tanpa Alasan yang Jelas, dari SMP-10 HASTEN Semarang

Jeritan Pilu Siswa yang di Kelurkan Tanpa Alasan yang Jelas dari Sekolah SMP-10 HASTEN Semarang

KRONONOLOGI
PENGELUARAN FAHREZA DAN DIPERMANA(DANDI)
DARISEKOLAH SMP HASANUNDDI 10 (HASTEN)

 

JL.SEDAYU TUGU SEMBUNGH GENUK SEMARANG SELASA 12NOVEMBER2019.

Jum’at 3 Januari 2020 BERITAistana.com:
Fahreza Dandi Permana (Dandi) memberikan surat dari sekolah kepada orangtua wali murid yang berisi pemanggilan untuk datang ke sekolah.

RABU 13NOVEMBER2019

Ayah Dandi (Tumijo) memenuhi panggilan datangk SMP
Hasanuddin 10 (Hasten). Walau heran karena anak ini tidak pernah ada
masalah dengan sekolah, selalu berangkat (bareng teman satu sekolah). Bapak Tumijo memenuhi panggilan pihak sekolah.

Sampai disekolah Bapak Tumijo ditemui Ibu Haniva (Guru BK) yang
menyampaikan jika anak kami dikeluarkan dari sekolah sejak 13 November 2019 dengan tuduhan mencemarkan nama baik sekolah,
kecanduan menonton film porno dan memaksakan kehendak terhadap Rosa (teman sekolah dan teman dekat Dandi).

Hal ini tentu saja mengagetkan Bapak Tumijo dan membuat shock, karena surat pemanggilan ini sebelumnya tidak
pernah ada surat peringatan (SP) atau surat pemberitahuan tentang “kenakalan” yang dituduhkan kepada anak kami. Kami tetap
ber keyakinan kalau anak ini tidak seperti yang dituduhkan.

Berbagai argumen pembelaan terhadap anak tidak membuat putusan
pengeluaran anak kami ditinjau atau dicabut. Argumen itu antaralain:

Selalu berangkat sekolah, tidak pernah bolos jika tidak bisa hadir
kesekolah selalu ada izin dari orang tua.

 

Handphone anak kami selalu terkontrol, tidak pernah dikunci
atau password yang menyusahkan orang tua untuk membuka,
semua terbuka tanpa ada yang disembunyikan. Foto,video,dan
pesan Whatshap serta konten-konten di handphone tidak ada
yang mencurigakan apalagi berbauporno, jorok, dan lain-lain.

 

Anak kami tidak sungkan kalau pergi menitipkan handphone kepada orang tua, kalau merasa ada yang berbau porno, dan lain-lain secara logika tidak akan berani menitipkannya kepada orangtua.

 

Walau ada pembelaan dari pihak orang tua, namun pihak sekolah
bersikukuh mengeluarkan anak kami dana kan membantu mencarikan sekolah/pesantren dan Bapak disuruh tandatangan surat pernyataan bahwa orang tua menarik anak dari sekolah sejak tanggal 13 November 2019 dengan alasan PERMINTAAN ORANG TUA (Surat terlampir). Dengan perasaaan kalut dan tidak karuan, tanpa membaca lebih detail surat tersebut Bapak Tumijo menandatangani surat tersebut.

 

Sesampai dirumah semua kejadian disekolah diceritakan kepada Ibu Yanti, dan hal itu tentu saja membuat perasaan yang tak menentu dari
kami selaku orang tua. Bagaimana tidak anak kami dikeluarkan tetapi
Bapak disuruh tanda tangan bahwa menarik diri anak kami dengan
alasan.

PERMINTAAN ORANG TUA.

Kami merasakan ada yang janggal,
menganggap hal ini sebagai perbuatan gegabah dari seorang pendidik, merupakan kebohongan, pembunuhan karakter terhadap anak kami.

Yang membuat kami berdua bertanya-tanya bagaimana seorang
pendidik yang notabenya sebagai seorang dewasa melakukan tuduhan
yang menyakitkan terhadap anak didiknya tanpa ada penyelidikan
hanya berdasar laporan dari siswalain.

 

Pengeluaran anak tanpa surat peringatan berjenjang (SP1,SP2,SP3,
dst) terlebih dahulu, kami nilai sangat berlebihan, seharusnya sebelum
ada pengeluaran pihak sekolah berusaha terlebih dahulu untuk
membina, mendidik dan mengajari siswa yang “salah” dengan disertai
pemberitahuan kepada orang tua untuk dibantu pengawasannya saat
dirumah dan lingkungan. Sangat disayangakan SMP Hasanuddin 10 Hasten Semarang mengeluarkan siswanya tanpa memberitahukan terlebih dahulu.

Pertemuan dengan Guru BK,Ibu Haniva mengalami kebuntuan, kami
berdua (Bapak Tumijo dan Ibu Yanti) berniat menemui Kepala Sekolah,
Ibu Umi Kulsum, namun saat itu sudah tidak ditempat. Kami berniat
untuk sowan kerumah dan meminta alamat, namun menurut Ibu
Haniva tidak etis dan kami disuruh datang esoknya pukul 10.00 WiB. Kamipulang.

 

KAMIS,14 NOVEMBER 2019

 

Masih dengan misi yang sama, memohon untuk tidak mengeluarkan
Dandi, kami berdua menemui Ibu Umi Kulsum yang saat itu di dampingi
Ibu Haniva (Guru BK). Kami meminta kebijaksanaan agar ditinjau ulang
pengeluaran anak kamite tapi tetap tidak bisa. Kami meminta
keringanan seandainya anak kami berbuat demikian, kami memohon
untuk mengizinkan anak kami menimba ilmu disekolah ini paling tidak
sampai kenaikan kelas, juga tidak dikabulkan.

Pihak sekolah memberi keringanan atas permintaan kami berdua,
sampai menerima rapot semesterini.

Dengan perasaan yang tidak karuan kami berdua pulang dan menemui
Dan dimengabarkan jika sudah dikeluarkan dari sekolah persemester
ini. Kami berusaha menanyakan kebenaran tentang tuduhan itu
kepada anak kami. Sambil menangis Dan menjawab bahwa itu
semua tidak benar, sambil menangis dan berteriak Dan mengatakan
kalimat, “AKU BENCI HASTEN, AKU HARUS BALAS PERLAKUAN DAN FITNAH HASTEN”. Dan kalimat ini membuat kami merasa janggal
dengan keputusan pihak sekolah dan keyakinan kami tentang Dan di
bahwa tidak bersalah, tidak berbuat seperti tuduhan sekolah semakin kuat.
Sebagai orang tua, kami merasa ada yang harus diperjuangkan untuk
anak. Kami berdua mencari dan meminta pertimbangan kepada
keluarga, saudara, dan sharing beberapa guru. Kami menanyakan
apakah boleh instansi sekolah mengeluarkan anak didiknya yang
bersalah dengan cara seperti yang mereka perlakukan kepada Dandi. Rata-rata dari yang kami mintai pertimbangan dan masukan,
menyatakanbbahwa langkah yang dilakukan sekolah SMP Hasanuddin 10 salah. Mereka meminta kami untuk mengadu kepada dinas terkait.

 

Saat itu kami bingung dan frustrasi karena melihat anak yang depresi, diam dikamar, sering menangis, dan bahkan sempat mau pergi agar
orang tua nya tidak malu jika ditanya dengan sanak saudara dan
tetangga.Tetapi niat Dan di dapat kami cegah dan kami meyakin kan
akan mencari jalan terbaik,mengungkap kebenarannya.
– Satu persatu nama yang disebutkan oleh guru BK dan memberatkan
sanksi Dan dikami data dan kami mencoba untuk menemuinya.

Penelusuran kami mulai dari Rahma (adik kelas Dan disaat SD).
Guru BK, Ibu Haniva mengatakan kalau suatu hari bertemu
Rahma yang menceritakan kejelekan Dandi saat SD. Dari halini
kami merasa semakin janggal, anak yang bertemu diwarung
dan cerita tentang siswanya dijadikan sebagai salah satu acuan
untuk mengeluarkan siswa. Kami bersilaturahmi kerumah Ibu
dan Bapaknya Rahma, kami menceritakan permasalahan yang
kami hadapi, dan menceritakan bahwa jika anak Bapak/Ibu
suatu hari bertemu dengan salah satu guru SMP Hasanuddin 10
dan bercerita kejelekan Dandi, anak kami. Mereka berdua tidak
percaya kalau pernah bertemu salah satu guru SMP tersebut,
karena Rahma saat ini dipondok pesantren, dan mereka berdua
siap untukbklarifikasi kesekolah saat itu juga, kami menolak
karena saat itu sedang ada tes.

Rosa, nama selanjutnya. Kami mencari rumah, nomor telepon, dan lain-lain untuk dapat menemukannya. Kami menemukan
nomor telepon dan Whatshaps. Kami menceritakan dan
menanyakan kebenaran kasus yang di alami Dandi, Rosa
menjawab jika tuduhan itu salah. Dia menyangkal kalau sering
kerumah Dandi, Dia datang kerumah Dan di hanya sekali dan
di antar oleh teman (terlampir). Dipelaporan teman Dandi, menyatakan Rosa sering datang kerumah (terlampir) dan
tuduhan Ibu Haniva kalau Rosa saat orang tua diwarung datang.

kerumah lewat pintu belakang dan terpantau CCTV. Padahal
tetangga kami tidak ada yang pasang CCTV dan menyerahkan
hasil rekaman kepada Ibu Haniva. Kami semakin kuat bahwa
tuduhan kepada anak kami mengada-ada.

MINGGU,1 DESEMBER 2019.

Kami berniat silaturahmi kerumah orangtua Rosa. Dengan pedoman
alamat yang kami dapat dari anak tersebut kami ternyata alamat yang
diberikan palsu. Kami hubungi Rosa untuk memastikan kebenaran
alamat dan dikasih alamat yang beda, kami menemukannya. Sesampai
di sana kami disambut Kakek Rosa (dia tinggal dengan kakek, karena
orang tua sudah meninggal). Kami bertanya tentanga apa yang terjadi
dengan anak disekolah, Kakek menceritakan jika sehabis maghrib
(saat orang tua diwarung), Rosa main kerumah Dandi menyelinap
masuk kerumah lewat pintu belakang. Mendengar cerita ini kami heran dan kami menyadari jika tuduhan ke anak kami mengarah kefitnah.

 

Kami menunggu sampai sore, Rosa tidak juga pulang. Di hubungi lewat telepon tidak aktif.

Kami bicara baik-baik dengan Kakek, bahwa cerita yang beredar tidak
benar dan meminta kakek untuk klarifikasi kepihak sekolah. Namun, Kakek malu dengan tetangga, takut dibilang cucunya pembawa aib, dan sebagainya.

Dari rumah Kakek Rosa kami berdua kerumah Wali Kelas 8C Bapak
Baerox, yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan rumah Kakek
Rosa. Sebelumnya Bapak Baerox dan Ibu Haniva akan datang ke
rumah kami, namun tidak kunjung datang. Kami berinisiatif sowan
kepada beliau, dengan harapan memberi klarifikasi yang sesungguhnya

(dengan dasar kunjungan kami kerumah Kakek Rosa), kami menilai
tuduhan, sanksi kepada anak kami ngawur. Diluar dugaan, kami
mengira Wali Kelas tahu siswa lebih dekat, dan akan meringankan
Dandi, namun malah menuduh Dandi mempunyai komunitas yang
negatif. Anak kami di beri usulan untuk disekolahkan dipondok
pesantren kalau sekolah dekat dengan rumah, Dan didik hawatirkan
kembali kekomunitasnya. KOMUNITAS APA …ini yang selalu menjadi
pertanyaan. Kami berdua pulang dan Bapak Baerox berjanji klarifikasi
kesekolah dan akan datang kerumah, besok.
SENIN,2DESEMBER2019

Bapak Baerox menghubungi lewat WA jika tidak jadi kerumah karena
ada tugas kedinasan.

Minggu kami berencana silaturahmi kerumah Ibu Umi Kulsum untuk
menyampaikan kebenaran yang kami dapat seusai berkunjung dari
rumah Kakek Rosa, telepon Rosa, dan lain-lain. Dengan harapan
pengeluaran anak kami dapat di tinjau ulang.

KAMIS,5 DESEMBER 2019

– Dandi pulang sekolah mampir diwarung sambil menangis. Dia
menceritakan jika dipanggil Kepala Sekolah dan mengatakan jika hari
ini terakhir anak kami sekolah. Besok tidak boleh lagi masuk ke SMP Hasanuddin 10.
– Saat itu ada saudara sepupu Dan di diwarung, dia merasa keberatan
dengan sikap sekolah yang terkesan tidak memikirkan psikologi anak. Mengapa tidak memanggil orang tua untuk mendampingi anak saat sekolah terakhir. Beruntung anak kami tidak frustrasi yang berlebihan
dan melampiaskan ke hal-hal yang tidak di inginkan. Dia masih kembali

kepada orang tua untuk menyampaikan kabar yang menyakitkan ini
kepada ke dua orang tuanya.
– Kami bertiga (Bapak Tumijo, IbuYanti, Erik) mendatangi sekolah
bertemu Ibu Umi Kulsum (Kepala Sekolah) dan menyatakan keberatan
dengan sikap sekolah yang kurang bijak dan ramah anak.Ibu Umi
Kulsum mengatakan jika masa dispensasi telah berakhir, piha ksekolah
sudah berbaik hati memberi kesempatan sampai tes. Apakah sekadar
telepon atau kirim pesan kepada orang tua untuk mendampingi anak
saat dikeluarkan dari sekolah, pekerjaan yang memberatkan. Kami
sangat mengkhawatirkan psikologi anak kami.
– Saat bertemu Kepala Sekolah dan Guru BK, kami menyampaikan jika
telah melakukan penelusuran tentang apa yang terjadi kepada Dandi. Kami menyampaikan penemuan-penemuan yang kami peroleh.
Tuduhan kepada Fahriza Dan dimengarahfitnah.
– Kami meminta pelapor yang memberatkan sanksi Dan di dihadirkan
saat kami mendatangi sekolah pada Hari Jumat, namun saat itu juga
Ibu Haniva menunjukkan tulisan tangan dari teman Dandi, tertulis cerita
dan dibawah cerita tertulis nama dan tanda tangan.

 

Seusai dari sekolah saya menceritakan kepada Dan ditentang tulisan -teman-temannya yang menjelekkannya. Sontak dia kaget, tidak
mengira teman-temannya berbuat demikian. Namun dia ingat dan
menceritakan saat menulis surat pernyataan, Dan dididampingi oleh
tiga guru, semua mendikte dan mengarahkan perbuatan yang“ seakan-
akan” Dan di perbuat. Karena dibawah tekanan dia menuliskan apa
yang“ diarahkan” oleh guru. Dan dibercerita mungkin teman-temannya
mengalami hal yang samaseperti yang d ialaminya.

JUMAT, 6 DESEMBER 2019

Pukul 08.30 WIB kami berlima (BapakTumijo, Ibu Yanti, Dandi, dan
kakak Dandi, Yoga serta Erik) mendatangi sekolah. Kami ingin
kejelasan dan terbukti, lembaran itu menceritakan jika yang mereka tulis kan berdasar cerita dari Rosa, tidak melihat sendiri. Namun sayang
saat itu Rosa tidak hadir dengan alasan capai.

Fakta lain, tuduhan kepada Dan ditentang ketagihan melihat video
porno, saksi (teman Dandi) menyebutkan bahwa Dan di melihat video tersebut satu kali dan hanya sebentar.

SATU KALI DAN SEBENTAR

apakah masuk kategori KETAGIHAN. Dan yang lebih mengherankan
video itu tidak ditonton di handphone Dan dia sendiri tetapi di handphone
saksi. Secara logika yang punya handphone lebih sering melihat itu
dari pada Dan di yang saat itu dikatakan saksi melihat hanya sekali dan
sebentar. Dan apa yang diperoleh penyimpan video porno (saksi), pujian.

Dengan tuduhan yang dapat kami patahkan kami meminta kepada
pihak sekolah untuk menerima kembali anak kami dan membersihkan
nama baiknya, namun pihak sekolah menyatakan:

WALAU TIDAK
SEPENUHNYA SALAH, TETAPI TETAP DIKELUARKAN.

Demikian kronologi ini kami buat tanpa paksaan dari pihak manapun,
semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Hormat

Kami,

 

BERITAistana.Com

Jakarta Jum’at 3 Januari 2020.

 

Terkait

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

Oknum Polri Berpangkat Kompol Jadi Kurir Narkotika

Oktober 25, 2020

Pekanbaru, |Dirresnarkoba Polda Riau Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri dengan barang bukti sebanyak 16 kilogram, dan mengamankan dua tersangka, pengungkapan...

Pemdes Arse Simatorkis Tentukan Titik Rencana Pembangunan Jembatan Gantung

Oktober 24, 2020

Sabtu, 24 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas,-Pemerintahan Desa Arse (Pemdes) Simatorkis Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) tentukan titik rencana pembangunan jembatan gantung...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments