Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Jangan Rusak Pertemanan Kita Hanya karena Uang

Selasa 16 November 2019 Jam 22:00 WIB|Editor | Warsito Nusantoro Pamungkas

Baca Normal 4 Menit 2 detik| Foto oleh: Sri Uminah

GILIREJO BARU,–Suatu ketika saya mendapatkan pesan  di inbox FB  dari seorang teman lama pada saat SMA dulu, didalam pesan tersebut beliau menceritakan tentang kehidupannya yang sedang “ down”, perkawinannya harus berakhir dengan perceraian dan kondisinya sekarang menurutnya sudah berubah 180 derajat dari kehidupan masa lalunya, diakhir cerita sang teman tersebut bermaksud ingin meminjam uang untuk membiayai keperluan sekolah anaknya. Sejujurnya pertemanan saya dengannya hanya sebatas teman biasa saja, dan boleh dikatakan tidak terlalu dekat, dan berhubung uang yang dipinjam cukup besar, maka saya putuskan untuk menjawabnya dalam beberapa hari kedepan, karna saya harus diskusikan dengan menteri keuangan di rumah saya.

Dengan niat baik ingin menolong teman yang sedang kesusahan, maka permintaan itu saya penuhi, walaupun hanya 50% dari yang diminta, dan dia berjanji akan mengembalikan dalan jangka waktu 2 bulan. Tetapi yang terjadi kemudian, setelah batas waktu yang ditentukan sang teman inipun tidak terdengar lagi beritanya, maka giliran saya yang ditanya sama menteri keuangan saya, kenapa kok uang pinjaman itu belum dikembalikan, secara saya sendiri sudah lupa, Akhirnya saya pun mengirim pesan padanya melalui inbox di fbnya bertanya tentang keadaan dirinya. Tetapi pesan itu tidak dibalesnya, lalu saya kirim pesan kedua yang ternyata tidak direspon juga, dan usut punya usut ternyata sang teman tersebut juga mempunyai pinjaman ke hampir kesemua teman teman saya yang satu grup di Fb tersebut, walaupun jumlahnya bervariasi akan tetapi caranya  persis yang dia lakukan kepada saya.

Akhirnya saya putuskan untuk di ikhlaskan saja, toh rejeki itu memang sudah ada yang mengatur, Cuma masalahnya disini, apakah hanya karena uang lantas kita harus mengorbankan pertemanan kita, disinilah kita harus bijak untuk melihat permasalahan secara terbuka, siapun didunia ini tentunya tidak ingin hidupnya susah, namun jika kesusahan itu sedang menimpa kepada diri kita ya harus diterima apa adanya, adalah hal yang sangat wajar jika kita meminta bantuan kepada teman, walaupun tidak semua teman mau peduli pada kesusahan kita. 

Saya yakin bahwa kita semua pernah merasakan kesusahan, apalagi dikala kita sedang jobless, mau minjem uang keteman pun rasanya berat sekali, dan seandainya terpaksa meminjam pun itu memang benar benar teman yang dekat dan kita tau kondisi ekonominya. Akan tetapi bukan berarti kita mau seenaknya saja dan lantas pura pura lupa dengan pinjaman tersebut, walaupun kita belum bisa membayarnya, sebaiknya kita berkata terus terang kalau belum mampu mengembalikan pinjaman tersebut, kalau perlu jual lah harta berharga yang kita punya. kalau merasa sayang untuk dijual, mungkin lebih baik digadaikan. Menghilang dari lingkungan teman teman  disaat kita mempunyai pinjaman, bukanlah jalan terbaik, karena itu akan menghilangkan kepercayaan kita dimata teman seandainya kita membutuhkan pertolongan mereka lagi dikemudian hari.

Saya sangat percaya sekali bahwa temanlah yang banyak membantu kita disaat sedang kesusahan, berusahalah bersikap jujur dan apa adanya, dan bukan tidak mungkin kita akan mendapat jalan dari mereka, semua itu tentunya bagaimana sikap kita membawa diri, kepercayaan adalah modal utama dalam pertemanan, dan jangan berharap teman kita akan membantu lagi bila kepercayaan itu telah hilang.

Oleh karenanya, hargailah pertemanan kita, jangan rusak kepercayaan yang sudah kita bina hanya gara gara masalah uang, semua masalah pasti ada jalan keluarnya, berusaha dan bersikap jujur itu yang utama, jangan memaksakan kehendak dan masih berobsesi pada kehidupan masa lalu disaat kita masih Berjaya, lebih realistislah dalam bersikap dan tidak perlu gengsi untuk mengatakan kondisi yang sebenarnya. Karena yang namanya kehidupan itu seperti roda yang berputar, kadang senang dan kadang susah, dan jika kita sedang berada dalam kondisi yang senang, maka sudah sepatutnyalah kita membantu orang orang yang sedang kesusahan dalam batas yang semampu kita untuk menolongnya.

Dan satu hal yang perlu diingat, bahwa uang bukan segalanya, tetapi segalanya pakai uang heeeheee,,.

Sumber dari Mbah google diperbarui Selasa 26 November 2019 jam 22:00

Terkait

Pangkostrad Memberikan Kuliah Umum Taruna -Taruni Jadilah Pemimpin Ing Ngarso Sung Tulodo

Januari 25, 2021

MAGELANG--Pangkostrad Memberikan Kuliah Umum Taruna -Taruni Jadilah Pemimpin Ing Ngarso Sung Tulodo, Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad)  Letnan Jenderal (Letjen) TNI Eko...

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Januari 22, 2021

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

1
Please leave a feedback on thisx
Jakarta –...

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments