Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Janda 75 Tahun di Boyolali Tak Pernah Mendapatkan Bantuan Apa-Apa..!!

Rabu 25 Desember 2019| Editor ; Sri Uminah


BOYOLALIBERITA ISTANA.COM–Nasip malang yang dialami Yatemi alias Mbah dukun Janda Tua usia 75 Tahun warga Doyong RT 2 RW 3 kemusu boyolali Jateng yang tidak pernah mendapatkan bantuan apa apa dari pemerintah desa , dinas sosial maupun pemerintah daerah kabupaten Boyolali Jateng.

Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indone­sia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis, namun program yang selalu digembor gembor kan pemerintah ini banyak yang menjadi salah sasaran.

Penelusuran dan investigasi lapangan dari ORMAS PEMUDA PANCASILA bersama awak media jurnalpolice.id langsung menemui Mbah yatemi umur 75 tahun dirumahnya Alamat Doyong RT 2 RW 3 kemusu Boyolali yang tidak pernah mendapatkan bantuan PKH. Kedua anaknya merantau ke jakarta gak pernah pulang namun nasibnya diabaikan oleh Pemerintah daerah Boyolali. Saat anggota Pemuda Pancasila Hartono alias Husnul, Suroso alias kecer , kecamatan andong bekerjasama dengan awak media menuturkan dan menerima kabar langsung mendatangi ke rumahnya.

Saat tiam menemui Mbah yatemi, dan menanyakan apakah benar tidak pernah mendapat bantuan PKH atau program Raskin dan lain-lain? Mbah yatemi menjawab tidak pernah dapet bantuan apa-apa (ora tahu oleh bantuan opo-opo) Oalah le lee ra ono wong gagasakun mung oleh Sego ping Pindo Soko kecamatan saya hanya mendapatkan nasi dua kali dari kecamatan ungkap mbah yatemi kepada awak media ini.

Hasil investigasi lapangan awak media ini Program PHK di kabupaten Boyolali salah sasaran, orang yang mendapat PKH justru orang kaya rumah rata rata sudah dikeramik dinding tembok warga berinisial (YN) alamat sama Desa Doyong RT 2 RW 3 kemusu boyolali juga mendapatkan bantuan PKH terangnya.

Sementara Oramas PP dan awak media akan melanjutkan konfirmasi kepada dinas dinas terkait kenapa Mbah yatemi janda tua malah tidak mendapatkan bantuan apa apa, ujar Hartono anggota PP.

Sementara salah satu aktivis Sragen Warsito Nusantoro Pamungkas angkat bicara, Siapakah sebenarnya target dari PKH dan Rastra ini, Dan keluarga Miskin seperti apakah yang layak atau yang pantas menerima nya. Lalu seperti apakah golongan miskin yang di maksud, apakah orang jompo, janda tua, cacat, buta dan sebagai nya bukan termasuk orang miskin yang layak mendapatkan bantuan tersebut.

Dan seperti apakah sistem pendataan nya, sehingga dana PKH dan Rastra malah bukan menjadi milik orang miskin. Malah sebalik nya.. 60% yang menerima dana PKH adalah kelas menengah ke atas.

Bukankah tujuan dari bantuan tersebut untuk mensejahterakan masyarakat miskin. Tapi kenapa yang miskin malah gigit jari karna tidak mendapatkan itu semua.

Siapakah sasaran Program Keluarga Harapan?. Sasaran PKH merupakan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang memiliki komponen kesehatan dengan kriteria ibu hamil/menyusui, anak berusia nol samapai dengan enam tahun. Komponen pendidikan dengan kriteria anak SD/MI atau sederajat, anak SMA/MTs atau sederjat, anak SMA /MA atau sederajat, dan anak usia enam sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Sejak tahun 2016 terdapat penambahan komponen kesejahteran sosial dengan kriteria lanjut usia diutamakan mulai dari 60 (enam puluh) tahun, dan penyandang disabilitas diutamakan penyandang disabilitas berat.

Ditegaskan dalam Permensos 1 tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan Pasal 3.

Dikutip dari jurnalpolice.id | BI.

Terkait

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...

Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga

Februari 28, 2021

SOLO, -Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga . Gibran Rakabuming Raka menyambangi Sekretariat sementara DPP Pasoepati, di Laweyan....