Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Jalan Boyolali Tersenyum Sedih 27 Tahun Tak Pernah Diperbaiki "di anak tirikan"

Jalan Boyolali Tersenyum Sedih 27 Tahun Tak Pernah Diperbaiki “di anak tirikan”

Selasa 7 Januari 2020| BERITAistana.com

BERITAistana.com (BI)
BERITAistana.com (BI)

BOYOLALI VS SRAGEN -Jalan yang menghubungkan dua Desa, yaitu Gilirejo Baru, kecamatan Miri, Sragen dan Desa Kedungrejo, kecamatan kemusu, kabupaten Boyolali sudah sekitar 27 tahun tidak pernah diperbaiki, catatan lama tak kunjung di bangun jika musim hujan datang jalan yang menghubungkan dua desa ini bagaikan sawah yang cocok ditanami padi dimusim hujan.

Warsito warga desa gilirejo baru, Kecamatan Miri menjelaskan kepada awak media ini, seingat saya jalan ini diperbaiki waktu saya masih sekolah SMP sekitar 1999, adapun pembanguan aspal itu tahun 2019 pembangunan jalan yaitu dari dukuh tanjungsari sampai dongpring, jalan yang rusak parah saat ini masih sekitar 5 kilo dari tanjungsari sampai Winong.

BERITAistana.com

Jalan satu-satunya yang setiap hari dilewati
dua Desa sudah 27 tahun tidak pernah diperbaiki oleh dinas DPUR Boyolali maupun Sragen karena jalan ini jalan perbatasan dua kabupaten.

Gilirejo Baru merupakan salah satu desa di Kecamatan Miri yang terpencil. Desa ini lahir karena proyek pembangunan Waduk Kedung Ombo (WKO) pada zaman orde baru. Pemekaran Desa Gilirejo menjadi Gilirejo Lama dan Gilirejo Baru baru mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri pada 2002 lalu.

“Proyek WKO menenggelamkan separuh Desa Gilirejo pada 1987. Sekitar 400 keluarga kemudian mencari tempat berlindung. Jarak lokasi baru dengan desa asal mencapai kurang dari tujuh kilometer yang dipisahkan oleh WKO,” kata warga Gilirejo Baru, Warsito.

Masyarakat Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen dan warga Kedungrejo kecamatan Kemusu kabupaten Boyolali, mengaku sangat merindukan perhatian dari pemerintah kabupaten maupun pemprov. Pasalnya, kondisi jalan utama di desa paling barat wilayah Sragen dan paling timur wilayah Boyolali. tersebut dalam kondisi rusak parah dan mengenaskan.

Dan setiap hari anak anak yang menuntut ilmu sering jatuh dan terlambat karena kondisi jalan yang sangat parah tutur salah seorang siswa/siswi sebut saja namanya (RM) DK/Refo, Warga Dodong barat RT 001 desa Gilirejo baru,Klas 3 SMK Dongdang “Mas Aku sebagai generasi muda adalah aset negara ”Yen meh sekolah dalan wae koyo ngene opo iso pinter mas?” Tutur Siswa/Siswi saat ditemui Tiam.

Akses utama yang menghubungkan Desa Gilirejo Baru ke dunia luar dan pusat kecamatan itu sudah rusak 27 tahun. Tak hanya menganggu kelancaran aktivitas, rusaknya jalan juga sudah banyak mencelakakan warga.

Saat ditemui salah satu warga sebut saja Giyanto saya ingat betul terakhir kali diperbaiki itu sekitar 27 tahun lalu disaat saya SD Klas 6 ,ketika menterinya Sulasikin Murpraptomo. Sampai sekarang belum ada perbaikan lagi. Wis nggak iso dikojahke mas bagaimana kondisinya. Kalau jalan yang lain kita bingung menghindari lubang, di sini kita bingung nyari celah jalan yang bisa dilewati ban. Saking semua sudah dipenuhi lubang, turur Topel warga setempat.

Jalan itu adalah jalur utama yang selama ini menjadi tumpuan akses warga Gilirejo Baru dan warga perbatasan Boyolali. Jalan itu juga menjadi satu-satunya jalur yang dilewati warga dua desa di perbatasan Sragen dan Boyolali untuk menuju ke kecamatan dan jalur anak-anak ke sekolah.

“Di dua desa tapal batas ini ada 4 SD dan satu SMP, bayangkan bagaimana perjuangan warga dan anak-anak tiap hari harus menikmati jalan seperti itu. Warga sini yang merantau tiap mau pulang, nggak ada yang ditanyakan selain apa “dalane wis didandani apa durung mas?” Apa lagi musim hujan begini Mas. Jane wilayah sini ya jik masuk peta Sragen/Boyolali Jawa tengah dan Indonesia, “INDONESIA RAYA” tuturnya.

Harapan warga masyarakat Desa Gilirejo Baru kecamatan Miri kabupaten Sragen dan warga masyarakat Kedungrejo kecamatan Kemusu kabupaten Boyolali jalan Satu-satunya segera diperbaiki karena kami juga taat membayar pajak tapi ngopo dalan awet aku iseh cilik sak Iki nganti wes duwe putu ora didandani tutur Bapak Laman warga Dodong barat sebagai tokoh masyarakat.(*)

Penulis : Tri Widodo
Editor: Umy
Foto/Vidio : Gepeng

Terkait

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

Oknum Polri Berpangkat Kompol Jadi Kurir Narkotika

Oktober 25, 2020

Pekanbaru, |Dirresnarkoba Polda Riau Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri dengan barang bukti sebanyak 16 kilogram, dan mengamankan dua tersangka, pengungkapan...

Pemdes Arse Simatorkis Tentukan Titik Rencana Pembangunan Jembatan Gantung

Oktober 24, 2020

Sabtu, 24 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas,-Pemerintahan Desa Arse (Pemdes) Simatorkis Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) tentukan titik rencana pembangunan jembatan gantung...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Eddy Purnomo
Eddy Purnomo
1 year ago

Kadang Memang Miris melihat SYSTEM PEMBANGUMAN DIDESA DESA ,,, PEJABAT DESANYA YG TERLALU SIBUK PEJABAT PUSAT SEDANG SIBUK MELAYANI TAMU DAN SANGAT SIBUK DG AWAK MEDIA KARENA SEDAN POPULER DG GAYA DAN KEBIJAKAN KEPEMIMPINANNYA .. COBA BACA SETIAP HARI BERITA TENTANG BELIAU DI GROUP RELAWAN” GP PRESIDEN ” HEBAT SEKALI SEPERTINYA , NAMUN APAKAH SEDEMIKIAN ADANYA ,,,, MONGGO DIPENGGALIH …

Hery sapto
Hery sapto
1 year ago

Kan ada dana desa 1 M yg di kucurkan pemerintah…jangan jangan di tilep pejabat di situ,