Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Jaksa Agung S.T. Burhanuddin Berjanji Akan Menghitung Untung Dan Rugi Keberadaan TP4 Dan TP4D

Kamis 14 November 2019 |Warsito Nusantoro Pamungkas

JAKARTA,–Jaksa Agung S.T.
Burhanuddin berjanji
akan menghitung
untung dan rugi
keberadaan TP4
dan TP4D. TP4 adalah Tim Pengawalan
Pengamanan Pemerintah dan
Pembangunan Pusat yang
dibentuk di tingkat Kejaksaan
Agung dan TP4D adalah Tim
Pengawal Pengaman Pemerintahan
dan Pembangunan Daerah yang
dibentuk di tingkat kejaksaan
tinggi dan kejaksaan negeri. ”Kami akan evaluasi. Sekarang
keuntungan dan mudaratnya
akan kami hitung. Itu saja,”
kata Burhanuddin di Bogor,
Rabu (13/11).

Burhanuddin
mengatakan hal tersebut seusai
diskusi panel pada Rapat
Koordinasi Nasional Indonesia
Maju Pemerintah Pusat dan
Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda) 2019.
Dalam acara yang sama
Menteri Koordinator Bidang
Politik Hukum dan Keamanan
Moh. Mahfud Md. mengatakan
menerima surat yang meminta
keberadaan TP4D dievaluasi.


Ia mengatakan ihwal evaluasi
soal TP4D memang mendesak
dilakukan karena ada surat
dari Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dan masukan-
masukan dari masyarakat.
Jaksa Agung periode 2014-2019,
H.M. Prasetyo, membentuk TP4
dan TP4D di tingkat Kejaksaan
Agung, kejaksaan tinggi, dan
kejaksaan negeri. Pembentukan
ini berdasarkan Keputusan
Jaksa Agung tertanggal 1
Oktober 2015 untuk mengawal,
mengamankan, dan mendukung
keberhasilan pemerintahan
dan pembangunan melalui
upaya-upaya pencegahan dan
persuasif, baik di tingkat pusat
maupun daerah, sesuai dengan
wilayah hukum penugasan
masing-masing.


Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) melakukan operasi
tangkap tangan (OTT) pada
bulan Agustus 2019 terhadap
jaksa di Kejaksaan Negeri
Yogyakarta Eka Safi tri yang
juga anggota TP4D bersama
jaksa di Kejaksaan Negeri Solo
Satriawan Sulaksono.
Keduanya telah ditetapkan
sebagai tersangka penerima
suap dalam kasus lelang proyek
di Dinas Pekerjaan Umum
Perumahan dan Kawasan
Permukiman Kota Yogyakarta
pada tahun anggaran 2019.
Ketua KPK Agus Rahardjo
mengatakan KPK menerima
keluhan mengenai fungsi TP4D
tersebut.”KPK menerima surat
dari asosiasi pemerintah
kabupaten dan kota, kalau
tidak salah dua kali bersurat
terkait dengan TP4D. Nah,
ini harus dievaluasi, apakah
dilakukan perubahan agar
lebih baik karena kasusnya
pernah muncul sekali. Oleh
karena itu, Pak Jaksa Agung
tolong dievaluasi karena KPK
sudah menerima surat itu dua
kali,” kata Agus.


Kepercayaan Publik
Burhanuddin menyadari
banyak orang yang mengambil
keuntungan sendiri di kejaksaan
negeri dan kejaksaan tinggi.
”Saya sadar dan teman-teman
kejati [kejaksaan tinggi], kejari
[kejaksaan negeri], tahu bahwa
masih ada oknum-oknum di
penegak hukum ini di semua
level masih memanfaatkan
situasi mencari keuntungan
pribadi. Saya minta hentikan
itu,” kata Burhanuddin.


Ia meminta para jaksa
menumbuhkan kembali
kepercayaan publik, menjaga
dan membangkitkan kepercayaan
masyarakat, karena saat ini
begitu rendah nilai aparat
penegak hukum di tengah
masyarakat.
Para jaksa di semua
tingkatan harus bersama-sama
membangkitkan kembali
kewibawaan penegak hukum
dan menjaga jangan sampai
seorang penegak hukum
melakukan tindakan pidana.
Kejaksaan sebagai ”sapu”
perbuatan pidana harus bersih.
”Mari menyapu bersih
dengan sapu yang bersih. Kita
tidak bisa menyapu bersih
kalau sapunya kotor,” kata
Burhanuddin.

Sejumlah hal yang
akan diperbaiki Burhanuddin
adalah membangun sistem
complaint and handling
management berupa pelayanan
terpadu berhubungan dengan
informasi tahapan persidangan,
pengembalian barang bukti,
keputusan berkekuatan hukum
tetap, dan pelayanan hukum
lainnya.
”Saya ingin melakukan ini
dengan sebaik-baiknya, tidak
dimanfaatkan oknum,” kata
Burhanuddin. Kejaksaan juga
harus membangun kreativitas
dan inovasi untuk menjawab
tantangan era disrupsi.
Burhanuddin menegaskan
inovasi tidak boleh melanggar
aturan.
”Saya mohon informasi
bukan untuk mendiskreditkan
orang. Beri kami fakta-faktanya,
pasti akan kami tindak,” kata
Burhanuddin. (Antara)

Sumber Redaksi@Solopos.co.id

Terkait

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...

Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga

Februari 28, 2021

SOLO, -Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga . Gibran Rakabuming Raka menyambangi Sekretariat sementara DPP Pasoepati, di Laweyan....

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments