Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Guru Bukan Begal Motor!!!* Oleh : Dudung Nurullah Koswara (Ketua Pengurus Besar PGRI

Rab, 26 Feb 2020 11:23:43pm Dilihat 25 kali author Berita Istana
IMG_20200226_232024

*Guru Bukan Begal Motor!!!*
Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Masalah kelalain dan keteledoran bukan kriminal. Apa bila benar guru yang lalai dalam kasus viral “Susur Sungai” yang menyebabkan korban para siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta dibotakin, sungguh tuna adab! Mengapa Saya katakan tuna adab? Memang benar-benar tuna adab!

Si Pelaku Pembotakan terhadap guru atau yang memberi perintah pasti sosok “setengah manusia”. Mengapa Saya katakan demikian? Entah terbuat dari apa tangan, isi otak dan isi hati seorang pemberi perintah atau pelaku pembotakan terhadap guru-guru yang lalai dan khilaf dalam kasus susur sungai.

Seorang pendidik dan penulis buku, Ade Chairil Anwar mengatakan, “Sebagai manusia, tentu khilaf dan lupa mereka perlu kita maafkan, kita akui ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi memperlakukan mereka (baca; pendidik) tak ubahnya seperti maling, sungguh tak manusiawi”.

Komentar Nzank Kartiwa seorang guru muda berprestasi dan pernah belajar di Australia utusan dari Disdik Provinsi Jawa Barat mengatakan, “Guru tersebut silahkan untuk diadili sesuai pelanggarannya tapi akan terlihat berbudaya dan beretika tatkala guru itu tidak digunduli seperti itu”.

Cecep Taufiq Mubarak Yusuf seorang guru milenial menyatakan, sebelum ada vonis bersalah dari pengadilan siapa pun termasuk penyidik tidak bisa menentukan seseorang bersalah atau tidak. Bersalah dan tidak bersalah adalah otoritas hakim di pengadilan. Baginya pembotakan para guru itu sungguh melanggar etika.

Sejumlah komentar yang sangat menyayangkan dugaan tindakan “pembotakan” terhadap guru mulai viral. Oknum jenis apa yang tega membotakin para guru ? Adakah oknum penegak hukum yang tak punya etika memperlakukan seorang guru yang khilaf dan lalai sama persis dengan perilaku kriminal sekelas begal?

Mari seluruh guru Indonesia memberikan dukungan moral pada guru yang diperlakukan bagai begal, pencuri motor dan pemerkosa. Dimana pun dan kapan pun warga negara bahkan guru yang lalai dan melakukan kebodohan tidak harus diperlakukan tak terhormat. Ia manusia yang lalai dan tak berniat jahat!

Bangsa biadab adalah bangsa yang memulyakan koruptor namun membotaki guru yang lalai karena sebuah kegiatan yang niatnya baik. Kegiatan pramuka itu kegiatan yang baik, bedakan dengan kelalaian dan keteledoran. Bedakan antara begal motor dengan guru yang lalai.

Sekali lagi! Bila benar ada guru yang dibotakin, tanpa alas kaki dengan baju pesakitan layaknya begal sungguh ngeri dan sadis! Ngeri melihat, sejumlah orang menyaksikan saat petugas menggiring tiga orang yang dibotakin, kaki telanjang dan baju pesakitan. Benarkah dalam video viral itu ketiganya ada gurunya?

Sesadis sadinya bangsa kafir Quraisy dan peradaban kuno tidak ditemukan bukti memperlakukan guru sedemikian tak adab. Sungguh Ibu Pertiwi akan menangis dan kebathinan guru akan terkoyak, memberontak bila guru yang khilaf dan lalai disamakan dengan begal motor! Hukum dan pengadilan itu harus ditegakan dengan baik.

Namun di atas hukum dan pengadilan mesti hadir etika, keadilan dan pemandangan elok bagi publik. Apakah tiga orang pendidik dan pembimbing pramuka yang dibotakin, kaki telanjang, baju pesakitan bagi mata publik pantas dan layak? Jangan sakiti perasaan publik dan profesi guru.

Kita ketahui pasca kejadian peristiwa susur sungai, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Risyidi, langsung proaktif terjun ke lapangan didampingi ahli hukum LKBH PGRI Dr. KH. Wahyudi. Prof. Unifah melihat langsung dan memberikan bantuan hukum bagi para guru yang terlibat.

Hak guru dalam perlindungan hukum harus dadapatkan sesuai UURI No 14 tahun 2005 dan sebagai hak warga negara. Melihat saat ini ada “pembotakan” pada guru, *dalam twitternya Prof. Unifah terlihat marah dan bahkan mengancam turun ke jalan*.

Bila Prof. Unifah memerintahkan para guru bersatu turun kejalan demi membela kehormatan guru, bahaya! Upaya penegakan hukum kepada guru tidak disamakan dengan begal. Guru bukan begal! Kelalaian guru dalam kegiatan pramuka bukan perilaku begal. Kehormatan guru mesti ditegakan dengan adil saat penegakan hukum ditegakan.

Share this :

Baja Juga

News Feed

Warga Lingkungan VI Pasar Sibuhuan Kecewa Proyek Jaringan Perpipaan SPAM IKK Tak Kunjung Selesai

Sab, 28 Mar 2020 07:58:34pm

Warga Lingkungan VI Pasar Sibuhuan Kecewa Proyek Jaringan Perpipaan SPAM IKK Tak Kunjung Selesai Sabtu , 28 Maret 2020 | Penulis :...

Kurangi Penggunaan Gas Elpiji, Ibu ibu Warga Desa Pertahankan Tradisi Penggunaan Kayu Bakar

Sab, 28 Mar 2020 01:19:24pm

Kurangi Penggunaan Gas Elpiji, Ibu ibu Warga Desa Pertahankan Tradisi Penggunaan Kayu Bakar. Sabtu, 28 Maret 2020 I Penulis :...

Diduga Oknum Sekdes Bedoro Sambungmacan Menggelapkan Sertifikat Tanah Sejak 2009-2020

Sab, 28 Mar 2020 11:37:59am

Diduga Oknum Sekdes Bedoro Sambungmacan Menggelapkan Sertifikat Tanah Sejak 2009-2020 Sabtu 28 Maret 2020 | Penulis : Sito Sragen Berita Istana....

HIPMI Paparkan Panduan Jalankan Usaha Tengah Wabah Covid-19

Jum, 27 Mar 2020 05:07:01pm

HIPMI Paparkan Panduan Jalankan Usaha Tengah Wabah Covid-19 HIPMI Paparkan Panduan...

Umbul Doa Dari Solo Untuk Indonesia, Ikhtiar Masyarakat Surakarta Agar Bebas Wabah Corona

Jum, 27 Mar 2020 10:21:45am

Umbul Doa Dari Solo Untuk Indonesia, Ikhtiar Masyarakat Surakarta Agar Bebas Wabah Corona Jumat 27 Maret 2020 | Humas Pemkot Solo Surakarta, Umbul...

SMAN 1 SINE NGAWI DIDUGA PUNGLI DOBLE IJON

Jum, 27 Mar 2020 06:49:01am

SMAN 1 SINE NGAWI DIDUGA PUNGLI DOBLE IJON Jumat 27 Maret 2020 | Penulis : Bd Berita istana Ngawi, sungguh sangat miris institusi sekolah...

Tetap Semangat Bapak Ir Presiden RI Joko Widodo 

Kam, 26 Mar 2020 04:56:35pm

Tetap Semangat Bapak Ir Presiden RI Joko Widodo    Kamis 26 Maret 2020 SOLO,-Kita pastinya mengerti dan turut merasakan betul apa yang...

Warga Miskin Desa Ketro Tanon Terabaikan

Kam, 26 Mar 2020 11:51:17am

Warga Miskin Desa Ketro Tanon Terabaikan Kamis 26 Maret 2020 | Penulis : Giyanto SRAGEN, Siang itu suasana langit cerah tanpa ada mendung...

Kapolres Kebumen, Dandim 0723 Klaten, dan Kapolres Klaten Turut Berduka Cita

Kam, 26 Mar 2020 06:20:36am

Kapolres Kebumen, Dandim 0723 Klaten, dan Kapolres Klaten Turut Berduka Cita Kapolres Kebumen AKBP Dr. Rudy Cahya Kurniawan, M.Si beserta...

KAPOLRES Padang Lawas AKBP JAROT YA, SIK Turut Berduka Atas Meninggalnya Ibunda Joko Widodo

Rab, 25 Mar 2020 08:07:02pm

KAPOLRES Padang Lawas AKBP JAROT YA, SIK Turut Berduka Atas Meninggalnya Ibunda Joko Widodo   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4267026,4,406,165,100,00011111']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();

error: Content is protected !!