Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Dugaan Pungli  dan Tindakan Penahanan Sertifikat PTSL Oleh Panitia Desa Brati Pati

Dugaan Pungli  dan Tindakan Penahanan Sertifikat PTSL Oleh Panitia Desa Brati Pati

Berita Istana | Pati – Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya ditujukan untuk memudahkan warga mengurus sertifikat tanah, justru menjadi lahan pungutan liar (pungli) bagi segelintir oknum. Seperti yang terjadi di Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati Jawa Tengah (jateng) keluhkan sertifikat PTSL tahun 2019 yang tak kunjung dibagikan oleh pihak panitia, 23/6/2020.

Data yang dihimpun media, Desa Brati tahun 2019 mendapat jatah kuota program PTSL sebanyak 1200 bidang dengan biaya yang dibebankan kepada pemohon 650 ribu per bidang, akan tetapi sampai saat ini ada sejumlah sertifikat yang masih ditahan dan belum dibagikan oleh panitia dengan alasan yang tidak jelas.

Keluhan warga bukan tanpa alasan, karena selain sudah mengeluarkan biaya yang terlalu tinggi, hingga saat ini sebagian warga belum juga menerima sertifikat program PTSL tahun 2019, dan biaya yang dibebankan kepada pemohon dinilai tidak sesuai dengan SKB 3 Menteri, dimana untuk pulau jawa dan bali biaya pembuatan sertifikat PTSL hanya 150 ribu.

” sertifikat yang belum dibagikan sampai saat ini masih banyak, ada sekitar 90 an dan pihak panitia tidak memberi penjelasan kenapa sertifikat belum juga dibagikan.” Ungkap warga Brati yang enggan dipublikasikan namanya.

Parahnya lagi, meski warga sudah menyetorkan biaya sertifikasi, namun hingga saat ini warga belum menerima sertifikat yang dijanjikan. Selain adanya pengakuan warga, hal tersebut juga terlihat saat sejumlah wartawan mendatangi Desa Brati.

Masih menurut warga, permasalahan tidak sampai disitu, waktu pendaftaran PTSL, warga pemohon sertifikat PTSL dibebani biaya yang sangat tinggi,” kami harus membayar biaya pendaftaran serrtifikat PTSL 650 ribu bahkan ada yang sampai 900 ribu, ini pungli namanya, tidak sesuai dengan SKB 3 Menteri.” Kata warga Brati dengan geram.

Warga berharap aparat penegak hukum tidak tutup mata dan berpangku tangan untuk menindak tegas dugaan pungli progam PTSL dan di proses sesui hukum yang berlaku,” kepada aparat penegak hukum jangan hanya diam dan berpangku tangan, usut tuntas pungli PTSL didesa kami.” Harapnya.

Sampai berita ini diturunkan, baik kades maupaun pihak panitia ketika dikonfirmasi oleh media melalui sambungan telepon tidak ada tanggapan terkait permasalahan yang ada didesanya.
( * )

Terkait

Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang

April 25, 2021

Jawa Timur, -Apresiasi Pemkab Malang, KD Menyebutkan Presiden Jokowi Akan Turun Langsung ke Lokasi Gempa Malang. Anggota DPR RI Dapil V Malang Raya Fraksi PDIP yang juga merupakan Diva Indonesia,...

Kapolri: Polri Beri Kekuatan Terbaik Bantu Cari KRI Nanggala 402

April 24, 2021

BALI- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri akan memberikan yang terbaik dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali. Saat ini, kata Sigit, Polri...

Terima Uang Sogokan Ratusan Juta Ditresnarkoba Bebaskan AMR Tumbalkan RUS

April 12, 2021

KALTENG - Penangkapan terhadap berinisial RUS oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalteng, disoal pihak keluarga karena dianggap janggal. ‎ Menurut Triyono, kepada media .........

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja

Maret 18, 2021

TORAJA_Dalam kesempatan yang sama, Presiden turut meresmikan secara virtual Bandara Pantar di Nusa Tenggara Timur_ Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi penting artinya untuk...

Diduga Melakukan Selingkuh Oknum Lurah di Mangunan Bantul Digerebek Warganya 

Maret 7, 2021

BANTUL, – Merasa geram dengan perilaku Lurah yang diduga telah melakukan perselingkuhan dengan salah satu warga, malam tadi, Minggu (7/3/2021), sekitar 100 warga dari 6 dusun (cempluk, mangunan,...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments