Dominasi Panggung ILC, Ganjar Bikin Anies Pucat dan Redup

Jum, 14 Feb 2020 08:45:37am [update-viewer] author Berita Istana
IMG_20200214_083547

Dominasi Panggung ILC, Ganjar Bikin Anies Pucat dan Redup

Jum’at 14 Februari 2020| BERITAistana.com

Ganjar Pranowo, orang nomor satu di Jawa Tengah, mempertontonkan optimisme pembangunan bangsa Indonesia di acara yang sebetulnya sudah tidak menarik lagi untuk ditonton, ILC, acara sampah yang sering menghadirkan pembicara yang kelasnya pendukung Prabowo semua.

Tapi karena ada Ganjar, saya pun akhirnya memutuskan untuk menonton siaran ulang di YouTube. Dan ternyata saya puas melihat bagaimana pesona Ganjar Pranowo membuat Anies kelihatan kecut, muram, murung, gelap, tidak berpengharapan. Bagaimana analisis mimiknya? Selengkapnya.

Ganjar menebarkan senyum dan terus memberikan rasa optimis kepada orang-orang yang ada di panggung ILC. Dari bahasa tubuh, cara bicara dan pembawaan wajah, Ganjar Pranowo menyihir panggung ILC.

Ia memberikan sebuah presentasi terpelajar mengenai pengalamannya membangun Jawa Tengah. Secara skala ukuran, Jawa Tengah jauh lebih besar dari Jakarta. Artinya, lebih sulit mengatur Jawa Tengah, ketimbang Jakarta.

Tapi sesulit apapun tugas Ganjar, ia tetap saja positif. Ia tahu cetak biru alias blue print pembangunan yang ia rencanakan selama periode pertama dan periode keduanya. Ia memiliki kedekatan dengan rakyatnya secara menyeluruh. Pak Ganjar Pranowo adalah Bapak Jawa Tengah yang membangun Jawa Tengah dengan kerja kerasnya.

Sebagai kader banteng, orang ini terdidik untuk kerja, kerja dan kerja. Semangat Joko Widodo dimiliki oleh beliau. Berperawakan kurus, rambut tidak dicat dan tinggi, Ganjar menceritakan segala yang bisa ia bagikan di acara ILC. Semua hadirin termasuk nara sumber pun terinspirasi. Kecuali Anies. Ia memasang wajah kecut yang benar-benar tidak bisa disembunyikan.

Mungkin Anies bisa menutupi kebodohannya dengan kata-kata, tapi tidak dengan mukanya. Mukanya kecut, tersimpan begitu banyak ketidaksukaan. Sebagai good friend of America, Anies ini memiliki jiwa saing yang tidak sehat. Menurut pengakuan Ade Armando yang mengenal Anies sejak di Paramadina, Anies dinilai sebagai sosok yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaannya.

Salah satu kejadian yang tidak mengenakkan Ade Armando adalah bagaimana Anies memfitnah Gita Wirjawan sebagai pengimpor kebijakan. Isu asing aseng sudah dimulai Anies bukan sejak Pilkada DKI Jakarta, melainkan sejak bernafsu menjadi presiden lewat konvensi Demokrat. Pada saat itu,

Ganjar sedang fokus membangun Jawa Tengah. Orang-orang yang ada di kubu banteng, hanya tahu kerja. Ganjar Pranowo membangun Jawa Tengah dengan setiap kebijakan yang merakyat. Ia sangat berpotensi untuk menjadi penerus Joko Widodo di tahun 2024. Ganjar Pranowo harus bergerak dari sekarang.

Empat tahun tersisa pemerintahan Joko Widodo, harus digunakan sebaik-baiknya oleh Ganjar Pranowo untuk melakukan perkenalan dan presentasi diri ke khalayak Indonesia. Ganjar sekarang sudah mulai memanjangkan sayapnya bukan hanya di Jawa Tengah, melainkan di seluruh Indonesia.

Saya lebih setuju dengan sosok Ganjar Pranowo, ketimbang Ridwan Kamil yang katanya juga menjadi calon kuat. Jangan Anies deh.

Anies itu bodoh. Tapi kenapa tidak Ridwan Kamil? Untuk urusan banjir, Ridwan dan Anies itu sama saja. Memang sih lebih parah Anies kemana-mana, tapi Ridwan tidak cocok untuk jadi presiden. Kenapa? Dia adalah orang yang mirip Anies. Suka pencitraan. Itu dalam pandangan saya ya.

Pesona Ganjar Pranowo tidak lekang dimakan usia tua. Semakin banyak uban, orang ini malah semakin terlihat bijak. Sebagai calon presiden RI, Ganjar sudah memiliki banyak modal. Pembawaannya baik, orangnya jujur, sederhana, pekerja keras, dan ada roh Soekarnois dan Jokowi di dalam semangat kerja Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo di atas tahu batas, di bawah tahu diri. Orang ini pintar membawakan diri. Lihat saja panggung ILC dibuat terpesona sampai wajah Anies miris, seperti sedang menahan sesuatu yang mau keluar gitu loh. Hahaha.

Ganjar Pranowo dan pesonanya membawa saya pun juga tertarik untuk menjadi relawan orang ini. Namanya relawan ya tidak harap jabatan. Semoga saja dengan ini, saya bisa konsisten meng-endorse Ganjar terus menerus selama 4 tahun ini, sampai di tahun 2024, ia bisa menjalankan pencapresannya dengan baik.

Sekarang, mungkin Pak Ganjar bisa bekerja untuk Jawa Tengah, sesekali blusukan ke tempat-tempat di daerah Aceh, Sumatera Barat, dan basis-basis Prabowo lainnya. Kalau mau, datang juga ke Minahasa, torang sambut Pak Ganjar dengan sukacita!

Begitulah sukacita.

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]
[bigthumb]

Sosialisasi Perbup Tahun 2019 Tentang penyelenggaraan Parkir

Kam, 27 Feb 2020 09:31:37am [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]
[bigthumb]

Menghindari Jalan Berlubang Pelajar Meninggal Dunia

Rab, 26 Feb 2020 11:35:42pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Membedah Motif Gibran Mencalonkan Walikota

Rab, 26 Feb 2020 09:26:09pm [myexcerpt]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor