Diduga Tanda Tangan yang Dipalsukan Bertambah

Rab, 29 Jan 2020 11:07:29am [update-viewer] author Berita Istana
IMG-20200129-WA0053

Diduga Tanda Tangan yang Dipalsukan Bertambah

Rabu 29 Januari 2020| Sumber : Tiam Lampung

BERITAISTANA.COM

Lampung Barat, Intailampung- Berawal dari polemik Merah bangsawan selaku mantan kepala seksi (kasi) Merah Bangsawan, dengan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) muzakar, di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), hingga saat ini kian rumit.

Seperti telah dilakukan penahanan gaji oleh Muzakar, walaupun telah dilakukan pengembalian secara diam-diam dengan mengutus bendahara Vega Yanti bersama Kasubak Tata Usaha (TU) yang baru yaitu Sumarlin, beberapa wktu yang lalu.

Ironisnya hearing Dewan Perwakilan Rakyat Komisi A bidang Pemerintahan seakan bisa begitu saja memaklumi, walaupun sampai enam bulan penahanan gaji oleh Muzakar, sesuai pernyataan Vega Yanti, gaji tersebut diambil dan disimpan oleh Muzakar selaku Kepala Kantor Kesbangpol. Dan itu hanya menggunakan kewenangan secara pribadi Muzakar, tanpa memperhatikan aturan ASN yang sesuai prosedur. Sehingga Muzakar terkesan terlalu berani

April 2019, merah bangsawan mengakui adanya perjanjian tertulis untuk menyanggupi isi perjanjian kedisiplinan, yang awalnya perjanjian tersebut karena Merah bangsawan tidak masuk melaksanakan kegiatan kantor, selama kurang lebih dua Minggu dikarenakan sakit magh kronis, dan meminta izin melalui via SMS langsung kepada Muzakar, namunmuzakar tidak menerima cara itu, dan merah dianggap lalai, Muzakar langsung memberikan sangsi penahanan gaji selama satu bulan, dan gaji akan diberikan jika merah bangsawan menyanggupi, untuk penandatanganan surat pernyataan kedisiplinan sesuai ASN dan itu harus ditanda tangani merah, agar gajinya bisa dikelurkan.

“Saya tidak punya pilihan kecuali menandatangani pernyataan itu, karena gaji yang memang saya butuhkan saat ditahan. Dan gaji bisa diberikan dengan syarat menandatangani surat pernyataan terlebih dahulu, ahirnya saya tandatangani. Aku Merah Bangsawan.

Dan masih kata merah, setelah itu masuk seperti biasa melaksanakan kegiatan kantor seperti biasa, sampai Juli 2019 musibah keluarga datang, anak saya sakit kelenjar getah bening di leher, dan harus dioprasi, sehingga izin melalui via whatsaap (WA) beserta lampiran foto anak saya yang terbaring diruangan rumah sakit, selama tiga hari begitu masuk terjadilah pemanggilan dan terjadi keributan. hingga Muzakar mengeluarkan kata kasar tidak perduli mau sakit sampai sekarat sekalipun aku tidak perduli.

Sampai statemen muzakar tidak akan mencairkan seluruh kegiatan dibidang saya, Aku merah diruangan hearing dewan Komisi A, yang dipimpin oleh Untung selaku ketua Komisi A.

Jika diperhatikan kembali bahwa pelanggaran ASN yang menurut Muzakar, itu perlu dikaji kembali, karena kebijakan seorang pemimpin yg kurang normal, perlu dipertanyakan…?
-Pengalihan wewenang seakan sudah terencana, adanya unsur kepentingan pribadi, karena kepada siapa kegiatan itu diserahkan, Muzakar tidak bisa menjawab..?

Dugaan kuat kegiatan difiktifkan terkait dibuatnya SPJ fiktif, karena adanya temuan baru pemalsuan tanda tangan di SPJ tersebut yaitu atas nama dua orang merah bangsawan selaku pelaksana kegiatan, dan Suroto selaku PPTK, dari satu kegiatan ditangani dua orang saja sudah terkesan ganjil. Dan ternyata tanda tangan Suroto ikut dipalsukan. Suroto selaku mantan kasubag TU Kesbangpol, Menegaskan. Bahwa tanda tangan itu bukan punya Suroto, ketika ditemui 26/01/2020 walaupun agak sama, karena aku dari awal dulu (yang sudah dua kali dikonfirmasi sebelumnya) tidak pernah mengakui adanya kegiatan itu dilaksanakan, bahkan setau saya dananya sekitar 40juta sudah dikembalikan tanggal 31 Desember 2019 kemarin, kata Suroto. ketika ditemui 26/01/2020 diruangan kerjanya yang baru, selaku.

Menanggapi hal tersebut Kepala Koordinator Kabupaten (Kakorkab), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Tipikor Indonesia, Suhartato mengatakan, dalam beberapa persoalan yang ada terlihat banyak pelanggaran yang dilakukan Kepala Kantor Kesbangpol Muzakar seperti, dalam SPJ Fiktif terlihat adanya indikasi Tindak Pidana Korupsi, selanjutnya perbuatan pemalsuan tanda tangan, itu jelas melakukan tindak pidana melanggar hukum, serta tindakan kesemena-menaan dan sikap yang terkesan otorit.

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]
[bigthumb]

Sosialisasi Perbup Tahun 2019 Tentang penyelenggaraan Parkir

Kam, 27 Feb 2020 09:31:37am [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]
[bigthumb]

Menghindari Jalan Berlubang Pelajar Meninggal Dunia

Rab, 26 Feb 2020 11:35:42pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Membedah Motif Gibran Mencalonkan Walikota

Rab, 26 Feb 2020 09:26:09pm [myexcerpt]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor