Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Diduga Kades Tidak Transparan Dana Desa, Warga Desa Lawang Kamah Marah

Senin 18 November 2019| Editor : Warsito Nusantoro Pamungkas |Foto Oleh Team :SJ-KPK

Kalteng,--Beberapa warga masyarakat Desa Kamah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas Kalteng, kerja bakti urug jalan yang tidak layak dilewati.

Menurut tokoh masyarakat (SG) warga setempat bahwa mereka sudah membuat aduan terkait pengerjaan dana desa yang tidak transparan namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut, Warga prihatin karena dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat dengan tujuan tidak ada istilah desa tertinggal akan sulit terwujud lantaran dana tersebut rawan akan diselewengkan dan ini layak untuk diperiksa oleh instansi terkait, ujar warga.

Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan.

Sebenarnya sudah ada beberapa tokoh masyarakat yang menemui wartawan agar desa Kamah diberitakan melalui media online maupun cetak agar pemerintah pusat tau tentang desa kami karena selama ada dana desa (DD) Kondisi desa Kamah masih seperti dulu belum ada perubahan, kami pun merasa kecewa dengan kepala desa kami, karena sudah menjabat tiga tahun desa kami tidak ada perubaha.

Warga kerja bakti memperbaiki jalan desa

Sementara Ketua BPD (Sld) menyampaikan bahwa ketua BPD Desa kami hanya sekedar formalitas belaka, karena sewaktu pencairan Dana Desa ketua BPD Desa tidak pernah tau dan tidak pernah dilibatkan, bahkan tanda tangan ketua BPD pun dipalsukan. (Ujarnya)

Sementara Ketua BUMDES Desa (HT) Lawang Kamah KecamatanTimpah Kabupaten Kapuas (KALTENG) Saat dikomfirmasi awak media ini menyatakan keberatan karena sudah tiga tahun rekening Simpedes kosong tidak ada anggaran untuk mengelola BUMDES, iya memang Tidak pernah ada anggran untuk BUMDES,

Bumdes) merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum. Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan Badan Usaha Milik Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa. Kepengurusan Badan Usaha Milik Desa terdiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat desa setempat.

Permodalan Badan Usaha Milik Desa dapat berasal dari Pemerintah Desa, tabungan masyarakat, bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, pinjaman, atau penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan. Badan Usaha Milik Desa dapat melakukan pinjaman, yang dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan BPD.

Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota. (Ujarnya)

Sementara itu kepada desa setempat Feni (44) saat dikonfirmasi awak media ini , menanyakan terkait jembatan yang hampir ambrol, menyampaikan jembatan itu kalau diperbaiki menggunakan dana desa anggaran tidak cukup dan jembatan itu biar diperbaiki DPU Kabupatan. (ujarnya)

Jembatan satu-satunya yang dilewati warga Kamah kondisi rusak parah

Setelah laporan warga memuncak barulah aparat Desa mulai bekerja namun, bekerjapun masih sempat bernada mengancam pula ,siapa pun yang berani meliput desa Lawang Kamah akan dapat akibatnya ancaman itu terlontar dari mulut oknum Kepala Desa Lawang Kamah yang tidak mau kerjaan mereka terungkap melalui media.

Warga pun berharap agar mengelola dana desa (DD) Lebih transparan, seperti yang disampaikan presiden kita Joko widodo “Jokowi” agar desa kami menjadi desa yang maju dan mandiri, dan kami pun berharap dari pemerintah pusat agar desa kami dikasih listrik ( PLN ) karena semenjak ada desa belum pernah ada LISTRIK MASUK DESA, dalam sehari hari kami mengunakan jensed. (Ujarnya)

Sumber : Team insvestegasi SJ-KPK

Terkait

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

Oknum Polri Berpangkat Kompol Jadi Kurir Narkotika

Oktober 25, 2020

Pekanbaru, |Dirresnarkoba Polda Riau Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri dengan barang bukti sebanyak 16 kilogram, dan mengamankan dua tersangka, pengungkapan...

Pemdes Arse Simatorkis Tentukan Titik Rencana Pembangunan Jembatan Gantung

Oktober 24, 2020

Sabtu, 24 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas,-Pemerintahan Desa Arse (Pemdes) Simatorkis Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) tentukan titik rencana pembangunan jembatan gantung...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments