Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Data PKH Di Klaten Amburadul" Orang Kaya Di Miskinkan

Sabtu 14 Desember 2019| Editor : Warsito Nusantoro Pamungkas

KLATEN-BERITAistana.com -Program Keluarga Harapan (PKH) yakni program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH di Kabupaten Klaten dinilai tidak tepat sasaran

Padahal program ini adalah upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007, Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Namun di Klaten sepertinya tidak tepat sasaran, dari data yang didapatkan banyak penerima PKH yang tidak sesuai dengan persyaratan, karena yang menerima dikategorikan bukan keluarga miskin tapi malah termasuk penerima PKH.

PKH memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan.
PKH diarahkan untuk menjadi episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

ungkap Indawiyana LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) kepada beritaIstna.com
Terlihat di media sosial dan yang terjadi didesa Dompyongan, Jogonalan, Klaten bahwa pemilik mobil dan motor mendapat PKH menunjukan verifikasi dari dinsos tidak tepat sasaran atau ngawur menunjukkan mereka malas berkerja.


Desa Dompyongan, dari 531 penerima bantuan PKH hampir separuhnya tidak tepat sasaran, ada yang rumahnya bagus-bagus dikasih bantuan ada yang punya mobil dikasih bantuan dan ada yang punya sawah juga diberikan bantuan. orang perdesaan itu kalau punya sawah artinya orang yang mampu ucap Indrawiyana LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN).

Karena orang yang tidak mampu itu tidak akan mungkin punya sawah, dan mobil. Seharusnya petugas Dinsos atau petugas pendampingnya disaat memasang setiker di rumah-rumah warga penerima bantuan PKH dll bila dilihat rumahnya sudah bagus punya motor bagus punya mobil tidak usah dipasang setikernya langsung coret saja mereka kan petugas pendamping kalau sudah tau rumahnya sudah bagus punya kendaraan roda dua (2) dan empat (4) tetapi masih dipasang setiker juga itu yang salah bukan penerima bantuannya tetapi petugas nya yang tidak becus berkerja.

Tetapi yang nerima juga tidak punya malu. Petugasnya itu mereka berkerja mendata mana yang berhak menerima bantuan bukan main-main dan pasang setiker.
Di beberapa daerah, sudah dilakukan penindakan akibat penyimpangan dalam penyaluran bantuan PKH. Kenakalan para oknum pendamping PKH juga sering berujung ke pihak penegakan hukum tutupnya.

Sementara Agus Harsono S.H selaku Ketum LSM GERAK saat dibuhungi media ini Jumat malam 13/12/2019 menjelaskan Semua muaranya ke Dinas Sosial, Petugas PKH pun mesti bingung,apalagi kepala desa. Apa lagi RT. Mekanisme yang masih amburadul cara menggali data keluarga pra sejahtera. Dinas sosial harus bertanggung jawab. Mestinya dinas sosial sebagai motor PKH berani memperbaruhi data. Karena banyak di temukan data yang tidak akurat.

Kepala keluarga yang mampu secara ekonomi dapat bantuan,yang tidak mampu justru tidak dapat bantuan PKH ujar Agus Harsono. S.H ketua LSM GERAK kabupaten, klaten. Agus menambahkan Dengan bekerja sama dengan RT dan Kades cek langsung ke lapangan, sehubungan akan mendapatkan data masyarakat yang betul betul pantas menerima bantuan Pemerintah melaluhi PKH yg di kelola Dinas Sosial. Selama ini Sebagai Ketua RT dan Kepala Desa tidak tahu menahu warga yang dapat bantuan PKH padahal ketua RT dan kades yang lebih tahu data miskin warganya justru tidak di manfaatkan oleh Dinas sosial. Data yang di pakai oleh Dinas Soaial ini data tahun berapa
tutupnya,

Sementara saat media ini meminta konfirmasi bapak Nasir selaku Kapala Dinas Sosial kabupaten Klaten, pagi tadi pukul 09 : 14 WIB 13/12/2019 beliau menjawab. Pagi juga. Siap mas. Tapi sebentar ya, saya masih acara, Nanti saya jelaskan. Selanjutnya pada pukul 16 : 35 WIB dengan hari yang sama media ini mencoba ulang meminta konfirmasi pak Naris Kepala Dinas Sosial,
Sebentar ya, sejak kemarin sd besok masih acara di wonosobo mas.

Hingga berita ini dimuat Kepala Dinas tidak ada penjelasan tentang bantuan yang tidak tepat sasaran.

Penulis: Tim BI Biro Klaten.

Terkait

Warganya Kesulitan Ekonomi Kepala Dusun Cuek Pengusaha Muda Turun Tangan Bantu Warga

Maret 1, 2021

  KOPI Jembrana – Kondisi Pandemi Covid-19 membuat banyak warga menjerit. Keadaan ekonomi yang sulit memunculkan tekanan psikologis masyarakat di mana-mana. Bencana kemanusiaan sedang...

Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Tinjau Tirtonadi, Gibran Tekankan Pembangunan Lantai 2 Terminal Akan Jadi Pusat Kegiatan Produktif. Menhub Ir. Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja di Kota Solo, Minggu...

Hadiri Peresmian Hunian Sementara (HUNTARA) Desa Tumanggal Rofik Kembali Berikan Bantuan

Februari 28, 2021

  Purbalingga (28/02) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Rofik Hananto menghadiri acara peresmian Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Dusun Pagersari Desa...

Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo

Februari 28, 2021

SOLO, - Menhub Kunjungan di Solo, Gibran Minta Percepat Realisasi Elevasi Rel di Joglo. Kunjungan Menhub Ir. Budi Karya Sumadi di Kota Solo, Minggu (28/2/2021) dimanfaatkan baik oleh jajaran Pemkot...

Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga

Februari 28, 2021

SOLO, -Gibran Salurkan 500 Paket Sembako ke DPP Pasoepati, Maryadi Gondrong: Kami Siap Dukung Kebijakan Olahraga . Gibran Rakabuming Raka menyambangi Sekretariat sementara DPP Pasoepati, di Laweyan....