Data Dinsos Ngawur Giono/Genjik Warga Klaten Tolak Bantuan PKH

Rab, 11 Des 2019 05:45:14pm [update-viewer] author Berita Istana
IMG_20191211_213828.jpg

Rabu 11 Desember 2019| Editor ; Warsito Nusantoro Pamungkas

KLATEN, BERITAistana.comProgram Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indone­sia telah melaksanakan PKH. ProgramPerlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Gelombang pengunduran diri penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Klaten meningkat. Mereka berani menolak bantuan rutin keuangan dari Kementerian Sosial karena merasa sudah mandiri.Di rumah tanpa plafonnya tersebut, Nuryanti dan suaminya Giono/Genjik, 40, menerima jasa membuat pesanan jajanan makanan di Dusun Krapyak RT 017 RW 019 Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten Jateng.

Mereka tinggal bersama dua anaknya, Depi dan Yosi, satu orang anak perempuannya sudah berkerja dan menjadi karyawan pabrik garmen di salah satu perusahaan di Prambanan,
Nuryanti dan Giono/genjik sebenarnya sudah lama membuka usaha rumah makan soto tetapi usaha menerima pesanan jajanan makanan belum ada 1 tahun ini di mulainya. Namun terkadang Nuryanti maupun Giono/genjik masih menjadi buruh tani.

Keluarga itu masih dianggap miskin sehingga pada pertengahan 2017 lalu masuk menjadi salah satu penerima bantuan PKH dari Kementerian Sosial.
Bantuan PKH tersebut digunakan untuk keperluan sekolah Yosi. Setelah beberapa kali mencairkan dana PKH, Nuryanti merasa tidak nyaman karena beberapa warga lainnya yang kondisi keuangannya di bawah dia, malah tidak mendapat bantuan.

Meskipun penghasilan dari rumah makan soto hanya cukup membiayai kehidupan sehari-hari, Nuryanti merasa sudah cukup. Dia bahkan bisa menyisihkan sedikit uang untuk menyelesaikan renovasi rumah.
“Selagi masih bisa usaha lebih baik kami usaha sendiri. Kami sudah bersyukur apa yang kami dapatkan sekarang,” (ucap Giono/genjik).


Keputusannya untuk mundur sebagai penerima PKH, semakin mantap setelah mendengar cerita Suhendar penjual sate ayam asal Banten Jawa Barat tinggal di dusun Karangkepoh, Desa Dompyongan.
Akhirnya setelah berkonsultasi dengan pendamping PKH, Nuryanti dan Giono/genjik membuat surat pengunduran diri sebagai penerima PKH Ia bahkan yang membuat surat pernyataan dan mengajak istrinya untuk mengembangkan usaha rumah makan dan jajanannya.


Nuryanti mengatakan bantuan PKH merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu masyarakat yang belum mampu. Ia merasa miris ketika melihat ada masyarakat yang tidak mampu tidak terdata sebagai penerima bantuan. Sementara yang terlihat mampu malah mendapatkannya.


Dia mengakui ada beberapa tetangga yang mengatakan keluarganya sudah tidak perlu dibantu. “Setelah mengundurkan diri ada juga yang bilang wah sombong menolak bantuan,” ungkapnya sambil berkelakar.
Yang pasti, Nuryanti dan Giono/genjik selalu bersyukur karena masih diberi kemampuan untuk bekerja. Saat ini dalam 1hari tidak kurang dari 200 mangkuk soto dan jajanan lain yang bisa dijualnya. Jumlah pelanggan bisa meningkat saat hari Libur tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Depi 22 anak pertama dari pasangan Nuryanti dan Giono/genjik Kalau sudah mampu dan diberi rezeki kenapa harus mengaku-ngaku miskin? Nanti malah miskin beneran. Dari sisi agama mengaku-ngaku miskin kan tidak baik juga, dosa juga kan,” (ucap Depi pungkasnya).

Bapak Sukar Berdiri Dibelakang Mobilnya Penerima Bantuan PKH

Berbeda dengan keluarga Giono keluarga Pak Sukar dan Pak Sunarto ini malah menerima bantuan PKH padahal jelas-jelas kalau keluarga pak Sukar warga Krapyak Etan Desa Dompyongan, ini sudah punya mobil dan motor masih menerima bantuan PKH.

Rumah Sert Bengkel Bapak Sunarto Penerima Bantuan PKH

Serta pak Sunarto Warga Krapyak Etan Desa Dompyongan, dia punya usaha bengkel mobil motor dan elektronik yang penghasilannya sudah bisa dibilang cukup tetapi masih menerima bantuan tersebut.(Suhendra Tim)

Penulis : Tim Jurnalis Beritaistana.com |Suhendra

Share this :

Baja Juga

News Feed

[bigthumb]
[bigthumb]

Pengertian Media Sosial

Ming, 26 Jan 2020 01:13:23pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Soto Ledok Kartosuro Legendaris

Sab, 25 Jan 2020 09:52:27am [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Kunjungi Pecinan jelang Imlek, Ganjar: Sin Chun Kiong Hi!

Jum, 24 Jan 2020 08:47:54pm [myexcerpt]

Berita Terbaru

Sen, 27 Jan 2020 09:47:33am

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor