Cerita Bocah SD Penjual Rica Bekicot di Sragen Saat Bertemu Pak Kunto

Rab, 29 Jan 2020 07:05:44am [update-viewer] author Berita Istana
IMG_20200129_064354

Cerita Bocah SD Penjual Rica Bekicot di Sragen Saat Bertemu Pak Kunto

Selasa 29 Januari 2020 | Penulis : Warsito| Editor| Umy

BERITAISTANA.COM

SRAGEN– Tepatnya di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Masa kecil yang seharusnya diisi dengan penuh tawa bahagia di gunakan untuk bermain dan menuntut ilmu tapi malah sebaliknya. Salim Cahyono 9 tahun patut dicontoh. Di usianya yang tergolong masih bocah, ia rajin berjualan rica Bekicot keliling di daerah kampungnya untuk membantu orang tua mencari nafkah.

Kami enam orang mas juang, pak Bambang, bapak Kunto, Salim, Profesor,Warsito dan Sri uminah sedang ngobrol bersama dek Salim

Video yang berhasil di unggah oleh akun YouTube Warsito Sragen berhasil menyentuh hati. Menurutnya bocah tersebut baru SD Klas 5 ia Sekolah di SDN Celep-5 dan ia berjualan rica bekicot keliling di sekitarnya.

Tampak lelah menghampiri saat bocah ini harus berkeliling menjual dagangannya. Tetesan keringat yang menetes di dahi langsung diseka dengan bajunya. Sungguh, bukan hal yang mudah untuk menjalani hidup seperti ini. Tapi bocah ini tetap tegar dan tak kenal lelah dalam menjalaninya.

Siang itu bapak Prikuntadi (Atau yang akrap disapa mas Kunto) sedang berada dirumah Pak Manto Wiyono Dukuh Celep RT 19, Mas Kunto melihat bocah yang sedang berjalan kaki sambil menenteng dagangannya di tas plastik warna putih, lalu mas Kunto memanggil bocah tersebut di ajak ngobrol.

Salim bercerita kepada bapak Prikuntadi, Sepulang Sekolah Salim, berkeliling menjajakan rica bekicot ke Kampung. Putra dari pasangan Tatik 36 tahun dan Wiyono, 40 tahun ini sudah berjualan keliling sudah hampir 2 tahun.

Semangatnya untuk berjualan lantaran dirinya ingin membantu ibunya. Ditambah, ia juga memiliki satu adik perempuan yang perlu dibantunya.

Setiap dua hari sekali, sekitar pukul 13.30 WIB bocah kelas 5 SD ini mulai berjualan keliling. Salim baru pulang ke rumah kalau dagangannya sudah habis. Bahkan terkadang ia pulang hingga pukul 17:00 WIB.

Kepada Bapak Prikuntadi (atau yang akrab di panggil Mas Kunto) Salim bercerita kisahnya selama berjualan keliling tersebut. Dia mengungkapkan, setiap harinya uang yang didapatnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membantu orang tuanya.

“Hasilnya tiap hari bisa Rp 10-15 ribu. Meski tidak pasti, tapi lumayan,” kata Salim yang sering keliling di kampungnya.

Setiap harinya uang hasil jualannya, dia berikan kepada ibunya. Dia hanya mengambil beberapa rupiah untuk ditabung. “Uang saya kasihkan ke ibu yang sedang membutuhkan. Saya hanya ambil Rp 5 ribu untuk uang jajan sekolah dan sisanya ditabung,” beber dia.

Nasehat Bapak Prikuntadi (Atau yang akrab di panggil mas Kunto) Sedang menasehati Salim. OrangtuaMu sudah berjuang sekuat tenaga mereka dan mereka juga tidak pernah berhenti berdoa, tapi kamu juga harus ingat tuhan itu punya skenario cerita yang tidak diketahui oleh siapapun.

Saat hidupmu bahagia, ibumu tidak pernah memintamu untuk membagi kebahagiaan mu kepadanya, tapi saat kamu terluka ibumu selalu datang untuk menerima bagian dari luka mu.

Saat semua orang menghina dan menjauhimu karena kekalahhanmu tapi saat itu ibumu tidak pernah menjauh ataupun malu untuk tetap bersama mu.

Saat kamu tidak mau menerima pendapat orangtuamu mereka hanya diam dan berdoa yang terbaik untuk mu, tapi saat mereka yang tidak bisa menerima pendapatmu kemarahan yang kamu berikan pada mereka.

Orangtuamu tidak pernah ingin kamu menjadi seperti mereka tapi mereka ingin kamu menjadi lebih baik dari mereka

Ketulusan orang tua tidak akan dapat dinilai dengan apapun, bahkan mereka tidak pernah merasa rugi saat buah hati yang mereka jaga dari kecil pada akhirnya akan meninggalkan mereka dan hidup bersama orang lain.(Kunto efek)

Bapak Prikuntadi / Mas Kunto

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]

Diduga Putus Cinta, Pemuda Sayur Matua Cari Jalan Pintas

Sab, 22 Feb 2020 06:25:57pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Monitoring Komisi A DPRD Palas, Disambut Panitia SKD CPNS

Sab, 22 Feb 2020 03:30:44pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Ganjar Lepas Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh

Sab, 22 Feb 2020 09:44:40am [myexcerpt]
[bigthumb]

Dankodiklatau Lantik 480 Bintara Baru TNI AU

Jum, 21 Feb 2020 01:21:46pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Ini Pesan Dandim Solo di Acara Talk Show MTA TV

Jum, 21 Feb 2020 01:12:40pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor