Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Camat Rantau Selamat Tolak Tanda Tangan RPD Gampong Alue Tuwi

Camat Rantau Selamat Tolak Tanda Tangan RPD Gampong Alue Tuwi

 

Minggu 5 januari 2020 :Penulis:Didien|Editor:Umy

BERITAistana.com

Camat Rantau Selamat Tolak Tanda Tangan RPD Gampong Alue Tuwi

 

Aceh Timur – Kepala Desa Alue Tuwi Kecamatan Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur Muhammad Adam setelah didefinitifkan oleh Bupati Aceh Timur pada Bulan September 2019 lalu, dipermasalahkan oleh Camat setempat.

Dampak dari tindakan Camat Rantau Selamat tersebut terhambatnya proses pembangunan serta kepentingan operasional Pemerintahan Gampong Tahun Anggaran 2019 lalu.
Muhammad Adam keuchik Gampong Alue Tuwi kepada Sejumlah media sabtu (04/01/20.

Camat Rantau Selamat Tolak Tanda Tangan RPD Gampong Alue Tuwi
Camat Rantau Selamat Tolak Tanda Tangan RPD Gampong Alue Tuwi

lebih lanjut dirinya merasa sangat kecewa terhadap sikap dan tindakan Camat terhadap dirinya, menyangkut dengan permasalahan Administrasi Pemerintahan Gampong.
“Jika Camat tidak terima saya, dan merasa saya tidak sah sebagai Keuchik yang telah dilantik dan didefinitifkan oleh Bupati Aceh Timur, kenapa tidak dari awal sebelum pelantikan saya dilakukan”. Ujar Muhammad Adam yang merasa dizalimi oleh Camat.

” Dalam hal ini saya sangat kecewa karena merasa Gampong kami sangat dirugikan, terutama menyangkut pembangunan dan Tata Kelola Pemerintahan karena tidak ditanda tangani Rencana Penggunaan Dana Desa (RPD) tahap ke – 3 (Tiga)
Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) yang saya ajukan”. Ungkapnya.

Katanya “Saat berlakunya Surat Keputusan Bupati Aceh Timur selaku perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Kepada Pemerintah Kecamatan untuk Definitifkan saya sebagai Keuchik Gampong Alue Tuwi, maka saya berhak menjalankan roda pemerintahan Gampong secara sah. Saya juga heran, ada apa dibalik ini semua?”. Papar Muhammad Adam.

Salah seorang Pegiat Good Governance Provinsi Aceh Nasruddin saat dimintai pendapatnya oleh media ini terkait persoalan antara Camat Rantau Selamat dan Geusyik baru Alue Tuwi, Muhammad Adam, berikan pernyataannya “Jika seorang Keuchik terpilih dan sudah dilantik oleh Bupati, maka jabatan tersebut secara hukum sudah sah, berarti Keuchik tersebut sudah resmi berkewajiban menjalankan roda pemerintahan Gampong sebagaimana dimaksudkan secara legal serta menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) APBG Gampong, Itu amanat hukum yang berlaku”.Tegas Nasruddin.

“Jika Camat selaku pejabat Pemerintah perpanjangan tangan Kabupaten dalam hal ini Bupati selaku kepala Daerah, berarti sudah bertentangan dengan Surat Keputusan Bupati, bila ada permasalahan ataupun tidak sahnya secara hukum terpilihnya seseorang sebagai Keuchik (Kepala Desa), kenapa tidak diproses oleh Camat sebelum dilantik dan diberikan Surat Keputusan (SK) oleh Bupati? Apakah Camat tidak terlibat dalam proses pemilihan Geuchik tersebut secara struktural administrasi?
Ini sebenarnya terlebih dahulu diluruskan”. Terang Nasruddin.

Selanjutnya Nasruddin “Camat harus menghormati dan menghargai secara hukum Tata Negara sistem pelaksanaan pemerintahan serta kebijakan dan hak kinerja Geusyik Definitif selama SK Bupati masih sah atau belum dicabut secara hukum. Apabila Keuchik dimaksud telah melanggar hukum, jalur administrasi pemerintahan secara struktural belum bisa dicekal oleh Camat, jika yang bersangkutan belum masih memegang SK dirinya sebagai Keuchik, Papar Nasruddin.

Terakhir, Nasruddin menyampaikan pesan kepada Camat Rantau Selamat agar berhati – hati terhadap upaya dan menghambat pembangunan dan operasional pemerintahan Gampong, sehingga berdampak terhadap terganggunya stabilitas kepentingan masyarakat banyak.

Sementara itu, keterangan yang berhasil diperoleh media ini dari Camat Rantau Selamat yakni, Camat menganggap adanya cacat secara administrasi persyaratan pencalonan Keuchik Muhammad Adam dari segi identitas kependudukannya.

Kepala Desa alue tuwi Muhammad Adam sangat kecewa dalam perihal ini pada Kecamatan rantau selamat yang mana kecamatan tidak mau tanda tangan berkas pengajuan pencairan dana desa yang merugikan masyarakat dalam pembangunan desa. Kades aAlue Tuwi, mengatakan saya sudah sah berjabat kepala desa Alue Tuwi setelah Bupati Aceh Timur mrekomendasi pelantikan saya bulan September tahun lalu 2019, namun sekarang saya dipermasalahkan setelah Bapak Bupati Aceh Timur selesai melakukan pelantikan saya, terang Muhammad Adam.(*)

Terkait

Pangkostrad Memberikan Kuliah Umum Taruna -Taruni Jadilah Pemimpin Ing Ngarso Sung Tulodo

Januari 25, 2021

MAGELANG--Pangkostrad Memberikan Kuliah Umum Taruna -Taruni Jadilah Pemimpin Ing Ngarso Sung Tulodo, Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad)  Letnan Jenderal (Letjen) TNI Eko...

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Januari 22, 2021

Diduga Rekayasa Kasus, JPU Budi Atmoko Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

1
Please leave a feedback on thisx
Jakarta –...

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments