Berita Istana - Berita Terbaru dan Terpercaya

Buka Perdagangan Saham 2020, Presiden Jokowi: Bersihkan Bursa dari Praktek Jual Beli Saham yang Tidak Benar

Buka Perdagangan Saham 2020, Presiden Jokowi: Bersihkan Bursa dari Praktek Jual Beli Saham yang Tidak Benar

Beritaistana.com Jakarta 3 Januari 2020.


Presiden Joko widodo bersama para pejabat terkait pengelolaan Bursa Efek Indonesia, usai membuka Perdagangan Saham 2020, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1) pagi.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar otoritas bursa, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia membersihkan bursa dari praktek-praktek jual beli saham yang tidak benar.

Chanel YouTube Oleh sekretariat istana

 

“Jangan kalah dengan yang jahat-jahat, udah hati-hati, harus bersih, berintegritas, berani,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2020, di Main Hall, Tower I Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1) pagi.

 

Menurut Presiden, hal itu sangat penting karena bursa yang bersih dan berintegritas akan membawa kita ke depan lebih baik dan lebih maju.

 

Diakuinya, mungkin awal-awal ada guncangan dikit-dikit, tapi jangka menengah – jangka panjang pasti akan lebih baik.

 

Karena itu, Presiden mengingatkan, jangan sampai ada lagi dari 100 digoreng- goreng jadi 1000, goreng-goreng jadi Rp 4.000.

 

“Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun, praktek goreng-gorengan saham yang menimbulkan korban dan kerugian tidak boleh ada lagi, berikan perlindungan kepada investor,” tegas Presiden.

 

Ia meminta agar manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada fraud, pada kriminal harus ditindak dengan tegas.

 

“Udah ciptakan sistem transaksi yang benar-benar transparan, benar-benar terpercaya, benar-benar valid,” tegasnya.

 

Presiden berharap tahun 2020 dapat menjadi momentum bagi OJK, bagi BEI untuk mencanangkan tahun pembersihan pasar modal dari para manipulator yang sering memanipulasi.

 

“Kalau manipulator berarti sering memanipulasi yang gak bener dipoles-poles jadi bener, yang 100 tadi dipoles-poles jadi 4. 000. Hati-hati bersihkan dan hentikan,” tegas Presiden.

 

Menurut Presiden, saat ini negara kita sedang menjadi perhatian, banyak yang mengamati, banyak yang tertarik untuk berinvestasi.

 

Ia mengutip statemen Ketua OJK yang menyampaikan, dari surveinya Bloomberg kita nomer satu diantara negara-negara emerging markets yang lain.

 

“Ini patut disyukuri, tapi kepercayaan seperti itu jangan hilang gara-gara tadi, ada manipulator yang hanya mengambil untung untuk dirinya sendiri,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, kita patut bersyukur karena Indonesia tercatat dan diakui dunia sebagai Most Prefferred Emerging Markets di tahun 2020 mengalahkan China, India, Brazil dan negara-negara yang pertumbuhannya diakui dunia.

 

Karena itu, Presiden menekankan semua pihak harus menjaga kepercayaan ini.

 

“Trust harus kita perjuangkan, kita kembalikan kepada pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, jadilah yang terpercaya, jangan sekalipun mencederai kepercayaan masyarakat yang diberikan kepada pasar modal kita,” pungkas Presiden.

 

Apresiasi Presiden Jokowi menyalami Dirut BEJ Inarno Djajadi usai membuka Perdagangan Saham 2020, di Tower I Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1) pagi.

 

Sebelumnya pada awal sambutannya Presiden Jokowi menyampaikan rasa syukurnya karena di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global di tahun 2019, ekonomi kita bisa relatif stabil, kinerja pasar modal di tahun 2019 juga menggembirakan, aktivitas pencatatan saham mencapai 55 pencatatan perusahaan baru. “Ini prestasi penting karena merupakan yang tertinggi di ASEAN dan tertinggi ke-7 di dunia,” kata Presiden Jokowi.

 

Ia juga mengapresiasi penggalangan dana jangka panjang melalui BEI yang mencapai Rp877 triliun, jumlah tertinggi yang pernah dicapai.

 

Sementara jumlah investor juga meningkat dan penghargaan juga banyak diraih dari dunia internasional.

 

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Ketua OJK Wimboh Santoso, Dirut BEI Inarno Djajadi, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

 

  • Penulis: Anto BI
    Editor : Umy BI

Terkait

Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian Dengan Skala yang Lebih Luas

Januari 11, 2021

JAKARTA --| Presiden: Lakukan Pembangunan Pertanian dengan Skala yang Lebih Luas. Pada 11 Januari 2021 Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021, Senin...

BABINSA BERI WASBANG SECARA VIRTUAL

Oktober 26, 2020

Boyolali,- Mengingat pentingnya wawasan kebangsaan bagi siswa, juga kondisi yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan bertatap muka, saat ini Babinsa Koramil...

Dirlantas Polda Metro Jaya Siapkan Pos Pengamanan Saat Cuti Bersama

Oktober 25, 2020

Jakarta| Dirlantas Polda Metro Jaya siapkan Sebanyak 15 pos pengamanan disiapkan Polda Metro Jaya saat libur cuti bersama. Titik posko tersebar di jalan tol dan beberapa titik jalan...

Oknum Polri Berpangkat Kompol Jadi Kurir Narkotika

Oktober 25, 2020

Pekanbaru, |Dirresnarkoba Polda Riau Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri dengan barang bukti sebanyak 16 kilogram, dan mengamankan dua tersangka, pengungkapan...

Pemdes Arse Simatorkis Tentukan Titik Rencana Pembangunan Jembatan Gantung

Oktober 24, 2020

Sabtu, 24 Okt 2020 | Penulis : Bonardon Padang Lawas,-Pemerintahan Desa Arse (Pemdes) Simatorkis Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) tentukan titik rencana pembangunan jembatan gantung...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments