IMG-20200114-WA0002

18 Tambang di Klaten Gak Jelas Alias Amburadul, Dengan Kedok Izin Perkebunan yang Telah Memakan Korban Jiwa

KABAR PAGI KLATEN PERTAMBANGAN


Selasa 14 Januari 2020 | Penulis : Suhendra | Editor : Kabul Budiyanto


BERITAistana.Com


MODUS PERTAMBANGAN DENGAN KEDOK IZIN PERKEBUNAN TELAH MENELAN KORBAN JIWA, MENJADIKAN SOROTAN PEWARTA.


KLATEN-BERITAistana.com– Insan PERS, nampaknya terus mengawal aktifitas pertambangan di Kabupaten Klaten. Salah satunya, melalui upaya pemberitaan izin-izin Perkebunan. Seperti salah satunya penambangan pasir di wilayah Kecamatan Kemalang.

Menurut pantauan BeritaIstana.com diduga masih banyak pemilik izin IUP-OP yang melakukan kecurangan. Sibuk mencari keuntungan sepihak. Tanpa memperhatikan lingkungan dan aturan Perundang-undangan yang berlaku.


Salah satunya, tambang di Dusun Pucangan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Dari hasil pantauan BeritaIstana.com, tambang tersebut milik PT. MITRA MAKMUR KARYATA. Ini yang pada 29 November 2019 lalu telah terjadi kecelakaan kerja yang menelan 1korban jiwa meninggal ditempat. pada hari Selasa 7 Januari 2020 dimulai pukul 11 : 00 WIB lalu hingga saat ini terpantau sudah melakukan pengeluaran matrial menggunakan 2unit Excavator, dengan berpindah geser ke Utara kurang lebih (-+) 300m2 dari titik longsor yang menimbun 1unit excavator dan truck pada waktu itu. dengan gesernya kurang lebih 300m2 ini diduga sudah diluar wilayah pencadangan kordinat izin. dan dinding tebing yang digali justru semakin tinggi dari yang longsor kemarin.


Saat bapak Mursita selaku Kepala Seksi Produksi dan Pengelohan Hasil Perkebunan, saat dihubungi BeritaIstana.com
Nggih mas, rencana akan kita monev lagi, Nggih mas, nanti kita cek koordinatnya.
Kalau diluar titik koordinat malah bukan kewenangan dipertan, karena yang kita rekom yang didalam titik koordinat. Bila benar diluar titik kordinat itu
Sudah menjadi kewenangan aparat penegak hukum mas pungkasnya.


Sementara AKBP Wiyono Eko Prasetyo. S.I.K. S.H
Kapolres Klaten saat dihubungi Beritaistana.com
Untuk kegiatan penambangan itu kewenangan dari dinas terkait sesuai dengan mengeluarkan ijinnya mas nanti dari Polres akan berkoordinasi ke dinas terkait termasuk ke pelaksana terkait apakah dari dinas terkait sudah mengijinkan kembali atau belum. Kalau antara keluarga korban dan pihak perusahaan saya sudah mendapat laporan kalau memang sebelumnya sudah beberapa kali ada pertemuan antara keluarga korban dengan pihak perusahaan, termasuk bersama muspika, perangkat desa, dan juga disaksikan masyarakat yang mana dari pihak perusahaan bertanggung jawab dan berempati kepada keluarga korban, dengan memberikan beasiswa biaya sekolah untuk masing-masing anak korban dan dananya sudah dimasukkan rekening tabungan masing-masing anak korban kemudian juga memberikan modal usaha kepada istri korban dan juga langsung menerima anak korban untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut Pungkasnya.


Saat Bowo Hariyono team Investigasi (Media) tabloidkpk memberikan keterangan kepada beritaistana.com 14/1/2020. Klaten itu ada 18 tambang yang berkedok izin perkebunan, dari hasil Investigasi kami beberapa bulan terakhir ini ada 10 data yang kami peroleh, ada beberapa tambang yang sudah sangat melanggar UU Minerba Modus nya tambang tetapi dia memakai izin perkebunan, menurut data yang kami dapatkan ketentuan kerjanya seharusnya pukul 08 : 00 S/d 16 : 00 prakteknya mereka kerja 24 jam, didalam ketentuannya hanya diperbolehkan menggunakan 2unit Excavator faktanya mereka menggunakan 5 s/d 7 Excavator perhari kerja. ketentuannya hanya diperbolehkan mengeluarkan material 192m3 atau setara 43 truck matrial yang dikeluarkan faktanya 80 truck bahkan ada yang lebih dari 100 truck dalam 1hari kerja.


Data yang saya dapatkan ini produk hukum bukan data yang saya buat sendiri loh???. pertanyaan nya didalam pelanggaran-pelanggaran ini siapa yang bisa menindak karena disini jelas ketika melebihi jam kerja yang sudah ditentukan ini meraka sama hal nya melakukan ilegal mining mereka yang nambang sesuai izin yaitu hanya pukul 08 : 00 s/d 16 : 00 selebihnya itu bisa dikatagorikan ilegal dan harus ditindak.


Kemudian bila dalam 1 hari kerja hanya diperbolehkan mengeluarkan matrial 192m3 tetapi faktanya lebih dari itu artinya kelebihanya itu juga bisa diartikan melakukan kejahatan ilegal mining, serta disitu sudah ada kerugian negara sebab jumlah kubik Kase itu sudah di cantumkan didalam perencanaan awal kerja, Master plad misalnya. kemudian dari dasar mastren plad tersebut dijadikan dasar Untuk mengeluarkan UKL UPL hingga sampai terbit IUP OP yang disitu sudah terhitung pajak pengeluaran matrial yaitu 192m3 tadi bila lebih dari itu kan jelas itu sudah bisa diduga melakukan penggelapan pajak dan berpotensi adanya kerugian negara itu ada beberapa PT yang datanya saya ada. Kemudian terkait PT. Mitra Makmur Karyatama yang pada bulan November 2019 lalu telah terjadi longsor saya turut perihatin dengan keluarga korban, tetapi alangkah baiknya izin PT. Mitra Makmur Karyatama, itu diadakan pengkajian ulang, serta upaya hukum nya sampai mana. Karena juga belum jelas tindakan sanksi nya apa. karena izin yang di miliki PT. MMK tersebut juga hanya diperbolehkan dengan waktu jam kerja yaitu pukul 08 : 00 s/d 16 : 00 tetapi kejadian kecelakaannya kan jelas pada pukul 23 : 27 malam itu sudah kejahatan ilegal mining. Dan juga pada waktu itu menggunakan 3 unit excavator ini upaya hukumnya sampai mana yang perlu publik tau.Red bw.

Bersambung…..?????? ( NANTIKAN PEMBERITAAN SELANJUTNYA)

Share this :

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

[bigthumb]

Orang yang Pintar dan Hebat Sering Kalah Dengan Orang Penjilat

Sel, 21 Jan 2020 07:17:29pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Ganjar Larang Rumah Sakit Tolak Pasien Miskin

Sel, 21 Jan 2020 06:03:29pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Ganjar Lantik 14 Pejabat, Setahun Tidak Perform Langsung Copot

Sen, 20 Jan 2020 09:19:57pm [myexcerpt]
[bigthumb]
[bigthumb]

Anggota DPRD Jabar Kunjungi Ganjar, Saling Lempar Pujian

Sen, 20 Jan 2020 07:41:03pm [myexcerpt]
[bigthumb]

Berita Terbaru

International

Fokus

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.

Visitor